Andrea Hirata memerlukan hampir dua tahun untuk riset sebelum menulis Guru Aini. Ia mencari banyak referensi terkait pelajaran matematika yang menjadi ide dasar novel tersebut.
"Ini spesifik kalkulus dan kalkulus itu tema yang bagaimana menyembunyikannya dalam bahasa novel ini rumit. Alhamdulillah saya menemukan caranya," kata Andrea Hirata seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tak mudah menjadi pengajar matematika di pelosok. Matematika juga dianggap sebagai momok bagi banyak pelajar.
"Di situ tantangannya. Saya ingin secara riil. Namun di sisi lain saya ingin dia indah sebagai novel. Misalnya, di dalamnya ada percakapan," tutur Andrea Hirata.
Guru Aini merupakan buku ke-12 karya Andrea Hirata. Penulis kelahiran Belitung, 24 Oktober 1967 sudah aktif menulis sejak 2005 lewat Laskar Pelangi.
Laskar Pelangi memikat banyak orang karena mengisahkan perjuangan tokoh utama Ikal dan sembilan anak lain dari Belitong untuk pendidikan. Buku itu berhasil meraih beragam kesuksesan, hingga diterjemahkan ke 40 bahasa.
Namanya semakin dikenal kala Laskar Pelangi diadaptasi menjadi sebuah film pada 2008. Novel keduanya, Sang Pemimpi (2006) juga diangkat menjadi film pada 2009. Edensor dan Maryamah Karpov dirilis dan melengkapi tetralogi Laskar Pelangi.
Buku lainnya yang tidak berhubungan dengan Laskar Pelangi termasuk Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas, serta Ayah. Sirkus Pohon dan Orang-orang Biasa menjadi buku ke-10 dan ke-11 Andrea yang rilis di pasaran.
Sementara itu, novel Guru Aini sudah bisa didapatkan di toko buku mulai Minggu (2/2). (chri, antara/end)