Vokalis sekaligus gitaris ERK, Cholil Mahmud menjelaskan mereka tidak pernah terpikirkan untuk membuat nama penggemar sebelumnya. Sampai akhirnya tiga tahun belakangan mereka merasa banyak penggemar yang sangat antusias saat ERK manggung.
"Sekarang kalau kami manggung ada penonton yang crowd surfing, dulu enggak ada. Biasanya crowd surfing di lagu Cinta Melulu dan bahkan lagu Desember, enggak tahu itu joke atau apa," kata Cholil saat jumpa media di M Bloc, Jakarta Selatan, Selasa (28/1) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Cholil, fenomena itu terjadi karena generasi saat ini memiliki cara yang berbeda dalam menikmati musik, salah satunya crowd surfing. Menurutnya penampilan band yang paling sering diwarnai crowd surfing adalah Barasuara dan .Feast.
Ia menjelaskan pembentukan Penerka berjalan secara organik. Awalnya ada sekumpulan penggemar yang berkumpul kemudian meminta ERK untuk membuat nama penggemar resmi.
"Ya masa enggak kami sambut, akhir kami kumpul bareng dan jadi Penerka. Kami belum lakukan apa pun untuk mereka, tapi sudah memfasilitasi. Belum tahu mau ada apa ke depan yang khusus buat mereka," kata Cholil.
Sepanjang karier bermusik, ERK merilis tiga album bertajuk Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008) dan Sinestesia (2015). Mereka juga merilis dua single bertajuk Merdeka (2016) dan Seperti Rahim Ibu (2018) yang bekerja sama dengan Najwa Shihab. (adp/end)