"Studio film harus menyiapkan peralatan pengecekan suhu tubuh dan kondisi seluruh kru jika salah satu dari mereka menunjukkan gejala Covid-19," tulis Dewan Perfilman Korea.
KOFIC merilis imbauan ini untuk memastikan industri perfilman tetap hidup dan berjalan setelah benar-benar terkena dampak wabah virus corona sejak Februari lalu. Imbauan ini juga dirilis guna melindungi kru serta aktor di lokasi syuting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Yonhap melaporkan imbauan itu dikeluarkan setelah pemerintah Korea Selatan mulai melonggarkan kebijakan jaga jarak karena jumlah kasus baru infeksi virus corona mereda dalam 10 pekan terakhir.
Sejak Februari, bioskop Korea Selatan juga mulai tak menayangkan film baru yang kemudian diikuti dengan penutupan di beberapa kawasan.
Total pengunjung bioskop pada April hanya 972 ribu orang dan menjadi yang terendah sejak Dewan Perfilman Korea mulai mengumpulkan data pada 2004.
Pemerintah Korea Selatan pun berencana menyuntikkan dana 17 miliar won atau sekitar Rp206,4 miliar (1won=Rp12,1) untuk menyelamatkan industri perfilman. (chri/has)