Sang seniman, Yoyok Priambodo menyebut Tari Tri Daya memiliki unsur introspeksi dan penyerahan diri manusia kepada Tuhan atas bencana wabah corona yang melanda seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoyok melibatkan dua anaknya dalam tarian tersebut, Sangghita Anjali dan Canadian Mahendra, dan mereka saling memiliki peran.
Kendil berisi air bermakna kehidupan yang mengalir, obor api bermakna pencerahan hidup, sedangkan sapu lidi bermakna pembersihan diri.
Yoyok memasukkan tembang macapat Jawa, Dandanggulo karya Sunan Kalijaga sebagai Kidung Sesingkir dalam adegan awal tari Tri Daya ini.
Tembang itu berisi lirik yang menggambarkan keprihatinan dan kebingungan manusia kala mendapatkan bencana yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai pagebluk.
Selain Dandanggulo, Yoyok juga memasukkan tembang Kinanti sebagai Kidung Panyuwun yang berisi permohonan keselamatan kepada Tuhan untuk kehidupan yang akan datang.
Yoyok Priambodo menyebut Tari Tri Daya memiliki unsur introspeksi dan penyerahan diri manusia kepada Tuhan atas bencana wabah corona yang melanda seluruh dunia. (CNN Indonesia/Damar) |
"Ini munculnya spontan, dan sangat sederhana di tengah masa Work From Home. Artinya, meski kita "terkurung" di rumah, kita yang punya jiwa dan rasa seni masih bisa berkreasi dan berkarya", tambah Yoyok yang juga memiliki sanggar tari Greget.
Yoyok mengakui merasakan betul dampak wabah corona, khusus dari segi ekonomi. Beberapa kontrak kerja tampil menghibur wisatawan hingga pentas resmi dibatalkan, begitu pula aktivitas di sanggarnya yang menaungi ratusan anak didik.
Yoyok berharap, lewat tariannya, bisa memberikan inspirasi kepada seniman lain untuk tetap berkiprah dan berkarya meski dalam kondisi wabah pandemi.
"Tapi yang terpenting harus terus eksis berkarya, kondisinya memang lagi prihatin, tapi sementara. Kita punya Tuhan", kata Yoyok.
[Gambas:Youtube]
(dmr/end)
Yoyok Priambodo menyebut Tari Tri Daya memiliki unsur introspeksi dan penyerahan diri manusia kepada Tuhan atas bencana wabah corona yang melanda seluruh dunia. (CNN Indonesia/Damar)