Film ini bercerita tentang Harley Quinn (Margot Robbie) yang sudah putus cinta dengan Joker. Ia kini ingin menjadi perempuan independen yang tidak lagi bergantung pada kekasih.
Di saat bersamaan, penjahat bernama Roman Sionis alias Black Mask, membuat sayembara untuk memburu gadis muda bernama Cassandra Cain. Kota Gotham pun kewalahan mencarinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari mulai dari adegan tidak penting. Dari sekian banyak, adegan yang paling aneh adalah ketika Roman menjelaskan koleksi tengkorak manusia dari berbagai belahan dunia kepada Black Canary.
Adegan tersebut diperparah oleh durasi yang cukup lama dengan dialog yang tidak penting pula. Bahkan mereka sampai membahas patung berbentuk manusia dengan pola akupunktur. Sangat membosankan.
Pun begitu dengan adegan ketika Harley mengadopsi hyena sebagai hewan peliharaan. Adegan ini seakan hanya ingin menunjukkan bahwa kesadisan Harley, tetapi hyena itu sendiri tidak berperan penting.
Cerita Birds of Prey akan tetap berjalan dengan baik tanpa dua adegan tersebut.
Film Birds of Prey terasa gagal dalam banyak aspek. (Foto: dok. Warner Bros Pictures/YouTube) |
Tetapi cara tersebut tidak dieksekusi dengan baik. Alhasil cara bercerita menggunakan alur maju mundur terasa bak bumerang dan membuat alur cerita film ini berantakan di awal. Sangat tidak nyaman untuk dinikmati.
Keburukan Birds of Prey diperparah dengan isu emansipasi perempuan yang dinarasikan dalam film. Dari awal sampai akhir film tidak ada adegan genah yang membawa pesan tentang emansipasi perempuan.
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)
Film Birds of Prey terasa gagal dalam banyak aspek. (Foto: dok. Warner Bros Pictures/YouTube)