Film live action tersebut dijadwalkan rilis pada 27 Maret di Amerika Utara, sementara itu pasar internasional terbesar dunia, China masih dilanda virus corona sehingga belum ada tanggal perilisan yang pasti di Negeri Tirai Bambu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluang Disney mendulang keuntungan dari China melalui Mulan yang mengadaptasi kisah legendaris negara tersebut pun buram. Apalagi, film berbujet US$200 juta itu dikategorikan film 13 tahun ke-atas yang biasanya jadi andalan film meraup untung.
Sebelum virus corona menyerang, Disney memiliki riwayat performa baik di China. Sebagai contoh, film Aladdin yang berlatar belakang Timur Tengah mampu mendulang US$54 juta di negara tersebut sedangkan pendapatan globalnya mencapai US$1,1 miliar.
Selain Aladdin, film Beauty and the Beast yang memiliki latar belakang masyarakat Prancis juga sukses di China. Film yang dibintangi Emma Watson itu mampu mendulang US$84 juta di China, dan US$1,3 miliar secara global.
Maka kini Disney pun gigit jari. Sebelumnya, pengamat film Shawn Robbins menilai China amat penting untuk nasib film Mulan karena kuatnya akar sejarah dan keterikatan dengan masyarakat Tiongkok.
Mulan bercerita tentang seorang wanita bernama Hua Mulan (Liu Yifei) yang diadaptasi dari cerita rakyat China. Ia menyamar jadi prajurit laki-laki China dan ikut turun ke medan pertempuran untuk menggantikan ayahnya yang sakit.
Pada 1998 silam, Disney membuat Mulan versi animasi yang sangat sukses. Berdasarkan Box Office Mojo, Mulan yang dibuat dengan biaya hanya sebesar US$90 juta meraup pendapatan sebesar US$304 juta. (adp/end)