CNN mengatakan, video menampilkan Asayel melantunkan lirik rap tentang menjadi wanita yang berasal dari Mekkah. Dia terlihat memakai penutup kepala, bernyanyi di sebuah kedai kopi dengan ditemani penari latar dan sejumlah anak kecil.
Perintah penangkapan dikeluarkan oleh Gubernur Mekkah, Pangeran Khalid bin Faisal. Ia meminta semua orang yang bertanggung jawab atas produksi lagu tersebut ditahan, karena dinilai "menyinggung kebiasaan dan tradisi warga Mekkah dan menentang identitas dan tradisi penduduknya yang terhormat."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seruan penangkapan Asayel menjadi perhatian publik karena saat ini Arab Saudi tengah melonggarkan sejumlah pembatasan dan memodernisasi tatanan sosial mereka yang ketat terhadap wanita.
Namun ternyata banyak peraturan masih tetap diberlakukan, dan para aktivis hak perempuan segera bereaksi atas respons Khalid tersebut.
Tahun lalu, Arab Saudi sempat mengundang rapper Nicki Minaj untuk tampil dalam festival musik di Jeddah. Minaj sendiri kemudian membatalkan kesempatan itu sebagai bentuk keprihatinan atas rekam jejak Saudi tentang hak-hak manusia.
"Tidak ada yang lebih saya inginkan daripada tampil di depan penggemar di Arab Saudi. Setelah mendidik diri sendiri tentang banyak isu, saya percaya menunjukkan dukungan terhadap hak wanita, hak komunitas LGBTQ dan kebebasan berekspresi adalah lebih penting," kata Minaj dalam pernyataan resmi tentang pembatalan tampil saat itu.
[Gambas:Video CNN] (rea)