7 Film Asia yang Diputar di Festival Film Cannes 2021
CNN Indonesia
Minggu, 11 Jul 2021 11:19 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Film Emergency Declaration (Foto: Showbox Co., Ltd.)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah vakum setahun akibat pandemi Covid-19, Festival Film Cannes kembali digelar tahun ini. Ajang penghargaan bergengs insan perfilman dunia ini berlangsung pada 6-17 Juli.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, ajang Festival Film Cannes 2021 kembali menampilkan film-film dari berbagai negara, mulai dari sutradara kenamaan AS, Wes Anderson lewat karya berjudul The French Dispatch, hingga karya Paul Verhoeven dari Belanda berjudul Benedetta.
Film-film dari Asia juga diputar selama festival berlangsung. Salah satunya karya sutradara Ryusuke Hamaguchi dari Jepang berjudul Drive My Car.
Film ini bahkan masuk di kategori Competition dan akan bersaing dengan film terbaru dari aktor pemenang Oscar Sean Penn, Flag Day untuk memenangkan piala Palme d'Or.
Berikut daftar film dari Asia yang diputar di Festival Film Cannes ke-74.
1. Drive My Car (Jepang)
Film Drive My Car merupakan karya terbaru dari sutradara dari Jepang Ryusuke Hamaguchi setelah film Wheels of Fortune and Fantasy memenangkan piala Jury Prize ajang Festival Film Berlin.
Kini, Ryusuke Hamaguchi kembali dengan film baru berjudul Drive My Car yang diadaptasi dari cerita pendek Haruki Murakami. Film bercerita tentang seorang pria bernama Yusuke (Hidetoshi Nishijima) yang berprofesi sebagai aktor dan sutradara sebuah pementasan.
Ia menikah dengan Fukaku (Reika Kirishima), yang bekerja sebagai penulis naskah. Namun, kehidupan pernikahan yang bahagia tiba-tiba berantakan setelah Fukaku tiba-tiba menghilang dan meninggalkan sebuah rahasia.
Dua tahun kemudian, Yusuke mendapat pekerjaan baru sebagai sutradara teater di Hiroshima. Di sana, ia bertemu dengan Misaki (Toko Miura) yang menjadi sopir pribadinya.
Selama di dalam mobil, Misaki tidak banyak bicara. Hal itu justru membuat Yusuke mempelajari hal-hal yang selama ini terabaikan dalam hidupnya.
Sutradara Apichatpong Weerasethakul dari Thailand kembali mempersembahkan karya terbarunya di ajang Festival Film Cannes tahun ini lewat film berjudul Memoria.
Film dengan latar Kolombia ini menampilkan aktirs Tilda Swinto, yang berperan sebagai seorang wanita dari Skotlandia yang melakukan perjalanan yang melampaui batas nalar hingga mempengaruhi ingatan dan identitasnya.
Apichatpong Weerasethakul telah meraih piala Palme d'Or untuk filmnya berjudul Uncle Boomee Who Can Recall His Past Lives pada tahun 2010.
Kini, ia akan kembali bersaing dengan para nominator untuk kategori Competition lewat film Memoria yang akan dirilis pada 15 Juli mendatang.
3. Emergency Declaration (Korea Selatan)
Film terbaru sineas Korea Selatan, Han Jae-rim juga tayang Festival Film Cannes tahun ini dalam kategori Out of Competition. Film bergenre thriller ini bercerita tentang sebuah pesawat yang menuju ke Hawaii dihantam bencana luar biasa.
Sang pilot pun berusaha agar pesawat melakukan pendaratan darurat. Song Kang-ho berperan sebagai detektif yang menyelidiki kecelakaan itu pesawat tersebut.
Selain Song Kang-ho, film ini juga banyak menampilkan aktor terkenal lain, termasuk Lee Byung-hun, Jeon Do-yeon dan Im Si-wan. Sementara itu, Song Kang-ho juga ditunjuk sebagai anggota juri dalam Festival Film Cannes tahun ini.
Film Emergency Declaration masuk dalam kategori Out of Competition bersama beberapa film lainnya, seperti From Africa With Love karya Nicolas Bedos, Peaceful karya Emmanuelle Bercot dari Perancis dan Where Is Anne Frank karya Ari Folman dari Israel.
4. In Front of Your Face (Korea Selatan)
Film terbaru dari sutradara kenamaan asal Korea Selatan Hong Sang-soo kembali tayang di Festival Film Cannes ke 74. Ini sekaligus menjadi penampilan ke-11 Hong Sang-soo di ajang tersebut.
Tak banyak informasi yang keluar tentang film yang dibintangi aktris Korea Lee Hye-young ini, bahkan penyelenggara Festival Film Cannes tahun ini, Thierry Fremaux, merahasiakan plot film tersebut.
Frémaux hanya memberikan sedikit catatan bahwa film ini sangat minimalis dan pribadi, serta kreatif yang akan menginspirasi. Sebelumnya, Hong Sang-soo baru saja meluncurkan film di Festival Film Berlin berjudul Introduction.
Karya terbaru sutradara Na Jiazuo dari China berjudul Gaey Wa'r tampil di Festival Film Cannes 2021. Film ini masuk dalam kategori Un Certain Regard bersama beberapa film lain seperti Moneyboys dan Women Do Cry.
Film Gaey Wa'r merupakan film bergenre kriminal yang berlatar awal 2000-an. Film ini mengikuti kisah hidup Dongzi yakni seorang laki-laki berusia 21 tahun yang menjadi antek penagih utang untuk melunasi tagihan medis ayahnya.
Sutradara Na Jiazuo mengatakan bahwa film ini adalah sebuah gambaran dari kehidupan di jalanan yang sulit. Kendati sulit, hal itu bisa menjadi batu loncatan bagi orang yang bersungguh-sungguh.
Film tersebut dibintangi oleh Li Jiuxiao, yang baru saja menyelesaikan film The Eight Hundred (2020).
6. Moneyboys (China)
Sineas C.B. Yi dari China akhirnya debut di Festival Film Cannes tahun ini lewat film Moneyboys. Film ini bercerita tentang seorang penipu jalanan bernama Fei (Kai Ko Chen-tung).
Kehidupannya tiba-tiba berubah drastis ketika dirinya menyadari bahwa keluarganya yang selama ini mengambil uangnya tidak menerima pilihannya sebagai homoseksual.
Dalam menggarap film ini, C.B. Yi menggandeng sineas Jean-Louis Vialard yang sebelumnya terlibat di film fitur besutan Apitchatpong berjudul Tropical Malady (2004).
Film Moneyboys diputar di kategori Un Certain Regard dan akan bersaing untuk mendapatkan penghargaan Camera d'Or untuk fitur pertama terbaik.
7. The Year of the Everlasting Storm (Berbagai Negara)
Selain film features, sebuah film antologi berjudul The Year of the Everlasting Storm juga tayang di Festival Film Cannes tahun ini. Film ini menampilkan karya dari tujuh sutradara dan direkam di sejumlah negara termasuk AS, Iran, Chili, Cina, dan Thailand.
Film tersebut merupakan bentuk 'surat cinta untuk bioskop', yakni setiap sutradara merekam segmen yang sangat pribadi selama pandemi.
Film ini melibatkan sutradara Apichatpong Weerasethakul dari Thailand dan Anthony Chen dari Singapura. Selain dari Asia, film ini juga digarap oleh sutradara dari Iran yakni Jafar Panahi dan dua sutradara film asal AS yakni Laura Poitras dan David Lowery.
Film The Year of the Everlasting Storm diputar untuk kategori Special Screenings di Festival Film Cannes tahun ini.
Setelah vakum setahun akibat pandemi Covid-19, Festival Film Cannes kembali digelar tahun ini. Ajang penghargaan bergengs insan perfilman dunia ini berlangsung pada 6-17 Juli.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, ajang Festival Film Cannes 2021 kembali menampilkan film-film dari berbagai negara, mulai dari sutradara kenamaan AS, Wes Anderson lewat karya berjudul The French Dispatch, hingga karya Paul Verhoeven dari Belanda berjudul Benedetta.
Film-film dari Asia juga diputar selama festival berlangsung. Salah satunya karya sutradara Ryusuke Hamaguchi dari Jepang berjudul Drive My Car.
Film ini bahkan masuk di kategori Competition dan akan bersaing dengan film terbaru dari aktor pemenang Oscar Sean Penn, Flag Day untuk memenangkan piala Palme d'Or.
Berikut daftar film dari Asia yang diputar di Festival Film Cannes ke-74.
1. Drive My Car (Jepang)
Film Drive My Car merupakan karya terbaru dari sutradara dari Jepang Ryusuke Hamaguchi setelah film Wheels of Fortune and Fantasy memenangkan piala Jury Prize ajang Festival Film Berlin.
Kini, Ryusuke Hamaguchi kembali dengan film baru berjudul Drive My Car yang diadaptasi dari cerita pendek Haruki Murakami. Film bercerita tentang seorang pria bernama Yusuke (Hidetoshi Nishijima) yang berprofesi sebagai aktor dan sutradara sebuah pementasan.
Ia menikah dengan Fukaku (Reika Kirishima), yang bekerja sebagai penulis naskah. Namun, kehidupan pernikahan yang bahagia tiba-tiba berantakan setelah Fukaku tiba-tiba menghilang dan meninggalkan sebuah rahasia.
Dua tahun kemudian, Yusuke mendapat pekerjaan baru sebagai sutradara teater di Hiroshima. Di sana, ia bertemu dengan Misaki (Toko Miura) yang menjadi sopir pribadinya.
Selama di dalam mobil, Misaki tidak banyak bicara. Hal itu justru membuat Yusuke mempelajari hal-hal yang selama ini terabaikan dalam hidupnya.
Sutradara Apichatpong Weerasethakul dari Thailand kembali mempersembahkan karya terbarunya di ajang Festival Film Cannes tahun ini lewat film berjudul Memoria.
Film dengan latar Kolombia ini menampilkan aktirs Tilda Swinto, yang berperan sebagai seorang wanita dari Skotlandia yang melakukan perjalanan yang melampaui batas nalar hingga mempengaruhi ingatan dan identitasnya.
Apichatpong Weerasethakul telah meraih piala Palme d'Or untuk filmnya berjudul Uncle Boomee Who Can Recall His Past Lives pada tahun 2010.
Kini, ia akan kembali bersaing dengan para nominator untuk kategori Competition lewat film Memoria yang akan dirilis pada 15 Juli mendatang.
3. Emergency Declaration (Korea Selatan)
Film terbaru sineas Korea Selatan, Han Jae-rim juga tayang Festival Film Cannes tahun ini dalam kategori Out of Competition. Film bergenre thriller ini bercerita tentang sebuah pesawat yang menuju ke Hawaii dihantam bencana luar biasa.
Sang pilot pun berusaha agar pesawat melakukan pendaratan darurat. Song Kang-ho berperan sebagai detektif yang menyelidiki kecelakaan itu pesawat tersebut.
Selain Song Kang-ho, film ini juga banyak menampilkan aktor terkenal lain, termasuk Lee Byung-hun, Jeon Do-yeon dan Im Si-wan. Sementara itu, Song Kang-ho juga ditunjuk sebagai anggota juri dalam Festival Film Cannes tahun ini.
Film Emergency Declaration masuk dalam kategori Out of Competition bersama beberapa film lainnya, seperti From Africa With Love karya Nicolas Bedos, Peaceful karya Emmanuelle Bercot dari Perancis dan Where Is Anne Frank karya Ari Folman dari Israel.
7 Film Asia yang Diputar di Festival Film Cannes 2021 (Bagian 2)
Film The Year of Everlasting Storm (Foto: Neon)
4. In Front of Your Face (Korea Selatan)
Film terbaru dari sutradara kenamaan asal Korea Selatan Hong Sang-soo kembali tayang di Festival Film Cannes ke 74. Ini sekaligus menjadi penampilan ke-11 Hong Sang-soo di ajang tersebut.
Tak banyak informasi yang keluar tentang film yang dibintangi aktris Korea Lee Hye-young ini, bahkan penyelenggara Festival Film Cannes tahun ini, Thierry Fremaux, merahasiakan plot film tersebut.
Frémaux hanya memberikan sedikit catatan bahwa film ini sangat minimalis dan pribadi, serta kreatif yang akan menginspirasi. Sebelumnya, Hong Sang-soo baru saja meluncurkan film di Festival Film Berlin berjudul Introduction.
Karya terbaru sutradara Na Jiazuo dari China berjudul Gaey Wa'r tampil di Festival Film Cannes 2021. Film ini masuk dalam kategori Un Certain Regard bersama beberapa film lain seperti Moneyboys dan Women Do Cry.
Film Gaey Wa'r merupakan film bergenre kriminal yang berlatar awal 2000-an. Film ini mengikuti kisah hidup Dongzi yakni seorang laki-laki berusia 21 tahun yang menjadi antek penagih utang untuk melunasi tagihan medis ayahnya.
Sutradara Na Jiazuo mengatakan bahwa film ini adalah sebuah gambaran dari kehidupan di jalanan yang sulit. Kendati sulit, hal itu bisa menjadi batu loncatan bagi orang yang bersungguh-sungguh.
Film tersebut dibintangi oleh Li Jiuxiao, yang baru saja menyelesaikan film The Eight Hundred (2020).
6. Moneyboys (China)
Sineas C.B. Yi dari China akhirnya debut di Festival Film Cannes tahun ini lewat film Moneyboys. Film ini bercerita tentang seorang penipu jalanan bernama Fei (Kai Ko Chen-tung).
Kehidupannya tiba-tiba berubah drastis ketika dirinya menyadari bahwa keluarganya yang selama ini mengambil uangnya tidak menerima pilihannya sebagai homoseksual.
Dalam menggarap film ini, C.B. Yi menggandeng sineas Jean-Louis Vialard yang sebelumnya terlibat di film fitur besutan Apitchatpong berjudul Tropical Malady (2004).
Film Moneyboys diputar di kategori Un Certain Regard dan akan bersaing untuk mendapatkan penghargaan Camera d'Or untuk fitur pertama terbaik.
7. The Year of the Everlasting Storm (Berbagai Negara)
Selain film features, sebuah film antologi berjudul The Year of the Everlasting Storm juga tayang di Festival Film Cannes tahun ini. Film ini menampilkan karya dari tujuh sutradara dan direkam di sejumlah negara termasuk AS, Iran, Chili, Cina, dan Thailand.
Film tersebut merupakan bentuk 'surat cinta untuk bioskop', yakni setiap sutradara merekam segmen yang sangat pribadi selama pandemi.
Film ini melibatkan sutradara Apichatpong Weerasethakul dari Thailand dan Anthony Chen dari Singapura. Selain dari Asia, film ini juga digarap oleh sutradara dari Iran yakni Jafar Panahi dan dua sutradara film asal AS yakni Laura Poitras dan David Lowery.
Film The Year of the Everlasting Storm diputar untuk kategori Special Screenings di Festival Film Cannes tahun ini.