Larry Flynt, dari Tentara hingga Taipan Industri Porno

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 16:36 WIB
Larry Flynt hidup dari keluarga miskin di Magoffin, Negara Bagian Kentucky. Sempat menjadi tentara nasibnya melambung jadi taipan di industri porno. Larry Flynt meninggal pekan lalu. (REUTERS/Gus Ruelas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Larry Claxton Flynt Jr tengah menjadi perbincangan setelah ia meninggal. Pasalya, pemakaman raja porno ini kabarnya akan dimeriahkan pesta dengan penari striptis yang berlangsung di Hustler Club, Las Vegas, Amerika Serikat.

Bila menegok ke belakang, kehidupan masa kecil Flynt tidak semewah ketika ia menjadi pengusaha media dalam industri porno. Lahir pada 1 November 1942, ia hidup dalam kemiskinan dan hanya dibesarkan oleh ibu serta neneknya.

Bukan tidak peduli, tetapi ayahnya bertugas di United States Army dalam Perang Dunia II. Hal itu membuatnya tidak bisa membesarkan Flynt yang tinggal di daerah Magoffin, daerah paling miskin di negara bagian Kentucky pada era 1940an.


Alih-alih membaik, semakin dewasa kehidupannya semakin tidak jelas ketika orang tuanya memutuskan bercerai setelah kakak pertama Flynt meninggal karena leukemia. Ia pun ikut bersama ibunya yang memutuskan untuk pindah ke Hamlet, Indiana.

Sayangnya, keputusan tersebut tidak selalu membuatnya bahagia. Kurang lebih dua tahun setelah pindah ke Hamlet, ia mamutuskan untuk kembali ke Magoffin lantaran tidak suka dengan pacar baru ibunya.

Pulang ke kampung halaman dan tinggal bersama ayahnya ternyata juga tidak membuatnya tenang. Ia malah kabur dari rumah pada usia 15 tahun dan bergabung dengan United States Army bermodalkan akta kelahiran palsu.

Ia memang sempat mencoba mengikuti jejak sang ayah menjadi tentara di Negeri Paman Sam.

Namun, kehidupannya kembali tidak pasti. Ia diberhentikan dengan hormat dari United States Army, kemudian kembali tinggal bersama ibunya, kembali tinggal bersama ayahnya, bergabung dengan United States Navy, dan kembali diberhentikan dengan tidak hormat.

Bisa dibilang Flynt mulai menjalani hidup yang pasti dan ia suka sejak 1965. Kala itu ia menggunakan uang tabungan sebesar US$1.800 untuk membeli bar bernama Keewee milik ibunya yang terletak di Dayton, Ohio. Ia merenovasi dan kembali membuka bar tersebut.

Usaha Flynt berbuah manis,hingga berhasil meraup uang sebesar US$1.000 setiap pekan. Keuntungan yang didapat ia tabung yang kemudian ia gunakan untuk membeli dua bar lain hingga, hingga akhirnya membuka bar berkelas bernama Hustler yang menampilkan striptis.

Bisnis bar milik Flynt semakin berkembang pada 1968 dan seterusnya. Ia membuka cabang bar Hustler di Akron, Cleveland, Columbus, Cincinnati, dan Toledo atas bantuan saudara dan pavarnya. Kurang lebih dalam setahun setiap bar menghasilkan US$260 ribu - US$520 ribu.

Bisnisnya semakin besar ketika ia membuat majalah Hustler yang berisikan informasi dan berbagai hal berkaitan dengan bar miliknya. Sayangnya pada 1973 terjadi krisis minyak hingga bisnis Flynt terdampak, bahkan ia harus membayar hutang ke Bank atau menyatakan bangkrut.

Saat itulah ia memutuskan mengubah majalah Hustler menjadi majalah porno yang belakangan membuatnya kara raya.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu edisi majalah Hustler yang paling fenomenal adalah edisi Agustus 1975 yang membuat foto bugil First Lady Jacqueline Kennedy Onassis. Foto itu ia dapat dari seorang fotografer yang memotret Jacqueline saat berjemur bugil pada 1971.

Tanpa pikir panjang, Flynt membeli foto itu seharga US$18 ribu. Uang yang dikeluarkan untuk membeli foto itu tidak ada apa-apanya lantaran edisi tersebut berhasil terjual satu juta kopi dalam beberapa hari.

Tidak berhenti sampai di situ, ia mendirikan Larry Flynt Publications (LFP). Perusahaan in menjadi induk dari majalah Hustler, sejumlah video porno yang ia produksi, dan tiga kanal televisi porno yang diberi nama Hustler TV.

Sayangnya, pada masa kejayaannya ia hampir meninggal setelah mendapat serangan dari pembunuh bayaran bernama Joseph Paul Franklin. Kejadian ini membuat tubuh Flynt dari pinggang sampai kaki lumpuh sehingga ia harus menggunakan kursi roda seumur hidup.

Ia pun tidak ingin menggunakan kursi roda biasa seperti yang banyak digunakan orang-orang. Ia menggunakan kursi roda berlapiskan emas, mulai dari kerangka, pelek, sampai jari-jari pelek berlapiskan emas. Flynt benar-benar bak raja porno yang memberikan komando dari kursi roda.

Kelumpuhan yang ia alami tak membuatnya kehilangan pamor dalam industri porno. Pada tahun 2003 lalu majalah Arena menempatkan Flynt pada peringkat pertama dalam 50 Powerful People in Porn, itulah dia, raja porno berkursi roda.

(adp/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK