Variety mengabarkan, berdasarkan prediksi awal, produksi ulang versi live action itu harus mengumpulkan US$85 juta atau setara dengan Rp1,2 triliun ketika debutnya di bioskop AS pada 27 Maret nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun target di pasar internasional itu menjadi terganggu mengingat China yang diharapkan menjadi penyokong kesuksesan Mulan, masih menutup 70 ribu bioskop karena wabah virus corona Covid-19.
Meski virus corona telah melemahkan bisnis film di China, Korea Selatan, dan India, Disney masih belum memiliki rencana mengubah tanggal rilis Mulan.
Variety menyebut juru bicara rumah produksi film anak-anak itu hanya mengatakan film yang diangkat dari legenda masyarakat Tiongkok itu akan dibuka di pasar internasional tertentu pada kemudian hari.
Hal tersebut berbeda dengan film ke-25 James Bond, No Time to Die, yang telah memutuskan untuk menunda perilisan dari yang sebelumnya pada April menjadi November. Selain Bond, tidak ada film besar lain yang memiliki rencana untuk menunda atau mengubah rencana rilis.
Seperti versi animasi aslinya, Mulan fokus pada seorang perempuan yang menyamar menjadi pria. Hal itu ia lakukan untuk menggantikan ayahnya yang sudah lanjut usia karena mesti bertugas di ketentaraan.
Mulan yang dibintangi aktris China Liu Yifei dan disutradarai Niki Caro ini menjadi produksi live-action pertama Disney yang diberi rating dewasa karena adegan kekerasan.
[Gambas:Youtube] (agn/end)