The Panturas Pakai Cara Baru Garap Album Anyar kala Pandemi

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 19:01 WIB
The Panturas mengaku bekerja dengan jarak jauh dan secara bergantian masuk ke studio demi mencegah penyebaran Covid-19 dalam mengerjakan album teranyar mereka. The Panturas mengaku bekerja dengan jarak jauh dan secara bergantian masuk ke studio demi mencegah penyebaran Covid-19 dalam mengerjakan album teranyar mereka. (dok. The Panturas)
Jakarta, CNN Indonesia --

The Panturas rupanya harus putar otak demi mengerjakan album baru di tengah pandemi. Mereka mengaku bekerja dengan jarak jauh dan secara bergantian masuk ke studio demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami sudah rekam beberapa instrumen di studio di Jakarta, ganti-gantian, dengan sistem shift, karena lagunya sudah ada," kata Acin kala dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (23/11).

"Dan masing-masing dari kami juga sudah tahu bagian-bagiannya. Jadi kami tinggal ganti-gantian yang datang ke studio di Jakarta," lanjutnya.


Acin menyebutkan, masing-masing anggota juga merekam 'tugas' mereka di studio dekat kediaman rumah yang memiliki alat musik lebih memadai. Hasil dari masing-masing bagian kemudian dikirim via surel demi proyek ini tetap bisa berjalan walau tak bertatap muka.

Mengerjakan album baru dengan cara yang belum pernah digunakan sebelumnya ini diakui membuat mereka kerepotan. Sebelumnya The Panturas selalu bersama dalam sebuah studio untuk mengerjakan album.

"Ya kami awalnya kelabakan, bagaimana melanjutkan ini," kata Uya, drumer The Panturas.

"Ya sudah kami akhirnya dilakukan ke studio teman, tapi tetap diarahkan oleh produser rekaman agar materinya tetap on the track," lanjutnya.

Terlepas dari kendala yang dihadapi, The Panturas berharap album baru yang masih belum diumumkan judulnya ini akan dirilis tahun depan. Mereka pun belum ingin memberikan rincian lebih lanjut dan hanya mengatakan baru rampung mengerjakan dari segi instrumen serta masih mencari komposisi lain yang pas.

Meski begitu, mereka memberi isyarat bahwa karya teranyar nanti akan berisi alunan musik etnis lainnya tanpa kehilangan rasa dari musik lama mereka. Hal itu pun sempat mereka perlihatkan dalam single Balada Semburan Naga yang dirilis 14 November lalu.

"Album baru ini kami masih bawa konsep The Panturas yang lama. Cuma banyak memasukkan unsur-unsur baru, seperti unsur etnis," kata Acin.

"Unsurnya macam-macam, seperti di single yang ada unsur China yang kami dapatkan dari ondel-ondel keliling, ada sedikit unsur lagu Betawi," lanjutnya.

"Secara sound kami ingin lebih matang, dibandingkan album sebelumnya, karena di album sebelumnya kita beneran take live langsung di studio, take bareng-bareng," kata Uya.

[Gambas:Youtube]

"Kami di sini pakai take by take, jadi bergiliran bass, drum. Kami ingin lebih detail, secara produksi musik banyak lagu yang formatnya baru kami lakukan, kayak di lagu baru ini kita pakai format lagu yang sahut-sahutan," kata Uya.

"Jadi secara lirik juga kami buat kayak drama, jadi kayak ada yang berperan sebagai apa dan [yang lain] sebagai apa seperti di single Balada Semburan Naga," lanjutnya.

Sebelumnya The Pantura merilis single Balada Semburan Naga dengan menggandeng Adipati dari The Kudaa. Single ini menjadi pembuka The Panturas kembali setelah merilis album pertama mereka, Fish Bomb, 2 tahun silam.

(nly/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK