Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan bahwa melalui program ini, setiap orang akan mendapat insentif sebesar Rp3,55 juta.
Dengan rincian Rp1 juta untuk pelatihan, insentif penuntasan pelatihan Rp600 ribu perbulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan Rp150 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mekanisme persetujuan dan notifikasi kepada penerima merupakan wewenang sepenuhnya dari PMO Kartu Prakerja. Kami belum mendapatkan informasi kompilasinya," kata Fadjar kepada CNNIndonesia.com.
"Saya lebih ingin bantuan langsung karena pasti ada kendala (kalau pakai pelatihan). Enggak semua teman-teman IMJ itu tunanetra. Bakal susah untuk urus ini itu," kata Andi.
Penampilan salah satu anggota IMJ. (Dok. IMJ) |
Banyak anggota IMJ sudah mengeluh karena penyusutan pendapatan saat mengamen di ruang terbuka. Biasanya, mereka bisa mendapat Rp250 ribu per hari. Namun kini, mereka hanya bisa mengamen secara daring dengan pendapatan Rp30 ribu perhari.
Ada anggota yang sudah tidak bisa membayar sewa tempat tinggal. Ada pula yang susah makan. Belum lagi mereka yang sudah memiliki keluarga. Itu menjadi alasan Andi lebih menginginkan bantuan langsung ketimbang pelatihan.
"Musisi jalanan itu bukan orang akademis. Mereka dapat bakat dari Tuhan langsung. Kalau jago, ya jago. Ya kami berlatih, tapi lagi corona begini lebih baik bantuan langsung untuk bertahan hidup," kata Andi.
Gitaris band No Nation, Agus Donny Iswanto, juga mengalami hal serupa. Jadwal mereka biasanya padat. Dari Senin sampai Sabtu, naik pentas tanpa henti. Kini, pemasukan mereka nol rupiah.
"Alhamdulillah kalau ada Kartu Prakerja, tapi kalau musisi apa yang mau dilatih? Kalau kami kan memang sudah di bidang musik dari dulu. Menurut aku lebih baik bantuan langsung, bisa untuk menyambung hidup," kata Donny.
No Nation. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Dari delapan situs tersebut, tidak ditemukan pelatihan yang benar-benar spesifik untuk seniman. Meski ada pelatihan fotografi dan desain grafis, tetap dianggap tidak cukup untuk mengakomodasi seniman.
Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Frans Teguh, mengatakan bahwa saat ini, kementeriannya akan menyiapkan modul untuk kebutuhan pelatihan. Menurutnya, ada beberapa modul warisan Bekraf yang bisa dicek untuk pelatihan.
"Tapi yang jelas beberapa modul yang terkait dengan seniman. Saya belum cek persis ya apa aspeknya, modulnya kan macam-macam. Learning modul tuh ada beberapa," kata Frans.
Ia kemudian berkata, "Kami siap (kalau PMO meminta). Sekarang kami sedang melakukan kurasi lah ya, modul-modul yang bisa kita endorse atau kita berikan akses kepada publik, terutama juga pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif."
Menurutnya, seniman tergolong sebagai pekerja yang tak mungkin mengikuti pelatihan untuk membuat sesuatu dengan kreatif.
"Yang dibutuhkan orang di saat krisis gini bukan pelatihan sih, karena pelatihan bisa didapat dengan gratis di YouTube untuk segala macam jenis kursus, temanya apapun itu ada secara gratis," kata Wendi.
Ia juga menyorot besaran insentif Rp1 juta untuk biaya pelatihan yang menurutnya sangat mahal. Akan lebih baik uang itu diberikan secara tunai kepada musisi atau pekerja kreatif agar memenuhi kebutuhan.
"Sekali pelatihan itu Rp200-Rp300 ribu. Buat apa bayar mahal-mahal? Ini jatuhnya memberikan subsidi unicorn dan startup digital. Yang malah dapet bantuan ya mereka-mereka itu," kata Wendi.
Wendi Putranto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Secara umum, melalui kebijakan pemerintah terkait safety net dunia usaha dan pekerja yang saat ini tengah diupayakan dan kami usulkan, melalui kartu Pra kerja dan relaksasi perpajakan," kata Fadjar.
Ia melanjutkan, "Di bawah Deputi Pemasaran sedang dirancang program #BeliKreatifLokal, juga di deputi Ekonomi Digital dan Produk Ekraf." (adp/has)
Penampilan salah satu anggota IMJ. (Dok. IMJ)
No Nation. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Wendi Putranto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)