Bioskop Ditutup, Sineas Selandia Baru Buat Crisis Centre

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 00:42 WIB
Bioskop Ditutup, Sineas Selandia Baru Buat Crisis Centre Sebuah crisis center dibangun dari dan untuk para pekerja film Selandia Baru yang terdampak akibat seluruh bioskop ditutup menyusul keputusan lockdown. (pixelheart/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh bioskop di Selandia Baru ditutup sementara untuk mencegah penularan virus corona. Bioskop resmi tutup setelah pemerintah Selandia Baru menetapkan lockdown selama empat pekan ke depan.

Melansir Variety, penutupan itu membuat komunitas film dan televisi bekerja sama mendirikan crisis center virus corona. Crisis center tersebut bernama Screen Sector COVID-19 Action Group.

Pembentukan crisis center bertujuan untuk membantu pekerja film dan televisi yang terdampak virus corona. Diketahui sejak corona melanda sejumlah produksi film dan televisi dihentikan.


Setidaknya ada dua produksi yang tertunda di Selandia Baru. Pertama adalah sekuel film Avatar (2009) yang disutradarai oleh James Cameron.

Sedianya syuting sekuel Avatar dijadwalkan pada April mendatang di Stone Street Studios. Sampai saat ini belum ada tanggal pengganti resmi dari pihak studio.

Kedua adalah serial televisi Lord of the Rings garapan Amazon. Sama seperti Avatar, serial ini juga belum memiliki tanggal penayangan resmi dari pihak studio.

Berdasarkan data John Hopkins CSSE per Senin (23/3) sore, terdapat 102 kasus positif corona di Selandia Baru. Sampai saat ini belum ada yang dinyatakan meninggal atau pun sembuh. (adp/end)