Covering Lagu, Lirik Tema BKKBN Disulih ke 34 Bahasa Daerah

BKKBN, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 21:02 WIB
BKKBN (iklan) Aktris Prilly Latuconsia didapuk menyanyikan lagu tema BKKBN, Berencana itu Keren. (Foto: BKKBN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memperingati Hari Keluarga Nasional ke-27, Generasi Berencana (GenRe) sebagai program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menyasar para remaja Indonesia itu menggelar Festival GenRe.

Berbagai acara disusun dalam Festival GenRe, seperti workshop online bertajuk Tentang Kita bagi 3.000 Pendidik Sebaya (PS), kompetisi nyanyi lagu tema Berencana itu Keren, kampanye 2125 Keren, hingga program Keluarga Bantu Keluarga, dan launching rebranding BKKN dan Kartu Anggota GenRe.

Masing-masing acara memiliki keterkaitan satu dengan yang lain, namun memuat pesan yang sama, yakni bahwa remaja Indonesia harus memiliki perencanaan kehidupan yang baik, seperti tertuang dalam lagu tema BKKBN yang dinyanyikan oleh aktris Prilly Latuconsina dan ditulis oleh Melly Goeslaw, berjudul Berencana itu Keren.


Dalam kompetisi menyanyikan Berencana itu Keren, lirik lagu tersebut lantas disulih ke 34 bahasa daerah, sesuai jumlah provinsi di Indonesia sebagai upaya menjangkau masyarakat dan remaja di daerah.

Lomba dibuka untuk semua remaja Indonesia melalui platform YouTube dan Instagram. Lewat proses penjurian, tersaring 10 nominator GenRe yang lantas ditentukan menjadi tiga Terbaik Harapan dan tiga Terbaik Utama. Masing-masing Terbaik Harapan adalah yang menyanyikan Berencana itu Keren dalam bahasa Bengkulu, Gorontalo, dan Maluku Utara sebagai juara satu.

Sementara, tiga predikat Terbaik Utama jatuh pada GenRe Sulawesi Utara di peringkat terakhir, Melisa yang bernyanyi dalam bahasa Aceh di peringkat kedua, dan dinobatkan sebagai juara pertama adalah GenRe dari Papua.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, GenRe adalah tulang punggung bagi remaja Indonesia. GenRe sendiri memiliki misi menolak seks pranikah, pernikahan dini, dan narkoba. Beragam program dibuat untuk mengkampanyekan ketiga hal itu kepada masyarakat, utamanya remaja dan mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

"GenRe itu memang menjadi tulang punggung remaja. Bagus sekali yang diungkapkan, jangan sampai nikah dini, jangan sampai ada seks pranikah, kemudian jangan pakai narkoba," kata Hasto dalam acara Road to Hari Keluarga Nasional Ke-27 yang diadakan CNNIndonesia, Sabtu (27/6).

Sebelumnya, Hasto memaparkan bahwa perencanaan pembangunan keluarga bertujuan agar anak yang kelak dilahirkan menjadi generasi unggul dan sehat. Pasangan muda yang ingin menikah hendaknya mengetahui 8 fungsi keluarga sebagai dasar, yakni fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, sosial budaya, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

(rea)


ARTIKEL TERKAIT