Sebelumnya, sebuah akun berkedok media Inggris di Twitter mengklaim bahwa Radcliffe telah dinyatakan positif mengidap virus corona.
"Tidak benar," demikian pernyataan perwakilan resmi Radcliffe kepada Buzzfeed News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu, halaman tersebut juga telah ditangguhkan karena melanggar aturan dan pedoman Twitter. Menurut laporan, kicauan itu sempat bertahan selama tujuh jam dan telah dibagikan setidaknya 762 kali dan disukai sekitar seribu akun sebelum dihapus.
Kedua jurnalis itu pun meminta maaf karena membagikan unggahan palsu.
"Maaf kawan-kawan, [saya] tertipu oleh akun BBC palsu." tulis Haberman.
[Gambas:Twitter]
Lebih lanjut, CNET melaporkan bahwa Facebook, Twitter, dan TikTok "telah berusaha mengarahkan orang ke informasi yang akurat dari Enters for Disease Control and Prevention, tetapi tidak jelas seberapa baik upaya itu telah bekerja."
Washington Post sebelumnya melaporkan bahwa menurut laporan yang tidak dipublikasikan State Department pada Februari, "sekitar 2 juta tweet telah menyebarkan teori konspirasi tentang virus corona selama tiga minggu."
[Gambas:Video CNN] (agn/rea)