Alasan Mira Lesmana Bersikeras Rilis Paranoia di Bioskop

adp, CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 06:15 WIB
Mira Lesmana memberanikan diri merilis film Paranoia di bioskop untuk memicu sineas lain memberanikan diri menghidupkan bioskop kembali. Mira Lesmana memberanikan diri merilis film Paranoia di bioskop untuk memicu sineas lain memberanikan diri menghidupkan bioskop kembali. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produser Mira Lesmana memutuskan untuk merilis film Paranoia di bioskop pada 11 November demi kebangkitan bioskop Indonesia. Keputusan tersebut ia ambil setelah berdiskusi dengan sineas Angga Dwimas Sasongko.

"Ketika kita bicara bioskop yang sudah buka, sangat sedikit yang mau daftar. Ada ketakutan enggak balik modal karena penonton enggak banyak," kata Mira saat jumpa media virtual, Senin (11/10).

Ia melanjutkan, "Saya bilang sama Angga bahwa ini enggak bisa. Kita harus berani menunjukkan beberapa semangat, di masa seperti ini kami punya karya dan kamu ini bagikan ke bioskop. Untuk mengingatkan bioskop ini ada."


Kakak musisi Indra Lesmana ini menilai perilisan film di bioskop sangat penting untuk menunjukkan bahwa sineas Indonesia mampu berkarya di tengah pandemi, kemudian menunjukkan bahwa Indonesia mampu melewati masa sulit.

Film Nussa yang digarap Angga Dwimas Sasongko bersama Visinema akan menjadi film Indonesia pertama yang rilis di bioskop pada 14 Oktober di masa PPKM.

Kemudian, Paranoia yang rilis pada 11 November akan menjadi film Indonesia kedua yang rilis di bioskop.

Mira menilai perilisan film di bioskop juga penting untuk kembali menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Dengan perilisan itu ia yakin teman-teman sineas akan ikut merilis film di bioskop.

"Sekarang banyak film Hollywood di bioskop, setelah 14 Oktober dan setelah 11 November ke depan akan banyak film lokal di bioskop," kata Mira.

Bioskop di DKI Jakarta kembali beroperasi di masa PPKM pada Kamis (16/9) bulan lalu. Pun sejumlah film Hollywood seperti Black Widow dan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings meramaikan bioskop.

Paranoia merupakan film drama thriller pertama sutradara Riri Riza. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat menggarap film drama dengan ketegangan sebagai respons kondisi terkini.

"Para sineas, aktor, dan seluruh pekerja film Indonesia mengalami cobaan yang sangat berat di masa pandemi ini. Namun sebagai kreator, kami tidak boleh berhenti berkarya dan harus terus menyiapkan film-film yang dekat dengan penontonnya," ujar Riri Riza.

Ide cerita film ini datang dari produser Mira Lesmana dan Riri pada awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka kemudian menulis skenario bersama Jujur Pranoto. Hingga akhirnya penulisan skenario rampung yang dilanjutkan dengan tahap produksi atau syuting.

Paranoia telah diputar perdana pada 25th Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) Korea Selatan pada Juli 2021 lalu dan terpilih dalam 20 Film Rekomendasi Asosiasi untuk Festival Film Indonesia 2021.

(adp/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK