Tampilkan Korupsi Militer Korsel, Korut Soroti Serial D.P.

CNN Indonesia | Senin, 13/09/2021 17:14 WIB
Media Korea Utara menyoroti cerita korupsi militer Korsel serial negara itu yang bertajuk D.P. Serial D.P dapat sorotan dari media Korea Utara. (Arsip Netflix via Twitter @netflixkr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media Korea Utara menyoroti serial Korea Selatan yang bertajuk D.P. Mereka menyatakan serial yang dibintangi Jung Hae-in, Koo Gyo-hwan, Kim Sung-kyun, dan Son Seok-koo mengungkap situasi buruk di angkatan bersenjata Korea Selatan selama ini.

"D.P. saat ini mendapatkan popularitas dari penonton global. Acara ini mengisahkan mereka yang mengejar rekan mereka yang kabur karena kekerasan, kekejaman yang tak tertahankan," kata media bertajuk Meari seperti dilansir Yonhap, Sabtu (11/9).

"Ini secara terang-terangan mengungkap ketidakdisiplinan, kekerasan, dan korupsi politik yang telah mengacaukan angkatan bersenjata Korea Selatan selama beberapa dekade," tulis mereka.


Mereka juga menyatakan serial tersebut dengan jelas mengindikasikan para tentara tersebut tidak bisa bertahan menghadapi kekerasan di sana tanpa harus kabur dari pos.

"Cerita yang menggambarkan peristiwa kehidupan nyata yang mengejutkan dan detail ini mendapatkan simpati dari banyak pemirsa di seluruh dunia," media tersebut melaporkan.

Secara garis besar, D.P. mengisahkan seorang tentara yang terjebak dalam situasi rumit karena ditugaskan menangkap para pembelot militer.

D.P merupakan singkatan dari Deserter Pursuit, sebuah unit Angkatan Darat yang melacak para tentara yang mangkir dari kewajibannya. Serial ini berfokus pada tokoh bernama Jun-ho (Jung Hae-in), yakni tentara yang ditugaskan di unit D.P karena kejelian dan kegigihannya.

Serial D.P. atau Deserter Pursuit merupakan serial hasil adaptasi webtun karya Kim Bo-tong. Tak hanya akan berfokus pada aksi pencarian tentara pembelot, serial ini juga akan memperlihatkan berbagai isu sosial dalam kehidupan militer secara mendalam.

Serial itu memiliki enam episode dan bisa ditonton di Netflix.

Sebelumnya, media Korea Utara kerap mengomentari serial atau program Korea Selatan lainnya.

Tahun lalu, mereka menuding Korea Selatan telah menyebarkan propaganda anti kepemimpinan negara sosialis tersebut melalui drama dan film yang dibuat dalam beberapa waktu terakhir.

Para sineas Korsel disebut menyebarkan "film dan drama anti-Korea Utara yang absurd dan dengki serta penuh kebohongan juga rekayasa."

Media tersebut memang tak menyebutkan detail rumah produksi atau judul drama serta film yang disebut menyebarkan propaganda anti-Korea Utara.

Namun kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menduga tudingan tersebut merujuk pada drama Crash Landing On You serta film Ashfall.



(chri/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK