Indonesia Masuk Daftar 5 Negara dengan Penurunan Kasus Covid Terbesar

KPCPEN | CNN Indonesia
Minggu, 28 Nov 2021 11:48 WIB
Pemerintah mengimbau agar pengakuan ini menjadi semangat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan menaati regulasi pengaturan libur Nataru. Ilustrasi, Indonesia tercatat serta dalam daftar 5 negara dengan penurunan kasus Covid-19 terbesar, yang mampu dipertahankan cukup lama. Pemerintah mengimbau agar pengakuan ini menjadi semangat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan menaati regulasi pengaturan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). (Foto: CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia tercatat serta dalam daftar 5 negara dengan penurunan kasus Covid-19 terbesar, yang mampu dipertahankan cukup lama. Pemerintah mengimbau agar pengakuan ini menjadi semangat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan menaati regulasi pengaturan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate mengatakan, pada daftar yang sama juga ada negara India, Filipina, Iran, dan Jepang. Indonesia mencatatkan penurunan kasus hingga 99,3 persen dari puncak lonjakan, dan mempertahankannya selama 130 hari.

Saat ini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia adalah sebanyak 2.564 kasus, dari 26.126 kasus ketika lonjakan kasus terjadi beberapa waktu lalu.


"Badan Kesehatan dunia WHO juga menetapkan Indonesia sebagai negara hijau dengan tingkat penularan rendah di bawah 2 persen," kata Johnny.

Situasi ini disebut sebagai prestasi baik bagi Indonesia, yang merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 melalui berbagai ikhtiar.

"Upaya dari tiap individu, sesederhana apapun itu, memberikan andil dalam penurunan kasus dan mencegah penularan. Seiring dengan pembukaan kegiatan, maka kesadaran kolektif dan upaya pengendalian diri masyarakat dalam penanganan pandemi harus tetap diperkuat," ujar Johnny.

Dia menambahkan, pengakuan tersebut sekaligus membuktikan penerapan PPKM, 3T (testing, tracing, treatment), percepatan vaksinasi, dan disiplin prokes merupakan langkah tepat. Namun, Johnny juga mengingatkan agar masyarakat tak jadi lengah. Terlebih, libur Nataru yang berpotensi memicu peningkatan mobilitas sudah dekat.

Sebagai antisipasi, pemerintah akan menetapkan regulasi yang mengatur kegiatan masyarakat pada periode Nataru. Adapun regulasi itu akan terus-menerus disosialisasikan, termasuk memangkas masa libur dan mengeluarkan larangan mengambil cuti bagi ASN.

"Butuh dukungan masyarakat agar implementasi kebijakan tersebut dapat memberikan efek optimal. Mari bersama menjaga Indonesia dengan tetap disiplin prokes dan taat aturan Nataru agar kita tidak masuk gelombang ketiga seperti di Eropa," kata Johnny.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER