Eks Drummer Kotak, Posan Tobing Gugat Warner Soal Royalti Lagu Sayang

Tim | CNN Indonesia
Selasa, 30 Nov 2021 07:31 WIB
Mantan drummer band Kotak, Posan Tobing, menggugat label Warner Music terkait dengan royalti atas lagu Sayang yang rilis pada 2012 lalu. Mantan drummer band Kotak, Posan Tobing, menggugat label Warner Music terkait dengan royalti atas lagu Sayang yang rilis pada 2012 lalu. (Screenshot dari Instagram @posantobing )
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan drummer band Kotak, Posan Tobing, menggugat label Warner Music terkait dengan royalti atas lagu Sayang yang rilis pada 2012 lalu.

Melalui kuasa hukum Posan, T Djohansyah, musisi itu menggugat Warner Music karena dianggap tidak membayar royalti sesuai aturan yang ada.

Gugatan yang disebut bernilai di atas Rp5 miliar ini sebenarnya sudah dimulai pada Juni 2020. Namun pandemi membuat proses gugatan tersebut tertunda dan baru dimulai beberapa waktu terakhir, salah satunya pada Senin (29/11) dengan agenda saksi.


"Perjanjian ada atau tidak ada, intinya lagunya Posan Tobing sudah dikomersialkan di Indonesia, Malaysia, dan dapat platinum," kata T Djohansyah seperti yang diberitakan detikHot pada Senin (29/11).

Terkait dengan pembayaran royalti yang bermasalah ini, Posan Tobing mengaku dirinya mengalami banyak kerugian selain dari rugi secara materi.

"Sedihlah kalau diceritakan, sampai enggak bisa omong. Bayangkan ini album dari 2012, ini sudah 2021. Di situ kan banyak hak yang seharusnya saya dapat, tentu hak saya untuk kebutuhan keluarga," kata Posan.

Posan mengaku bahwa perjuangan dirinya menggugat hak atas royalti ini tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang panjang, mengingat dirinya menghadapi label global.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantunya selama memperjuangkan hak atas royalti tersebut.

T Djohansyah menyebut situasi Posan Tobing diperlakukan "seperti bunga kering dalam vas bunga". Perlakuan tersebut dianggap tidak adil, mengingat drummer itu juga punya andil dalam lagu yang sukses.

Posan berharap perjuangan dirinya untuk mendapatkan royalti ini sebagai perwakilan untuk sesama musisi di Indonesia. Menurutnya banyak hak yang mestinya didapat oleh musisi namun tidak terlaksana dengan adil.

"Bukan proses yang mudah buat saya. Sakit banget perjalanan itu. Jadi mohon teman-teman semua minta tolong, ini untuk industri musik Indonesia. Kalau musik kita seperti ini terus, mau sampai kapan musisi Indonesia sejahtera," kata Posan Tobing, dikutip dari detikHot.

(end/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER