Media Inggris the Guardian dikutip AFP melaporkan bahwa pasangan tersebut mengirim surat kepada pemimpin redaksi the Sun, Daily Mail, Mirror, dan Express.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Harry dan Meghan menyatakan mereka tak ingin digunakan sebagai "sumber ekonomi dari clickbait dan pengarangan."
Media Inggris itu sendiri menggambarkan surat tersebut sebagai "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sejumlah media besar".
Harry dan Meghan mengejutkan publik dengan pengumuman pada Januari lalu bahwa mereka berencana untuk keluar dari keanggotaan Kerajaan Inggris agar bisa hidup mandiri secara finansial.
Keputusan yang dijuluki sebagai "Megxit" oleh media-media Inggris terebut juga berisi banyak berita bahwa Meghan Markle tak bahagia hidup di dalam Istana Inggris.
Pasangan itu pun sempat mengajukan keberatan atas berita-berita tersebut.
Hubungan panas antara Harry-Meghan Markle dengan media di Inggris sudah dimulai kala keduanya akan menikah, terutama ketika skandal pengarangan foto oleh ayah Meghan, Thomas, terbongkar ke publik.
Kala itu, Thomas diketahui mengarang cerita paparazi menguntit dirinya berkegiatan jelang pernikahan. Tindakan itu kemudian terbongkar bahwa Thomas dan sang paparazi sudah menjalin kerja sama.
Sejak saat itu pula, kehidupan Meghan Markle menjadi bahan berita bagi banyak media selama berbulan-bulan, bahkan hingga mereka sudah menikah dan memiliki anak.
Harry bahkan sempat menuntut sejumlah media Inggris yang menyebarkan surat dari adik Pangeran William itu kepada ayah Meghan.
Meski memblokir sejumlah media besar Inggris, Harry-Meghan menyebut keputusan mereka itu tidak berlaku bagi semua media dan mereka akan terus bekerja sama dengan wartawan di seluruh dunia. (afp/end)