Meski Scream adalah fiksi, cerita pembunuh yang dilakukan Ghostface sejatinya berasal dari kisah nyata, yaitu pembunuhan berantai di Florida pada Agustus 1990. (dok. Paramount Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kisah slasher Scream kembali lagi setelah terakhir kali rilis pada 2011. Dalam Scream yang tayang di bioskop pada 14 Januari, kisah pembunuh dengan Ghostface kembali menebar teror.
Meski Scream adalah fiksi, cerita pembunuh yang digambarkan oleh Ghostface sejatinya berasal dari kisah nyata, yaitu pembunuhan berantai di Florida pada Agustus 1990.
Pembunuhan pada 1990 itu dilakukan Danny Rolling atau yang dikenal dengan nama Gainesville Ripper. Ia membunuh lima mahasiswi dalam empat hari. Kasus pembunuhan berantai itu menimbulkan ketakutan di masyarakat dan menyebabkan kekacauan di Florida.
Pembunuhan yang dilakukan Rolling terbilang memiliki pola. Ia bukan hanya membunuh para korbannya yang merupakan mahasiswi, tetapi juga memperkosa mereka, memutilasi, bahkan memposisikan mayat korbannya dengan posisi yang provokatif.
Dalam melakukan aksi pembunuhan, Rolling selalu merobek pakaian korbannya, menyekap mulut mereka agar tidak teriak, mengunci tangan mereka dengan borgol ataupun selotip, memperkosanya, dan menikam mereka dengan pisau dari belakang.
Rolling terbilang menargetkan korbannya secara acak. Caranya pun sederhana, hanya mencongkel jendela rumah yang ia amati dihuni oleh mahasiswi. Saat itu adalah musim gugur yang merupakan awal dari semester baru.
Danny Rolling diketahui memiliki riwayat masa kecil yang suram. Ia lahir di Shreveport pada 1954 sebagai anak dari ayah yang gemar melakukan kekerasan dalam rumah tangga secara membabi buta.
Ayah Danny, James Rolling yang diketahui berprofesi sebagai polisi, kerap melakukan kekerasan kepada istrinya atau ibu dari Danny, Danny, adik Danny yang bernama Kevin, bahkan kepada anjing mereka.
Ketika tumbuh remaja, Rolling sudah berurusan dengan kenakalan dan masalah hukum. Ia beberapa kali tertangkap polisi karena mencuri, dan mengintip perempuan yang berganti baju.
Danny Rolling atau yang dikenal dengan nama Gainesville Ripper.: (AFP/HO)
Perilakunya yang bermasalah juga membuat ia sulit mendapatkan pekerjaan. Hingga suatu kali, ia pindah ke Gainesville. Pada Agustus 1990, di sela-sela pekerjaannya mencuri di kota tersebut, ia melakukan pembunuhan dan ketagihan dengan hal itu.
Danny Rolling tertangkap pada 7 September 1990, berkat laporan seorang perempuan Shreveport yang mengaku mendapatkan kesaksian mengerikan dari mulut Danny sendiri.
Perempuan yang bernama Cindy Juracich mendapatkan cerita dari suaminya kala itu, Steven Dobbin, bahwa mereka sempat berbincang dengan pria yang diketahui penduduk setempat sebagai Danny Rolling.
Danny mengaku kepada Dobbin bahwa ia memiliki sebuah masalah: gemar menusukkan pisau ke seseorang. Kesaksian itu semakin membuat Juracich merinding ketika mengingat kesamaan pola dalam pembunuhan Gainesville dengan kasus pembunuhan keluarga Grissom di Shreveport.
Pada November 1989, Shreveport dikejutkan dengan kasus pembunuhan keluarga Grissom. Seluruh anggota keluarga itu dibantai ketika mereka mempersiapkan makan malam.
lanjut ke sebelah..
Salah satu korban, Julie Grissom yang berusia 24 tahun, dimutilasi, dibersihkan, dan diposisikan sebuah gaya. Persis seperti kejadian pembunuhan berantai lima mahasiswi di Gainesville.
Polisi kemudian menemukan serangkaian bukti yang menunjukkan kesamaan pelaku pembunuhan di Gainesville dan Shreveport. Seluruh petunjuk itu mengarah pada Danny Rolling.
Pada November 1991, Rolling dituntut sejumlah tuduhan pembunuhan. Kasusnya berjalan selama empat tahun. Rolling mengaku tidak memiliki motif untuk membunuh selain ingin tenar seperti pembunuh berantai Ted Bundy.
Pada 1994, Rolling mendadak mengakui seluruh tuduhan dan dijatuhi hukuman mati. Sesaat sebelum dieksekusi dengan suntikan mati, Rolling juga mengakui pembunuhan keluarga Grissom pada 1989.
