Serial 'Terrace House' Dihentikan Usai Kematian Hana Kimura

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 15:17 WIB
hana kimura Hana Kimura ditemukan meninggal pada akhir pekan lalu. (Screenshot via Instagram/@hanadayo0903)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penayangan serial TV Jepang "Terrace House" yang tayang di Netflix telah dihentikan setelah kematian pemeran yang juga seorang pegulat berdarah Indonesia, Hana Kimura.

Penghentian serial untuk season 2019-2020 ini diumumkan oleh stasiun TV Jepang, Fuji Television Network pada Rabu (27/5) malam. Namun tidak dijelaskan soal kemungkinan serial ini kembali tayang di masa depan.

"Kami ingin menyampaikan penyesalan kami atas kematian Hana Kimura dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kami kepada keluarganya. Mengenang kepergiannya dengan sepenuh hati, dan kami akan mengambil langkah aktif untuk merumuskan tanggapan," tulis pesan dalam situs jaringan TV tersebut sekaligus mengonfirmasi penghentian serial "Terrace House."


Sementara pihak Netflix yang menayangkan serial ini di luar Jepang menanggapi bahwa meski dihentikan mereka belum berniat menghapus serial tersebut dalam daftar konten mereka.

"Kami saat ini tak memiliki rencana untuk menghapus musim terbaru dari pertunjukan yang sangat dicintai ini," kata juru bicara Netflix kepada Variety.

Kimura yang berusia 22 tahun menjadi target cyberbullying berulang kali karena perselisihannya dengan pemeran pria di acara itu. Dia juga disebut mendapat fitnah karena penampilan dan kemewahannya.

Media Jepang melaporkan bahwa kematian Kimura karena bunuh diri, meskipun itu belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang Jepang. Sebelum kematiannya, Kimura sempat mengunggah foto dirinya di Instagram bersama dengan permintaan maaf.

Kematian Kimura ini lantas mendorong Jepang untuk menyusun aturan baru terkait penyalahgunaan media sosial. Pada Selasa (26/5) lalu, Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Sanae Takaichi mengatakan bahwa kementerian sedang menyelidiki cara untuk mengungkap informasi tentang pelaku bullying yang membuat identitas anonim di media sosial.

"Implementasi yang layak atas prosedur untuk membuka informasi tentang pelakunya sangat diperlukan, demi mencegah kekerasan online dan menyelamatakan korbannya," kata Sanae Takaichi.

Hana Kimura merupakan pegulat profesional yang sejak usia satu tahun telah terpisah dengan sang ayah. Meski tak pernah mengungkap identitas sang ayah, tapi Kimura kerap menyampaikan dalam wawancara bahwa ayahnya adalah warga negara Indonesia. Untuk itu, ia disebut memiliki darah Indonesia-Jepang.

Karena perbedaan etnis yang dimiliki, Kimura juga pernah mengungkap bahwa ia diintimidasi sejak kecil karena darah campuran tersebut.

Kimura ditemukan sudah tak bernyawa oleh ibunya, Kyoko, pada Sabtu lalu (23/5) sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat.

[Gambas:Instagram]

Sebelumnya, Kimura sempat menuliskan pesan di media sosial tentang kerisauan yang ia alami.

"Hampir 100 komentar setiap hari. Saya tidak dapat menyangkal mereka menyakiti saya. "Mati", "kamu menjijikkan", "kamu harus menghilang" Aku percaya hal-hal ini tentang diriku lebih daripada mereka. Terima kasih, Bunda, atas anugerah hidup. Seumur hidupku aku ingin dicintai. Terima kasih untuk semua yang mendukung saya. Saya cinta kalian semua. Saya minta maaf karena lemah," tulisnya.

Serial Terrace House merupakan reality show yang mengikuti kehidupan enam orang asing, tiga pria dan tiga wanita dari berbagai lapisan masyarakat, yang hidup di bawah atap yang sama sambil saling mengenal dan berkencan. (agn/stu)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA