Nick Barbaro, salah satu pendiri SXSW yang juga merupakan penerbit Chronicle, berkata bahwa bahwa festival tersebut tidak memiliki asuransi pembatalan terkait wabah penyakit atau kebijakan yang dipicu bila pihak pemerintah kota menyatakan keadaan sebagai bencana lokal.
"Kami memiliki banyak asuransi (terorisme, cedera, perusakan properti, cuaca). Namun, infeksi bakteri, penyakit menular, virus dan pandemi tidak tercakup," kata Roland Swenson, selaku pendiri dan direktur SXSW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak pecahnya wabah virus corona, perusahaan asuransi dikabarkan telah berhenti menawarkan cakupan penyakit sebagai opsi pembelian kembali.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Festival film, musik dan teknologi ini mulanya dijadwalkan berlangsung mulai 13-22 Maret, tetapi wali kota Austin, Steve Adler dan Hakim Travis County, Sarah Eckhardt mengadakan konferensi pers pada Jumat lalu untuk mengumumkan pembatalan.
"Sangat menyesal untuk membatalkan South by Southwest. Itu demi siapapun yang ada di kota ini, dan saya menantikan kelanjutan South by Southwest berikutnya pada saatnya nanti," kata Adler, mengutip Variety.
"Kami sedang menjajaki opsi untuk menjadwal ulang acara dan bekerja untuk memberikan pengalaman virtual SXSW via online sesegera mungkin untuk peserta 2020, dimulai dengan SXSW EDU. Untuk pendaftar, klien, dan peserta kami akan menghubungi Anda sesegera mungkin dan akan menerbitkan FAQ," katanya saat itu.
[Gambas:Twitter]
"Kami memahami gentingnya situasi untuk semua materi iklan yang memanfaatkan SXSW untuk mempercepat karier mereka, untuk bisnis global, dan untuk Austin serta ratusan bisnis kecil - lokasi penyelenggaraan, bioskop, vendor, perusahaan produksi, staf industri jasa, dan mitra lainnya yang sangat bergantung pada peningkatan bisnis yang menarik SXSW," tambah pernyataan tersebut.
[Gambas:Video CNN] (agn/rea)