Kerugian Bollywood karena virus corona ditaksir mencapai lebih dari US$330 juta atau Rp4,9 triliun. Analis perdagangan dan perfilman Komal Nahta memprediksi Covid-19 menyebabkan kerugian lebih dari US$330 juta.
Kerugian ditimbulkan karena kehilangan pendapatan dari box office dan pembatalan produksi film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Film-film itu sangat besar. Ada banyak penonton yang menunggu. Ini kerugian besar," kata kritikus film Indian Express, Shubhra Gupta, dikutip dari CNN.
Gupta memprediksi dampak pandemi akan menciptakan efek cascading atau beruntun pada industri Bollywood yang akan mempengaruhi seluruh film pada tahun ini.
Lihat juga:Sinopsis The World of the Married Episode 13 |
"Para penata lampu dan orang-orang yang mengatur makanan kami (saat membuat film), kami semua pada dasarnya berpenghasilan harian. Jadi, ketika sebuah produksi dibatalkan, itu akan menghantam kami secara finansial," kata Nayar.
Badan perfilman Producers Guild of India (GUILD) menyatakan telah menyiapkan dana bantuan bagi orang-orang yang bekerja di perfilman yang dibayar per hari seperti penata rambut, penata rias, serta bagian teknis dan operasional.
Bollywood merupakan industri film paling produktif di dunia. Bahkan produksi mereka mengalahkan Hollywood atau film buatan Amerika Serikat.
Menurut Statistik, pada 2018 terdapat lebih dari 1.800 film diproduksi di India. Laporan dari Ormax Media pada 2019 mencatat pendapatan box office di India diperkirakan telah mencapai US$1,4 miliar. Jumlah itu meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun lalu, film laga thriller bertajuk "War" mendapatkan US$13,7 juta dari luar India atau sekitar 25 persen dari pendapatan film itu.
"Masalahnya kini berlipat ganda karena semua bioskop di seluruh dunia ditutup. Pendapatan luar negeri untuk film-film besar berbahasa Hindi mengambil bagian besar dari total pendapatan," kata Nahta. (ptj/agt)