Hal itu memicu amarah masyarakat dan para artis. Mereka mengajukan petisi kepada pemerintah supaya polisi mengungkap wajah serta informasi pribadi operator termasuk pengguna forum, Nth Room.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keistimewaan serta tekanan masyarakat menyebabkan kebencian yang salah sasaran. Pada akhirnya para korban, keluarga, dan rekanannya semua menjadi korban," kata Ha Yeon-soo.
Hal serupa juga dilakukan dua anggota girlband EXID. LE dan Sojin mengunggah tangkapan layar setelah mengisi petisi. "Apakah ini masuk akal? Saya benar-benar jengkel. Tak perlu waktu lama untuk isi petisi ini. Ayo isi," tulis LE.
"Bagaimana bisa hal tersebut terjadi di dunia ini," ucap Sojin.
Dukungan lewat petisi juga diberikan Hyeri Girl's Day. "Saya sudah lebih dari jengkel. Saya benar-benar takut. Saya harap para pelaku bisa dihukum berat," tulis Hyeri.
Ravi VIXX turut menandatangani petisi tersebut karena ia tak ingin orang-orang yang dikasihi hidup di dunia yang menyeramkan.
Petisi tersebut juga ditandatangani artis lainnya seperti Moon Ga-young, Baek Yerin, Lady Jane, Kwon Jung-ryul, Simon Dominic, Rhythm Power, Geegooin, Huckleberry P, Palo Alto, Yoo Seung-woo, Go Young-bae Soran, Jo Kwon 2AM, Don Spike, Yeonwoo, dan lainnya.
Sebelumnya, pada 20 Maret, Departemen Keamanan Siber Badan Kepolisian Metropolitan Seoul menangkap salah satu pelaku utama Nth Room, Cho, atau yang dikenal sebagai Dokter dalam forum tersebut. Polisi juga menangkap 13 kaki tangannya dan empat dari mereka langsung dijebloskan ke penjara.
Tersangka Cho dan lainnya diduga memikat perempuan, kebanyakan anak di bawah umur, dengan tawaran kerja paruh waktu dan hadiah sertifikat. Setelah terpikat, para perempuan akan dipaksa untuk menjadi pemain video porno. Pelaku juga mengirimkan video porno kepada perempuan itu.
Para tersangka juga saling membagikan bahkan menjual video tersebut dalam ruang obrolan di layanan pesan Telegram dengan imbalan bayaran mata uang kripto. (chri/end)