Jakarta, CNN Indonesia -- Fajar Endra Taruna Mangkudisastro, atau yang lebih dikenal dengan nama Jarwo Naif angkat bicara terkait kabar bubarnya band Naif. Gitaris Naif tersebut mengaku bahwa keputusan itu diambil tanpa sepengetahuannya karena ia merasa tidak dilibatkan.
Hal tersebut dikatakan Jarwo Naif dalam channel YouTube-nya Jarwo Fekgitar pada Rabu (19/5). Dalam video tersebut Jarwo menduga bahwa ada pertemuan yang dilakukan oleh tiga anggota Naif yakni David, Emil dan Pepeng untuk memutuskan bahwa band tersebut bubar tanpa terlebih dulu memberitahunya.
Dugaan itu muncul setelah setelah rentetan komentar dari para anggota Naif yang tersebar di media sosial dan media massa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah gue tonton interview-interview ini gue menganalisa dan gue mengumpulkan data-data dari data yang gue dapat, gue bisa mengatakan bahwa mereka mengadakan pertemuan bertiga tanpa gue, tanpa sepengetahuan gue dan membahas hal-hal yang krusial di Naif yang gue enggak tahu itu apaan," ujar Jarwo.
Interview yang dimaksud Jarwo tersebut merupakan video yang diunggah vokalis Naif, David Bayu yang mengakui bahwa kondisi band tersebut "masuk kategori bubar".
Ia menyebut kondisi yang dihadapi oleh band itu tak lepas dari situasi pandemi yang terjadi. Ia merasakan bahwa ketika pandemi, semua orang menjadi semakin terpisah.
"Ya bisa dibilang masuk kategori bubar," kata David dalam video yang diunggah di akun YouTube miliknya, pada Senin (10/5) lalu.
Dalam video tersebut David menyebutkan pembahasan pembubaran band tersebut sudah pernah menjadi topik pembicaraan antar anggota Naif.
"Keputusannya? Sebenarnya waktu itu, sempat ada wacana sebelum kejadian ini, ada wacana kayaknya enggak bisa diterusin, dari salah satu personel," lanjutnya
Jarwo menilai pernyataan David tersebut mengindikasikan ada perbincangan di antara tiga anggota Naif untuk mengumumkan bahwa band Naif bubar.
"Sampai ada interview, sebagian gue tahu, misalnya gue tahu mereka bertiga ngobrol Naif bubar, mereka bertiga ngobrol merencanakan mempublikasikan pembubaran Naif resmi pada ultah Naif ke 25 itu gue taunya di interview ya," ujar Jarwo.
"Dan mereka seakan-akan membuat perjanjian untuk tidak menggembar gemborkan hal ini soal Emil, Pepeng keluar untuk [menjadi] konsumsi publik. Mereka seperti punya kesepakatan untuk diem-diem aja nih, itu yang gue tangkap mereka meeting bertiga atau plus manajemen," lanjutnya.
Kendati demikian, gitaris kelahiran 24 November 1974 ini mengatakan bahwa pembahasan pembubaran band tersebut sudah pernah menjadi topik pembicaraan antar anggota Naif pada sekitar 2019.
Dalam pertemuan itu, Jarwo menjelaskan hal itu berawal dari pertanyaan Emil yang menanyakan nasib Naif apabila salah satu anggota band keluar. Namun, keempat anggota Naif sepakat untuk tidak melanjutkan pembahasan karena Naif masih aktif tampil.
Lebih lanjut Jarwo mengatakan bahwa kesepakatan akhir terkait mekanisme pembubaran band Naif masih belum tercapai karena masih perlu diskusi lebih lanjut bersama seluruh anggota band.
"Di interview Emil bilang ada satu masalah yang kita belum terselesaikan. Ini nyambung nih sama telepon gue sama dia, harus duduk berempat untuk cari solusi dan sampai sekarang gue belum tahu, dan gue mau tahu dan gue tunggu, dan kita harus duduk berempat, apa masalahnya?" ujar Jarwo.
