In the Absence bertutur tentang tragedi Kapal Sewol yang tenggelam pada April 2014 dan menewaskan lebih dari 300 orang. Sebagian besar korban merupakan siswa SMA yang akan melakukan tur.
Sutradara Yi Seung-jun mengatakan In the Absence dibuat supaya semua orang terus mengingat tragedi maritim terburuk di Korea tersebut. Banyak orang disebut masih berang dengan operasi pencarian dan penyelamatan oleh pemerintah yang dianggap cacat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih banyak rasa sakit dan permasalahan yang belum diselesaikan selama hampir enam tahun. Keluarga korban, korban yang selamat hingga penyelam masih menderita. Tapi beberapa lebih memilih untuk tak membahas itu kembali," kata Yi Seung-jun kepada Yonhap.
"Bencana mematikan itu akibat rasa abai negara yang seharusnya melindungi dan menyelamatkan nyawa rakyat. Saya hanya ingin membantu orang mengingatnya dan berbagi beban," tutur Yi Seung-jun.
Dalam film berdurasi 29 menit tersebut, Yi Seung-jun menunjukkan kapten Kapal Sewol yang berusaha menyelamatkan diri terlebih dahulu meski masih banyak anak-anak terjebak di dalam.
In the Absence juga memperlihatkan desakan dari pihak pemerintah kepada penjaga pantai untuk mengirimkan rekaman ketika operasi penyelamatan sedang berlangsung.
Bukan hal mengejutkan jika In the Absence masuk nominasi Oscar 2020. Sebelumnya, film itu berhasil memenangkan hadiah terbesar dalam penghargaan film dokumenter tahunan di New York, DOC NYC 2018.
In the Absence juga memenangkan World Press Photo Digital Storytelly Content untuk Long Form pada 2019.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)