Film yang disutradarai oleh Dedi Setiadi ini menceritakan tentang suka-duka dan konflik yang ada di dalam keluarga Abah dan Emak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun demikian, film ini tidak memiliki hubungan apapun dengan sinetron Keluarga Cemara. Film ini diadaptasi dari novel karya FX Rudi Gunawan dengan judul yang sama. Hal ini disampaikan oleh Anas Alimi selaku produser eksekutif dari film ini.
"Pemain-pemain dalam film TETA ini memang pernah bekerja sama dalam sinetron fenomenal Keluarga Cemara. Tapi soal karakter, nama, dan cerita tidak ada hubungannya sama sekali dengan Keluarga Cemara." kata Anas dalam acara jumpa pers di Kuningan, Jakarta pada Rabu (4/3).
Ia juga menambahkan bahwa film ini merupakan proyek reuni sutradara Dedi Setiadi dengan "keluarga" lamanya. Melalui film ini, Dedi ingin memberikan gambaran tentang keluarga yang sederhana di Indonesia.
Film Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah ini juga disebut menjanjikan berbagai isu dan permasalahan keluarga yang sering dijumpai di Indonesia, seperti hubungan orang tua-anak, masalah keuangan, hingga stigma terhadap perempuan yang menjanda.
Film yang berlokasi shooting di Sukabumi, Jawa Barat, ini dijadwalkan akan ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 April 2020. (gid/end)