Diberitakan Variety, acara 15 menit itu ditonton hingga 103 juta penonton melalui jaringan televisi Fox. Angka itu naik 4 persen atau setara dengan tiga juta orang dibanding sesi tahun lalu yang menampilkan Maroon 5.
Dalam penampilan Shakira dan J-Lo menjadi aksi musisi Latin pertama di panggung Super Bowl, mereka bukan hanya membawa lagu dan tarian bernuansa asal budaya keduanya, melainkan juga menyisipkan pesan politis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pihak, disebut Variety, menilai bahwa penampilan Jennifer Lopez dan Shakira yang heboh merupakan upaya tepat dari penyelenggara Super Bowl setelah beberapa tahun rating terus menurun.
Meski begitu, masih belum ada yang mengalahkan jumlah penonton acara paruh waktu Super Bowl 2017 yang menampilkan Lady Gaga.
Aksi Lady Gaga yang loncat dari puncak stadion menuju panggung hingga membawa penampilan heboh khas pelantun Bad Romance itu mampu menarik 117,5 juta penonton di jaringan Fox, atau 12 persen lebih banyak dibanding tahun ini.
[Gambas:Youtube]
Shakira dan Jennifer Lopez sukses memukau panggung Super Bowl Halftime Show 2020 yang diadakan di Hard Rock Stadium di Miami, Florida pada Minggu (2/2) malam waktu setempat.
Aksi dua penyanyi Latin ini dibuka lebih dulu oleh Shakira yang membawakan lagu She Wolf serta medley dari sejumlah lagu hit yang kemudian ditutup dengan Hips Don't Lie. Penyanyi yang tampil tepat di hari ulang tahunnya itu hadir dengan gaun mini rumbai warna merah keunguan.
Tak lama setelah itu, Jennifer Lopez muncul dengan jumpsuit hitam membangkitkan nostalgia dengan hit Jenny From the Block.
Di aksinya ini, penyanyi yang kerap disapa JLo itu memamerkan kemampuan pole dancing, seperti perannya di film Hustlers.
Usai itu, Jlo mengganti busananya dengan jumpsuit perak dan melanjutkan aksi dengan hit Love Don't Cost a Thing, Get Right, On the Floor serta Que Calor. (end)