"Parasite begitu baik untuk meruntuhkan penghalang sebagai film berbahasa non-Inggris. Sehingga, Oscar bahkan tak punya pilihan lain untuk mengenalinya," kata Presiden Moon Jae-in seperti dilansir Yonhap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu telah membuktikan kepada dunia bahwa budaya Korea Selatan tak lagi marginal di panggung global, sama seperti BTS dan selebriti K-Pop lainnya," tutur Moon.
Presiden Korsel Moon Jae-in memuji Parasite karya Bong Joon-ho dan menilai film itu telah membuktikan kepada dunia bahwa budaya Korea tak lagi marginal. (KIM HONG-JI / AFP) |
Film Parasite menarik perhatian dunia sejak 2019. Film yang pertama kali ditayangkan dalam Cannes Film Festival 2019 tersebut langsung meraih penghargaan tertinggi, Palme d'Or.
Setelah itu, Parasite rutin meraih penghargaan festival film internasional, seperti Screen Actor Guild (SAG) Awards serta Golden Globe.
Pada awal Februari 2020, Parasite membawa pulang empat piala Oscar dalam kategori Film Terbaik, Naskah Film Terbaik, Sutradara Terbaik, serta Film Internasional Terbaik. Sejarah baru banyak dicatat dari raihan tersebut.
Presiden Korsel Moon Jae-in memuji Parasite karya Bong Joon-ho dan menilai film itu telah membuktikan kepada dunia bahwa budaya Korea tak lagi marginal. (KIM HONG-JI / AFP) |
Demi meningkatkan kesejahteraan keluarga, Ki-woo dan seluruh anggota keluarganya menyusun rencana untuk bisa bekerja di rumah keluarga Tuan Park.
Rencana tersebut berhasil. Ki-woo tetap bekerja sebagai guru Bahasa Inggris, Ki-jung (adik) menjadi guru seni, Ki-taek (ayah) menjadi supir Tuan Park, dan Chung-sook (ibu) menjadi asisten rumah tangga.
Atas kemenangan besar di Oscar 2020, Parasite kembali tayang di layar lebar termasuk Indonesia. (chri/end)
Presiden Korsel Moon Jae-in memuji Parasite karya Bong Joon-ho dan menilai film itu telah membuktikan kepada dunia bahwa budaya Korea tak lagi marginal. (KIM HONG-JI / AFP)
Presiden Korsel Moon Jae-in memuji Parasite karya Bong Joon-ho dan menilai film itu telah membuktikan kepada dunia bahwa budaya Korea tak lagi marginal. (KIM HONG-JI / AFP)