Review Drama: The World of the Married

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 20:41 WIB
The World of the Married Review menyebut The World of the Married merupakan drama Korea yang mempertahankan unsur riil dari awal hingga akhir episode. (dok. JTBC via HanCinema)
Jakarta, CNN Indonesia -- The World of the Married merupakan drama yang mempertahankan unsur riil dari awal hingga akhir episode. Banyak pesan, pelajaran, serta cerminan kehidupan dari drama yang diawali dengan ketidaksetiaan dalam hubungan rumah tangga ini.

Cerita serta naskah yang matang, pendalaman karakter tiap pemain yang amat baik sepertinya membuat penonton memiliki pengalaman berbeda-beda saat menyaksikan drama ini.

Permainan emosi yang luar biasa lewat enam episode pertama membuat banyak penonton bertahan terus mengikuti drama tersebut meski tak sedikit pula yang mengibarkan bendera putih karena dianggap begitu toksik.


Namun, episode 7-16 sejatinya memberikan sensasi berbeda. The World of the Married menawarkan sesuatu yang lebih dalam daripada hanya memainkan emosi penonton.

Keadaan dan perkembangan tiap karakter mulai ditampilkan satu per satu yang membuat pikiran penonton terasa turut ikut bermain di setiap episode.

Bak dunia nyata, The World of the Married menampilkan sisi abu-abu kehidupan manusia: tak ada yang benar-benar hitam atau putih, tak ada yang jahat atau baik sepenuhnya. Semua tergantung situasi, kondisi, serta kompromi.

Misalnya sikap berhati-hati dalam berteman dan mempercayai orang setelah melihat dokter Sul. Namun, dokter Sul juga mengajarkan kemandirian perempuan, perlawanan terhadap seksisme, hingga memegang teguh pilihan hidup.

Contoh lain adalah Joon-young. Anak dari Sun-woo dan Lee Tae-oh ini menunjukkan perubahan sikap ala remaja yang riil setelah melihat pengkhianatan ayahnya sendiri yang ia kagumi. Rasa kekecewaan itu diperburuk karena kerap diseret dalam konflik orang tua.
The World of the MarriedLewat Joon-young, The World of the Married menggambarkan bahwa perceraian orang tua memberikan dampak psikologis dan perilaku yang berbeda pada masing-masing anak.: (dok. JTBC via HanCinema)

Lewat Joon-young, drama ini juga menggambarkan bahwa perceraian orang tua memberikan dampak psikologis dan perilaku yang berbeda pada masing-masing anak.

Berbeda dengan Joon-young yang merasa terpuruk dan menyalahkan diri sendiri, teman sekelasnya yang bernama No-eul berhasil berdamai dengan kenyataan dan menjalani kehidupan selayaknya anak remaja pada umumnya.

Pada orang dewasa, perceraian juga memberikan dampak yang berbeda-beda. Jang Mi-yun, sekretaris Tae-oh, bercerai dan memilih melupakan kepahitan perkawinan untuk fokus ke masa depan bersama anaknya, No-eul.

Namun hal berbeda muncul pada Ji Sun-woo yang menjadi karakter utama. Rasa cintanya kepada Tae-oh yang berubah menjadi benci juga dendam karena perselingkuhan suaminya, membangunkan sisi liar dari dirinya.

Lewat Sun-woo, drama ini menggambarkan bahwa keputusan yang didasarkan balas dendam tak selalu berbuah manis. Balas dendam sejatinya hanya obsesi yang membuat hidup tak beranjak.

Di sisi lain, Sun-woo juga menggambarkan kemampuan luar biasa yang bisa dicapai seorang perempuan, baik untuk dirinya sendiri maupun dalam komunitas.

Sun-woo menggambarkan perempuan mampu untuk tangguh meski tengah terpuruk, belum lagi untuk cerdik namun tetap bisa mengayomi dan welas asih. Hal ini yang membuat perempuan seperti Sun-woo mampu jadi sosok disegani.

Sementara itu, kekuatan perempuan untuk lepas dari lingkungan dan hubungan toksik digambarkan lewat Min Hyun-seo, Ye-rim, bahkan Yeo Da-kyung.
The World of the MarriedReview The World of the Married menyebut kekuatan perempuan untuk lepas dari lingkungan dan hubungan toksik digambarkan lewat Min Hyun-seo, Ye-rim, bahkan Yeo Da-kyung. (dok. JTBC via HanCinema)

Keluar dari hubungan tak sehat memang tak mudah, itulah yang digambarkan dengan jelas melalui tiga karakter perempuan tersebut. Mereka kerap jatuh bangun sebelum akhirnya menyadari situasi tak akan membaik hanya karena berharap perubahan dari pasangan.

Dalam bagian kedua ini, sebagian besar karakter The World of the Married berkembang walau beberapa di antaranya telah dimulai sejak tengah perjalanan dan sebagian yang lain muncul di penghujung kisah.

Namun ada dua hal yang tak berubah dalam The World of the Married. Pertama, kasih sayang orang tua kepada anak. Hal itu ditampilkan orang tua Da-kyung, serta Sun-woo juga Tae-oh dengan cara mereka masing-masing.

Bagi orang tua, anak adalah segalanya. Hal itu yang digambarkan oleh orang tua Da-kyung yang rela melakukan segalanya, termasuk memanipulasi kejahatan.

Sedangkan Sun-woo dan Tae-oh, meski sama-sama tangguh untuk saling menghancurkan, justru bisa remuk redam kala Joon-young menunjukkan kebencian kepada mereka.

Hal kedua yang tak berubah sepanjang drama ini berjalan adalah karakter Tae-oh. Sosok Tae-oh seutuhnya menjadi karakter paling dibenci. Ia tak tahu malu, tak menyesali perbuatan, dan tidak menjalani hidup dengan berfaedah.

Meski begitu, kehadiran Tae-oh berperan penting. Ia berhasil mempertahankan tensi penonton lewat kehadirannya hingga drama ini berakhir.

Secara umum, setiap karakter The World of the Married memiliki ceritanya sendiri yang berbicara kepada penonton. Beberapa bisa jadi pembelajaran, sementara yang lain bisa jadi cermin kehidupan di dunia nyata.
The World of the MarriedReview The World of the Married menyebut sosok Tae-oh seutuhnya menjadi karakter paling dibenci. : (dok. JTBC via HanCinema)

Meski sebagian besar mengisahkan kehidupan suami-istri, The World of the Married juga terasa nyata bagi penonton yang belum berumah tangga.

Drama ini pada dasarnya mengajarkan tentang kehidupan seperti berdamai dengan diri sendiri, masa lalu, orang tua, sahabat, bahkan rekan kerja.

Mengutip Sun-woo, drama ini mengajarkan bahwasanya kehidupan ditentukan oleh pilihan sendiri. Pahit-manis semua adalah buah dari keputusan masing-masing individu dan manusia hanya mencoba tak menyesali yang telah terjadi.

Selain itu, drama ini juga menggambarkan tak ada yang salah bagi seseorang untuk tak selalu bersikap tangguh bahkan meminta bantuan kala merasa tak lagi sanggup menahan derita.

Hal tersebut setidaknya tergambar dalam episode terakhir The World of the Married yang tak membuat semua penonton puas.

Kendati demikian, The World of the Married masih memiliki dua episode spesial yang akan tayang 22 dan 23 Mei yang menjadi asa sebagian penonton untuk menemukan kepuasan yang dicari dari drama ini.

[Gambas:Youtube]


(end)