Danny Rolling kemudian dieksekusi pada 20 April 1994. Ia didiagnosis mengalami gangguan kepribadian antisosial, gangguan kepribadian ambang, dan parafilia.
Saat melihat kasus pembunuhan yang dilakukan Gainesville Ripper, sutradara sekaligus penulis naskah Kevin Williamson melihat salah satu jendela rumahnya terbuka.
Ia seketika merasa takut dan berpikir betapa mudahnya seorang pembunuh menerobos masuk ke dalam rumah. Namun ketakutan itu dijadikan Williamson sebagai inspirasi untuk menulis naskah Scream.
Seperti diberitakan ScreenRant, Williamson menggunakan Gainesville Ripper sebagai inspirasi untuk membuat cerita pembunuh yang masuk melalui jendela dan meneror sebuah kota.
Meski menceritakan pembunuh bertopeng yang dikenal sebagai Ghostface dan mengambil latar di California, Scream memiliki sejumlah persamaan dengan kasus Gainesville Ripper.
Beberapa di antara kesamaan itu seperti cara pembunuh masuk ke rumah korban, cara membunuh mereka dengan menikam, dan mengaku tidak memiliki motif.
Scream dirilis pada 1966 dan dibintangi oleh Neve Campbell sebagai Sidney Prescott, target utama dari pembunuh bertopeng Ghostface.
Usai sukses dengan Scream pada 1996, sekuel film tersebut rilis pada 1997, 2000, dan 2011. Empat seri film Scream tersebut dirilis oleh Dimension Films milik Bob Weinstein dan sukses mendulang pendapatan US$608 juta di box office global.
Saga ke-lima waralaba slasher Scream tayang pada Januari 2022. Film ini akan kembali menampilkan beberapa pemeran tetap seperti, Neve Campbell, David Arquette dan Courteney Cox.
Selain wajah-wajah lama, film ini juga menghadirkan banyak pemain baru, seperti Melissa Barrera, Mason Gooding, Jenna Ortega dan Jack Quaid.
Scream (2022) akan mengikuti seorang pembunuh misterius baru yang mengenakan topeng Ghostface. Seperti dalam film-film sebelumnya, ia kembali meneror sekelompok remaja lokal.
Film ini akan menjadi seri pertama yang tidak dipimpin oleh Wes Craven setelah meninggal dunia pada 2015 lalu. Film ini disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett. Sementara naskahnya ditulis oleh James Vanderbilt dan Guy Busick.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kisah slasher Scream kembali lagi setelah terakhir kali rilis pada 2011. Dalam Scream yang tayang di bioskop pada 14 Januari, kisah pembunuh dengan Ghostface kembali menebar teror.
Meski Scream adalah fiksi, cerita pembunuh yang digambarkan oleh Ghostface sejatinya berasal dari kisah nyata, yaitu pembunuhan berantai di Florida pada Agustus 1990.
Pembunuhan pada 1990 itu dilakukan Danny Rolling atau yang dikenal dengan nama Gainesville Ripper. Ia membunuh lima mahasiswi dalam empat hari. Kasus pembunuhan berantai itu menimbulkan ketakutan di masyarakat dan menyebabkan kekacauan di Florida.
Pembunuhan yang dilakukan Rolling terbilang memiliki pola. Ia bukan hanya membunuh para korbannya yang merupakan mahasiswi, tetapi juga memperkosa mereka, memutilasi, bahkan memposisikan mayat korbannya dengan posisi yang provokatif.
Dalam melakukan aksi pembunuhan, Rolling selalu merobek pakaian korbannya, menyekap mulut mereka agar tidak teriak, mengunci tangan mereka dengan borgol ataupun selotip, memperkosanya, dan menikam mereka dengan pisau dari belakang.
Rolling terbilang menargetkan korbannya secara acak. Caranya pun sederhana, hanya mencongkel jendela rumah yang ia amati dihuni oleh mahasiswi. Saat itu adalah musim gugur yang merupakan awal dari semester baru.
Danny Rolling diketahui memiliki riwayat masa kecil yang suram. Ia lahir di Shreveport pada 1954 sebagai anak dari ayah yang gemar melakukan kekerasan dalam rumah tangga secara membabi buta.
Ayah Danny, James Rolling yang diketahui berprofesi sebagai polisi, kerap melakukan kekerasan kepada istrinya atau ibu dari Danny, Danny, adik Danny yang bernama Kevin, bahkan kepada anjing mereka.
Ketika tumbuh remaja, Rolling sudah berurusan dengan kenakalan dan masalah hukum. Ia beberapa kali tertangkap polisi karena mencuri, dan mengintip perempuan yang berganti baju.
Danny Rolling atau yang dikenal dengan nama Gainesville Ripper.: (AFP/HO)
Perilakunya yang bermasalah juga membuat ia sulit mendapatkan pekerjaan. Hingga suatu kali, ia pindah ke Gainesville. Pada Agustus 1990, di sela-sela pekerjaannya mencuri di kota tersebut, ia melakukan pembunuhan dan ketagihan dengan hal itu.
Danny Rolling tertangkap pada 7 September 1990, berkat laporan seorang perempuan Shreveport yang mengaku mendapatkan kesaksian mengerikan dari mulut Danny sendiri.
Perempuan yang bernama Cindy Juracich mendapatkan cerita dari suaminya kala itu, Steven Dobbin, bahwa mereka sempat berbincang dengan pria yang diketahui penduduk setempat sebagai Danny Rolling.
Danny mengaku kepada Dobbin bahwa ia memiliki sebuah masalah: gemar menusukkan pisau ke seseorang. Kesaksian itu semakin membuat Juracich merinding ketika mengingat kesamaan pola dalam pembunuhan Gainesville dengan kasus pembunuhan keluarga Grissom di Shreveport.
Pada November 1989, Shreveport dikejutkan dengan kasus pembunuhan keluarga Grissom. Seluruh anggota keluarga itu dibantai ketika mereka mempersiapkan makan malam.
lanjut ke sebelah..
Akhir Hidup Danny Rolling dan Kemunculan Scream
Scream (2022) akan mengikuti seorang pembunuh misterius baru yang mengenakan topeng Ghostface. Seperti dalam film-film sebelumnya, ia kembali meneror sekelompok remaja lokal. (dok. Paramount Pictures via IMDb)
Salah satu korban, Julie Grissom yang berusia 24 tahun, dimutilasi, dibersihkan, dan diposisikan sebuah gaya. Persis seperti kejadian pembunuhan berantai lima mahasiswi di Gainesville.
Polisi kemudian menemukan serangkaian bukti yang menunjukkan kesamaan pelaku pembunuhan di Gainesville dan Shreveport. Seluruh petunjuk itu mengarah pada Danny Rolling.
Pada November 1991, Rolling dituntut sejumlah tuduhan pembunuhan. Kasusnya berjalan selama empat tahun. Rolling mengaku tidak memiliki motif untuk membunuh selain ingin tenar seperti pembunuh berantai Ted Bundy.
Pada 1994, Rolling mendadak mengakui seluruh tuduhan dan dijatuhi hukuman mati. Sesaat sebelum dieksekusi dengan suntikan mati, Rolling juga mengakui pembunuhan keluarga Grissom pada 1989.
Danny Rolling kemudian dieksekusi pada 20 April 1994. Ia didiagnosis mengalami gangguan kepribadian antisosial, gangguan kepribadian ambang, dan parafilia.
Saat melihat kasus pembunuhan yang dilakukan Gainesville Ripper, sutradara sekaligus penulis naskah Kevin Williamson melihat salah satu jendela rumahnya terbuka.
Ia seketika merasa takut dan berpikir betapa mudahnya seorang pembunuh menerobos masuk ke dalam rumah. Namun ketakutan itu dijadikan Williamson sebagai inspirasi untuk menulis naskah Scream.
Seperti diberitakan ScreenRant, Williamson menggunakan Gainesville Ripper sebagai inspirasi untuk membuat cerita pembunuh yang masuk melalui jendela dan meneror sebuah kota.
Meski menceritakan pembunuh bertopeng yang dikenal sebagai Ghostface dan mengambil latar di California, Scream memiliki sejumlah persamaan dengan kasus Gainesville Ripper.
Beberapa di antara kesamaan itu seperti cara pembunuh masuk ke rumah korban, cara membunuh mereka dengan menikam, dan mengaku tidak memiliki motif.
Scream dirilis pada 1966 dan dibintangi oleh Neve Campbell sebagai Sidney Prescott, target utama dari pembunuh bertopeng Ghostface.
Usai sukses dengan Scream pada 1996, sekuel film tersebut rilis pada 1997, 2000, dan 2011. Empat seri film Scream tersebut dirilis oleh Dimension Films milik Bob Weinstein dan sukses mendulang pendapatan US$608 juta di box office global.
Saga ke-lima waralaba slasher Scream tayang pada Januari 2022. Film ini akan kembali menampilkan beberapa pemeran tetap seperti, Neve Campbell, David Arquette dan Courteney Cox.
Selain wajah-wajah lama, film ini juga menghadirkan banyak pemain baru, seperti Melissa Barrera, Mason Gooding, Jenna Ortega dan Jack Quaid.
Scream (2022) akan mengikuti seorang pembunuh misterius baru yang mengenakan topeng Ghostface. Seperti dalam film-film sebelumnya, ia kembali meneror sekelompok remaja lokal.
Film ini akan menjadi seri pertama yang tidak dipimpin oleh Wes Craven setelah meninggal dunia pada 2015 lalu. Film ini disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett. Sementara naskahnya ditulis oleh James Vanderbilt dan Guy Busick.