Hal itu ia lakukan karena langsung jatuh cinta usai memerankan Harley Quinn untuk pertama kali dalam Suicide Squad pada 2016. Menurutnya, banyak hal yang bisa dieksplorasi dari Harley Quinn.
"Dalam film ini (Birds of Prey), kamu akan melihat sisi Harley Quinn yang sangat berbeda, jauh lebih rentan yang membuatnya bertingkah tak menentu dan gila," kata Margot Robbie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Birds of Prey akan diawali dengan rasa patah hati Harley Quinn yang harus berpisah dengan penjahat Gotham, Joker atau yang disapa Mr. J. Harley Quinn mencoba banyak hal untuk pulih dari masalahnya.
Melansir The Korea Herald, hal tersebut membawa sensasi baru bagi dunia DC Comics yang lebih didominasi pria.
Hal tersebut membuat Cathy Yan menjadi sutradara wanita Asia pertama yang menyutradarai film DC atau superhero AS apa pun dengan tema emansipasi dan pemberdayaan perempuan.
Margot Robbie mengatakan proses syuting pun terasa berbeda ketika set lebih banyak didominasi pemeran perempuan. Ia bersama aktris lain pun lebih cepat membuat ikatan yang dalam.
Ikatan tersebut didapat melalui pelatihan fisik yang dilakukan bersama. Pelatihan dilakukan sebab Birds of Prey akan menyajikan aksi ciamik yang tak kalah ganas dari film laga didominasi laki-laki.
"Set film lebih istimewa. Itu unik karena tak sering terjadi ketika bekerja dengan begitu banyak aktris lain. Saya pikir kami memiliki pemahaman bawaan tentang pengalaman wanita di industri ini," tutur Margot Robbie.
Birds of Prey akan tayang perdana di London pada Rabu (29/1). Film ini akan tayang serentak di seluruh dunia pada 7 Februari 2020.
[Gambas:Youtube]
(chri/end)