Festival film bergengsi itu sendiri awalnya dijadwalkan berlangsung pada 12-23 Mei, kemudian diundur karena pandemi menjadi akhir Juni atau awal Juli 2020.
Kini, keputusan Macron yang diumumkan pada Senin (13/4) itu jelas mengancam nasib Cannes untuk dibatalkan pada tahun ini atau ditunda, lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Variety melaporkan penyelenggara Cannes sebelumnya mengatakan bahwa festival tersebut amat membutuhkan persetujuan dari lembaga-lembaga pemerintah, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Wilayah Alpes-Maritimes, dan Dewan Kota Cannes, untuk menunda hingga akhir Juni atau awal Juli.
Di sisi lain, festival film musim gugur yang dimulai Agustus adalah 'jatah' dari sejumlah festival film lainnya seperti Venice, Toronto, dan San Sebastian.
Terkait kebijakan Macron teranyar ini, penyelenggara Cannes belum memberikan tanggapan.
Sementara itu pada 12 Maret lalu, Presiden Cannes Film Festival, Pierre Lescure sempat mengatakan Cannes akan berlangsung karena yakin situasi terkait corona membaik pada April.
Ia pun mengatakan Cannes Film Festival baru akan dibatalkan apabila situasi terkait penyebaran virus corona tak kunjung membaik, bahkan memburuk pada April mendatang.
Cannes Film Festival bahkan menolak polis asuransi yang ditawarkan perusahaan Circle Group beberapa pekan lalu untuk melindungi acara tersebut jika berujung penundaan akibat virus corona. Penolakan disebabkan total yang ditawarkan asuransi tak menutupi pengeluaran mereka.
Meski tak dilindungi asuransi, Lescure memastikan Cannes Film Festival memiliki dana abadi yang bisa membuat mereka bertahan jika terpaksa ditunda atau batal.
Bukan hanya mengancam nasib Cannes Film Festival, kebijakan Macron memperpanjang lockdown menuntut bioskop, restoran, bar, dan toko untuk tutup hingga 11 Mei. (end)