"PT Graha Layar Prima Tbk sebagai pengelola bioskop CGV di Indonesia memperpanjang masa penutupan sementara bioskopnya di seluruh Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan," demikian kutipan siaran pers CGV pada Selasa (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama masa penutupan, CGV masih terus melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti penyemprotan disinfektan di auditorium dan ruangan lain, meningkatkan standar kebersihan, dan menyusun strategi untuk menstabilkan bisnis selagi tak beroperasi.
"Cinema XXI memperpanjang waktu nonaktif kegiatan operasional di seluruh jaringan bioskop kami untuk sementara waktu. Waktu perpanjangan nonaktif beragam, sesuai dengan surat edaran dari masing-masing Pemerintah Daerah," demikian keterangan Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communications & Brand Management, Cinema XXI.
Cinema XXI sebelumnya memutuskan untuk menutup seluruh bioskop di DKI Jakarta mulai 23 Maret hingga 5 April. Kini, 1.182 layar di 218 lokasi bioskop di 52 kota di seluruh Indonesia, ditutup untuk waktu yang belum ditentukan.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, jaringan bioskop Cinepolis juga terpantau menutup semua gerainya dengan alasan serupa.
"Demi memprioritaskan kesehatan dan keamanan pengunjung serta pegawai kami, dengan berat hati kami informasikan bahwa bioskop Cinepolis akan ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan," demikian pernyataan di situs resmi Cinepolis.
Serangkaian langkah ini diambil di tengah wabah virus corona yang belum kunjung reda di Indonesia. Hingga Senin (6/4), total infeksi virus corona di Indonesia mencapai 2.491 kasus, 192 di antaranya sembuh, sementara 209 orang meninggal dunia. (has)