Kontroversi dan Rating The King Eternal Monarch yang Terpuruk

CNN Indonesia | Senin, 11/05/2020 10:37 WIB
The King: Eternal Monarch Rating The King: Eternal Monarch terus menurun tiap pekan, sejalan dengan kontroversi demi kontroversi yang berulang terjadi. (dok. SBS/Netflix via HanCinema)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rating The King: Eternal Monarch terus menurun tiap pekan. Episode 8 mendapatkan rating 6,1 persen dan 8,1 persen untuk kedua bagiannya yang tayang pada 9 Mei. Angka itu bahkan lebih rendah daripada episode sebelumnya yakni 7 persen dan 8,1 persen.

Penurunan rating sejalan dengan beberapa kontroversi yang disoroti penonton. Kontroversi bahkan sudah terjadi sebelum drama tersebut tayang. Tim produksi disebut memecat dan mengganti satu aktor secara sepihak.

Namun, SBS selaku jaringan televisi yang menayangkan drama itu membantah kabar dengan menyatakan pergantian pemain disebabkan perubahan skrip yang memengaruhi penggambaran karakter.


Kontroversi berlanjut usai episode perdana tayang. Penonton menilai tim produksi menggunakan gambar bangunan ala Jepang di bagian kredit awal. Bangunan itu terlihat serupa dengan Todai-ji, satu dari tujuh kuil paling berpengaruh di Nara, Jepang.

Meski sempat dikecam dan ditindaklanjuti dengan permintaan maaf tim produksi, The King: Eternal Monarch berhasil mendapatkan dua digit rating yakni 11,4 persen dan 11,6 persen pada bagian kedua dua episode pertama.

Tetapi, kejadian serupa terulang. Kecaman penonton kembali muncul setelah menyaksikan adegan pertempuran laut Kerajaan Korea dan Jepang.

Penonton menilai kapal perang serta bendera Jepang dalam serial itu memiliki desain yang mirip dengan kapal perang Korea saat ini.

"Sebagai sutradara, saya benar-benar meminta maaf atas kontroversi ini. Kami tidak bermaksud menggunakan bendera Jepang untuk kapal perang Korea atau membuat penonton bingung melihat kapal perang Korea sebagai kapal perang Jepang," kata Sutradara Baek Sang-hoon seperti dilansir Dispatch via Naver.

Dalam keterangan itu, ia meminta maaf dan mengakui bukan ahli dalam kapal perang. Sehingga, ia tidak menyadari beberapa karakteristik terlihat serupa.

[Gambas:Youtube]

Sutradara Baek Sang-hoon menyatakan akan lebih berhati-hati terhadap detail terutama yang berkaitan sejarah untuk episode mendatang.

Setting ala sejarah menjadi salah satu poin penting dalam drama itu. Sebab, The King: Eternal Monarch menceritakan dua dunia paralel yakni Korea Selatan saat ini serta Kerajaan Corea.

Alih-alih mendapatkan pujian karena bisa menyatukan unsur sejarah dan modern dalam satu drama, tim produksi malah dicerca warganet Korea Selatan.

Kritikan penonton bagi episode 6 The King: Eternal Monarch juga datang setelah melihat Lee Min-ho yang berperan sebagai Kaisar Kerajaan Corea mengenakan pakaian kerajaannya. Menurut warganet, set pakaian Kaisar Lee Gon tak sesuai sejarah.


Pakaian yang dikenakan Lee Min-ho terlihat berasal dari Dinasti Joseon. Sementara itu, mahkota emas yang digunakan malah berasal dari Dinasti Silla. Hal itu membuat penonton mempertanyakan keseriusan tim produksi menyiapkan drama tersebut.

Belum lagi penggunaan CGI yang dinilai amat buruk untuk adegan berkuda Lee Gon dan Jeong Tae-eul pada episode 5.

Perpaduan warna dan suasana yang ingin menonjolkan unsur romantisme malah jadi batu sandungan karena dianggap begitu buruk, sama seperti drama Temptation of Wife yang tayang 12 tahun lalu.

Penonton menyayangkan sederet kontroversi tersebut sebab The King: Eternal Monarch menjadi salah satu drama yang dinantikan pecinta drama Korea. Drama ini dibintangi banyak artis besar seperti Lee Min-ho, Kim Go-eun dan Woo Do-hwan.

Tak hanya itu, The King: Eternal Monarch juga menjadi drama terbaru penulis Kim Eun-sook setelah Goblin dan Mr. Sunshine.

The King: Eternal Monarch tayang tiap Jumat dan Sabtu di SBS dan Netflix. (chri/end)