Ia pun lantas meminta ada satu pertemuan yang bisa menghadirkan seluruh anggota Naif untuk memutuskan nasib band Naif dengan mekanisme yang semestinya.
"Sebenarnya dari kemarin-kemarin gue sudah tunggu. Ayo nih pandemi udah mulai santai nih kita juga udah tahu prokes ayo dong ketemu berempat kalian jangan ngobrol bertiga aja. Gue tau pasti mereka ngobrol bertiga tanpa ada gue."
"Gue berharap mungkin ada kesempatan untuk duduk berempat untuk membicarakan masalah ini, kalau ada masalah tolong gue dikasih tahu kali aja kita berempat bisa ngasih solusi dari pada sendiri-sendiri," ujarnya.
Berlanjut ke halaman kedua...
Tanggung Jawab kepada Penggemar
Band Naif bubar. (Tangkapan Layar Instagram/@naifband)
Selain itu Jarwo juga melihat bahwa Naif perlu untuk memberikan klarifikasi sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka kepada penggemar yang telah setia bersama mereka selama 25 tahun terakhir.
Dalam kesempatan ini, Jarwo Naif juga mengomentari tentang surat pernyataan dari mantan manajemen Naif yang berisi pemberitahuan pembubaran band tersebut. Dari keempat anggota Naif, hanya dia yang tidak ikut menandatangani surat tersebut.
Jarwo beralasan surat pernyataan tersebut tidak jelas legalitasnya. Ia pun bersikukuh bahwa Naif belum bubar.
"Jadi gini ya kondisinya, kalo [misalnya] surat yang tadi datang yang ditandatangani tiga personil Naif, kecuali gue itu dianggap resmi jadi Naif masih tinggal gue sendiri. Ini karena kita berempat enggak pernah bahas Naif mau diapain, kalo gue sendiri di Naif, kalau David bilang Naif hiatus ya ada benarnya juga karena tinggal gue yang belum ngasih statement," ujarnya.
Lebih lanjut Jarwo membenarkan bahwa dirinya sudah sering dimintai pernyataan oleh berbagai pihak soal kabar pembubaran Naif. Namun ia tidak buka suara karena masih menunggu proses diskusi bersama seluruh anggota Naif.
"Jadi menurut surat itu tinggal gue sendiri, tapi buat gue surat itu cacat, jadi yang bener mana, ya Naif harusnya punya cara yang baguslah buat ngelarin ini, buat mengklarifikasi apa yang terjadi di Naif, buat gue ini kan PSO [public service obligation] karena Naif kan udah punya publik," ujar Jarwo.
"Jadi kalo ada apa-apa sama Naif publik dikasih tahu, enaknya kita duduk berempat, ada apa nih, ada solusi nggak, nah masalahnya kapan nih duduk berempatnya. Jadi Naif bubar nggak nih, udah dengar cerita gua kan," pungkasnya.
CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Jarwo via pesan langsung untuk konfirmasi pernyataan soal pembubaran Naif, namun belum mendapat tanggapan hingga berita ini tayang.
Selain David Bayu yang menegaskan rumor bahwa Naif bubar, pemain bass Naif, Emil Hussein, sebelumnya membenarkan bahwa dirinya hengkang dari grup tersebut.
"Iya. Benar (sudah keluar dari Naif)," kata Emil kepada CNNIndonesia.com melalui pesan di Instagram, Jumat (7/5).
Selain Emil, drummer Pepeng juga mengiyakan telah hengkang dari Naif.
"Seperti yang Emil bilang, memang benar (sudah keluar dari Naif)," ujar Pepeng melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (7/5).
Naif sendiri aktif di industri musik Indonesia sejak tahun 1995. Selama lebih dari 20 tahun, Naif telah melahirkan setidaknya 11 album studio.