Model tuna rungu yang juga aktor tersebut beralasan ia tak ingin memeriksakan diri ke rumah sakit karena menyadari keterbatasan alat kesehatan Covid-19 di Amerika Serikat, dan menilai alat itu lebih dibutuhkan oleh mereka yang lebih parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DiMarco mengatakan selama 48 jam terakhir, ia yakin gejala Covid-19 telah ia rasakan, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, dan batuk ringan.
"Saya tahu saya tak berisiko tinggi sehingga saya tetap tenang, saya berkomunikasi dengan dokter saya dan mengarantina diri sendiri," katanya.
Meski begitu, DiMarco menyebut tetap memerhatikan masalah pernapasannya karena bila itu memburuk, hal tersebut bisa mematikan. Akan tetapi, ia mengaku kondisinya semakin membaik dan tetap memilih mengisolasi diri.
[Gambas:Twitter]
"Saya ingin menekankan bahwa mengecek kondisi diri adalah penting. Pengecekan massal telah menjadi kunci bagi sejumlah negara, seperti Korea Selatan saat mengendalikan Covid-19," kata DiMarco.
"Dalam dunia yang sempurna, saya mungkin akan mengecek diri. Namun sayangnya di Amerika Serikat, alat pengecek itu kurang," lanjutnya.
"Bila kalian sehat dan tak memiliki masalah pernapasan, saya mendorong kalian untuk juga memikirkan pasien yang sakit yang perlu segera dites dibandingkan kalian. Dan tetap di rumah untuk menghindari dan membantu mengurangi penyebaran, mari saling memerhatikan satu sama lain," katanya.
Kasus wabah virus corona Covid-19 di Amerika Serikat terus bertambah. Menurut data John Hopkins University Senin (23/3) pagi, Amerika Serikat telah mengonfirmasi ada 33.546 kasus positif Covid-19 dengan 419 meninggal dunia dan 179 sembuh.
[Gambas:Video CNN]
(end)