Silap Nama Maradona, Warganet Malah Berduka untuk Madonna

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 07:50 WIB
Sejumlah warganet silap ketika melihat kabar Diego Maradona meninggal dunia hingga akhirnya mereka malah berduka untuk penyanyi Madonna. Sejumlah warganet silap ketika melihat kabar Diego Maradona meninggal dunia hingga akhirnya mereka malah berduka untuk penyanyi Madonna. (Kevin Winter/Getty Images for iHeartMedia/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warganet silap ketika melihat kabar legenda sepak bola, Diego Maradona, meninggal dunia hingga akhirnya mereka malah berduka untuk bintang pop asal Amerika Serikat, Madonna.

Ucapan duka tersebut membanjiri jejaring sosial tak lama setelah kabar mengenai kepergian Maradona tersebar pada Kamis (26/11) dini hari.

Beberapa warganet bahkan begitu bertekad mengucapkan duka sampai-sampai membuat video berlatar lagu Madonna dengan gambar foto sang bintang pop dengan keterangan, "RIP MADONNA, 1958-2020."


"RIP Madonna, kau akan selalu ada di hati kami. Legenda," tulisnya di Twitter.

Seorang warganet lainnya langsung membalas twit itu dengan mengingatkan bahwa bukan Madonna yang meninggal, melainkan Maradona.

Namun, pemilik akun Twitter itu tetap membela diri dengan menuliskan, "Itu MADONNA, ratu pop, penyanyi yang suka bermain sepak bola untuk Argentina di waktu senggangnya."

Tak hanya satu orang, ternyata banyak warganet yang silap nama, hingga pencarian Madonna di Google meningkat drastis, hampir seimbang dengan Maradona. Di Twitter sejumlah negara, nama Madonna bahkan menjadi topik tren, bersanding dengan nama Maradona.

Fenomena ini terbaca oleh kepala bagian jurnalisme data di The Economist, Alex Selby-Boothroyd, yang mengunggah hasil riset kilatnya di Twitter.

"Hukum Madona - Jika orang dapat salah baca sesuatu di internet, mereka akan melakukannya," tulis Selby Boothroyd di Twitter.

Maradona meninggal dunia di rumahnya di Tigres, Argentina, pada Rabu (25/11) karena mengalami masalah jantung. Sebelumnya, Maradona juga sempat dirawat di rumah sakit usai menjalani operasi otak.

Ia pertama kali dirawat di rumah sakit pada 3 November lalu karena dugaan dehidrasi, anemia, dan depresi.Maradona kemudian didiagnosis mengalami pembekuan otak dan harus menjalani operasi mendadak.

Operasi sebenarnya berjalan lancar. Namun pada Rabu, kuasa hukum Maradona, Matias Morla, mengonfirmasi bahwa kliennya itu sudah mengembuskan napas terakhirnya.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK