Pernyataan ini ia sampaikan melalui kicauan balasan terhadap pengumuman penundaan gelaran Head in the Clouds Jakarta di Twitter.
"Sangat sedih mengenai [penundaan] ini dan saya harap bisa bertemu dengan kalian segera, Jakarta. Untuk semua teman dan keluarga saya, semoga tetap aman," tulis Brian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
88 Rising selaku penyelenggara festival Head in the Clouds Jakarta mengumumkan penundaan tersebut setelah dua warga negara Indonesia terkonfirmasi terinfeksi virus corona pada Senin (2/3).
Mereka kemudian menyatakan bahwa kesehatan warga Indonesia, artis, dan timnya dari berbagai belahan dunia kini menjadi prioritas 88 Rising.
"Informasi lebih lanjut mengenai penjadwalan ulang dan pengembalian uang akan dikomunikasikan kepada semua pemegang tiket dalam waktu dekat," tulis 88 Rising.
[Gambas:Twitter]
Sedianya festival musik Garapan 88rising ini akan berlangsung pada 7 Maret di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Head in the Clouds Jakarta menampilkan musisi besutan 88rising, seperti Rich Brian, NIKI, Joji, Stephanie Poetri, Higher Brothers dan August 08.
Solois asal Korea Selatan, Chung Ha, sedianya turut dijadwalkan tampil di Head in the Clouds Jakarta. Namun, Chung Ha lebih dulu mengumumkan batal tampil karena ia mengkarantina diri sendiri sejak salah satu stafnya positif virus corona.
Head in the Clouds sendiri merupakan proyek kolektif dari musisi yang berada di bawah naungan label 88rising. Proyek itu telah melahirkan dua album yang dirilis Juli 2018 dan 11 Oktober 2019.
Album versi pertama berisi penampilan Rich Brian, Niki, Joji, Higher Brothers, Keith Ape, dan Sean Evans.
Kemudian album kedua diisi penampil di album pertama dengan tambahan musisi yang baru bergabung di 88rising, seperti Jackson Wang, August 08, serta Stephanie Poetri.
Sebelum penundaan Heads in the Clouds Jakarta, sejumlah musisi juga sudah membatalkan penampilan di Jakarta, seperti Khalid dan Lacuna Coil. (has)