Panitia Tuding Perusahaan Jepang Sabotase Woodstock 50

CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 13:30 WIB
Visitors walk through Penyelenggara Woodstock 50 mengajukan gugatan kepada perusahaan Jepang Dentsu pada Rabu (17/6) dengan tudingan telah menyabotase rencana festival tersebut. (EMMANUEL DUNAND / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyelenggara Woodstock 50 mengajukan gugatan kepada Dentsu pada Rabu (17/6). Mereka menuduh perusahaan periklanan Jepang itu menyabotase rencana untuk perayaan festival ulang tahun ke-50, tahun lalu.

Gugatan yang diajukan di Mahkamah Agung New York itu menyebut bahwa Dentsu dan anak perusahaannya setuju untuk membiayai festival, tetapi mereka kemudian membuat alasan untuk melanggar perjanjian yang berdampak penyelenggara kehilangan pemasukan jutaan dolar.

"Dentsu dan Amplifi membuat keputusan kejam untuk keluar dari investasi yang tidak ada hubungannya dengan dugaan pelanggaran oleh Woodstock 50, melainkan untuk menghindari potensi bahwa Festival tidak akan menghasilkan uang atau tidak sesukses yang mereka harapkan," demikian tertulis sesuai tuntutan, dikutip dari Variety.


Michael Lang, salah satu produser asli Woodstock, mengumumkan pada Maret 2019 bahwa musisi seperti Jay-Z, Miley Cyrus dan Janelle Monae akan tampil di arena pacuan kuda Watkins Glen International untuk gelaran Woodstock 50 yang direncanakan pada Agustus 2019.

Namun panitia kemudian dilanda pertikaian internal mengenai kapasitas acara, dan berjuang untuk mendapatkan izin yang diperlukan dari pejabat setempat.

Pada 29 April 2019, Amplifi mengirimkan siaran pers yang membatalkan keterlibatannya di acara tersebut. Woodstock 50 lantas pergi ke pengadilan, mencari kejelasan dan berpendapat bahwa perusahaan itu tidak memiliki hak untuk membatalkan.

Hakim Barry Ostrager setuju bahwa kontrak tidak memberi Dentsu kekuatan untuk membatalkan acara secara sepihak. Namun Hakim menolak memerintahkan Dentsu menyerahkan US$17,8 juta kepada penyelenggara.

Woodstock 50 kemudian berusaha bersatu lagi dengan pihak lainnya dan mempertimbangkan beberapa tempat lain sebelum berakhir pada 31 Juli.

Woodstock 50 sudah mengejar Amplifi yang merupakan anak perusahaan Dentsu dalam arbitrase sesuai dengan persyaratan kontrak. Namun Woodstock 50 juga mengklaim bahwa itu juga bisa mengejar Dentsu di pengadilan sipil.

"Woodstock 50 telah mengajukan tindakan ini untuk memastikan pertolongan penuh atas kerugian yang disebabkan oleh Dentsu selain yang dibahas dalam arbitrase dua pihak yang tertunda," kata gugatan itu.

Gugatan itu juga menyatakan klaim campur tangan dengan kontrak, pencemaran nama dagang, dan konspirasi.

Woodstock 50 menuduh Dentsu menyebarkan kabar buruk soal acara tersebut usai memasukkan anak perusahaan mereka ke ajang itu, berharap konser tersebut berlanjut tanpa perusahaan Jepang tersebut.

[Gambas:Video CNN]





(agn/end)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK