Meghan Markle Bantah Beri Pasokan Info ke Penulis Buku

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 05:21 WIB
Pengacara Meghan Markle membantah kliennya bekerja sama dengan penulis buku Finding Freedom soal kehidupan mantan aktris tersebut dengan Harry. Pengacara Meghan Markle membantah kliennya bekerja sama dengan penulis buku Finding Freedom soal kehidupan mantan aktris tersebut dengan Harry. (BEN STANSALL / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengacara Meghan Markle membantah kliennya bekerja sama dengan penulis buku Finding Freedom soal kehidupan mantan aktris tersebut dengan Harry. Hal itu disampaikan oleh pengacara Meghan Markle, Justin Rushbrooke dalam sidang yang digelar di London, Senin (21/9) lalu.

Persidangan tersebut terkait dengan gugatan Markle terhadap Associated Newspapers atas tuduhan penyalahgunaan informasi pribadi, pelanggaran hak cipta, dan pelanggaran perlindungan data terkait dengan surat yang ia tulis untuk ayahnya, Thomas, yang bocor ke jaringan media tersebut.

Pengacara untuk Associated Newspapers yang membawahi media The Daily Mail dan Mail on Sunday mengklaim bahwa Meghan memberikan informasinya sendiri ke publik dengan bekerja sama dengan Carolyn Durand dan Omid Scobie.


Keduanya adalah penulis dari buku Finding Freedom: Harry and Meghan and the Making of a Modern Royal Family yang berisi informasi orang dalam tentang pernikahan Meghan dan Harry serta di balik keputusan mundur dari keluarga Kerajaan Inggris.

Rushbrooke pun membantah klaim tersebut. Dalam surat kepada pengadilan, ia menyatakan "Penggugat dan suaminya tidak berkolaborasi dengan penulis dalam buku tersebut, mereka juga tidak diwawancara untuk buku tersebut, dan tidak memberikan foto kepada penulis untuk buku tersebut,"

Pada Selasa (22/9), Rushbrooke juga menolak klaim yang dibuat dalam buku tersebut dan menyatakan buku itu sebagai "amat provokatif", "produk kreasi", dan "tak akurat".

Sementara itu, salah satu penulis buku, Scobie juga membantah tudingan tersebut. "Segala pernyataan bahwa Duke dan Duchess berkolaborasi dalam buku tersebut adalah salah."

Pengacara Associated Newspapers menyebut buku Finding Freedom "memuat banyak informasi mendetail tentang kehidupan pribadi [Meghan], termasuk sejumlah bagian yang merujuk pada hubungan dan komunikasi dengan ayahnya,"

"Dan bagian yang merujuk pada surat yang menjadi inti permasalahan dari kasus ini." kata pengacara jaringan media tersebut, dikutip dari Aceshowbiz.

Meghan Markle dan Harry diketahui menuntut sejumlah media yang berada di bawah naungan Associated Newspapers Limited atas pembocoran surat darinya kepada ayahnya, Thomas, dan diterbitkan di The Mail on Sunday.

Meghan dan Harry mengirim surat kekecewaan mereka kepada pemimpin redaksi the Sun, Daily Mail, Mirror, dan Express pada April lalu dan menyatakan "tak ada pembenaran dan tak akan ada keterikatan" dengan tabloid tersebut.

Hubungan panas antara Harry-Meghan Markle dengan media di Inggris sudah dimulai kala keduanya akan menikah, terutama ketika skandal pengarangan foto oleh ayah Meghan, Thomas, terbongkar ke publik.

Kala itu, Thomas diketahui mengarang cerita paparazi menguntit dirinya berkegiatan jelang pernikahan. Tindakan itu kemudian terbongkar bahwa Thomas dan sang paparazi sudah menjalin kerja sama.

Sejak saat itu pula, kehidupan Meghan Markle menjadi bahan berita bagi banyak media selama berbulan-bulan, bahkan hingga mereka sudah menikah dan memiliki anak.

Harry bahkan sempat menuntut sejumlah media Inggris yang menyebarkan surat dari adik Pangeran William itu kepada ayah Meghan.

Meski memblokir sejumlah media besar Inggris pada April lalu, Harry-Meghan menyebut keputusan mereka itu tidak berlaku bagi semua media dan mereka akan terus bekerja sama dengan wartawan di seluruh dunia.

(end)

[Gambas:Video CNN]