Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui belum menikah lagi usai bercerai dari mantan istrinya, Lyudmila Aleksandrovna Ocheretnaya pada 2014 silam. Namun, belakangan diketahui Putin memiliki kekasih bernama Alina Maratovna Kabaeva atau yang dikenal Alina Kabaeva.
Alina Kabaeva merupakan atlet senam ritmik asal Rusia yang lahir pada 12 Mei 1983. Ia memiliki darah olahragawan yang diwariskan dari ayahnya, Marat Kabayev, yang merupakan pemain sepak bola profesional.
Kabaeva memulai kariernya sebagai atlet senam ritmik Rusia di usia tiga tahun di bawah bimbingan pelatih Margarita Samuilovna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di usia remaja, Kabaeva pindah ke Moskow, dan bertemu dengan Irina Viner, kepala pelatih senam ritmik Rusia. Kabaeva tinggal bersama Viner, dan melakukan debut internasionalnya pada 1996.
Pada 1998, Kabaeva yang berusia 15 tahun memenangkan Gymnastics European Championships di Portugal. Kala itu, Kabaeva adalah anggota termuda dalam skuad Rusia.
Pada 1999, Kabaeva kembali memenangkan Gymnastics European Championships untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Di tahun yang sama, ia juga memenangkan World Rhythmic Gymnastics Championships di Osaka, Jepang.
Atas kemenangan itu, Kabaeva memenangkan total 5 gelar All-Around di European Artistic Gymnastics Championships.
Ia gagal membawa pulang medali emas di Olimpiade Sydney 2000 yang berlangsung di Australia karena melakukan kesalahan. Ia hanya berhasil mendapatkan medali perunggu.
Alina Kabaeva akhirnya bangkit saat mengikuti World Rhythmic Gymnastics Championships 2001. Dalam ajang tersebut, ia memenangkan medali emas di sejumlah kategori. Ia kembali meraih medali emas dalam Goodwill Games 2001 di Brisbane, Australia.
Namun, Kabaeva dan rekan satu timnya, Irina Tchachina, dinyatakan positif menggunakan furosemide, yaitu obat golongan diuretik untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam tubuh melalui urine. Akibatnya, medali emas mereka ditarik oleh panitia.
Viner, kepala pelatih senam Rusia, sekaligus Wakil Presiden Komite Teknis International Gymnastics Federation (FIG) saat itu, mengatakan pesenamnya mengonsumsi suplemen makanan yang disebut "Hyper", yang mengandung diuretik ringan untuk sindrom pramenstruasi.
Namun persediaan mereka habis sesaat sebelum tampil di ajang Goodwill Games. Fisioterapis mereka lalu membeli obat sejenis di apotek setempat. Viner mengatakan bahwa suplemen yang dijual tersebut palsu dan mengandung furosemide.
Alhasil, Komite Penyelenggara Goodwill Games membatalkan hasil Kabaeva dan Tchachina. FIG juga membatalkan hasil mereka dari Kejuaraan Dunia di Madrid, Spanyol dan Tamara Yerofeeva dari Ukraina dinyatakan sebagai juaranya.
Kabaeva kembali menambahkan gelar dunia pada ajang World Rhythmic Gymnastics Championships 2003 di Budapest, Hungaria. Kabaeva memenangkan Medali Emas All-Around.
Ia juga keluar sebagai pemenang dalam kategori All-Around Gold di Rhythmic Gymnastics European Championships 2004 di Kyiv, Ukraina. Di tahun yang sama, Alina Kabaeva memenangkan medali emas di All-Around Individual untuk senam ritmik, Olimpiade Athena 2004.
Rekam jejak Alina Kabaeva di dunia politik lanjut ke sebelah...
Rekam Jejak Alina Kabaeva di Dunia Politik
Alina Kabaeva merupakan atlet senam ritmik asal Rusia yang lahir pada 12 Mei 1983. (AFP/SERGEI CHIRIKOV)
Pada Oktober 2004, Kabaeva mengundurkan diri sebagai atlet senam ritmik. Namun, pelatih Irina Viner mengumumkan bahwa Kabaeva akan kembali berpartisipasi dalam beberapa kejuaraan di tahun mendatang.
Hal itu pun terlihat ketika Kabaeva tampil dalam kompetisi Grand Prix Moskow pada 2005 dan Rhythmic Gymnastics European Championships 2006.
Kabaeva kembali dipilih untuk mewakili Rusia di Rhythmic Gymnastics European Championships 2007. Namun menjelang kompetisi, Kabaeva mengundurkan diri karena cedera. Sejak saat itu, ia tidak lagi berpartisipasi dalam ajang manapun termasuk dalam Olimpiade Beijing 2008.
Selain berkarier di bidang olahraga, Kabaeva juga terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota parlemen Rusia pada 2007 dan 2014 dari Partai Rusia Bersatu.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota parlemen, Kabaeva mendukung sejumlah undang-undang kontroversial. Salah satunya, RUU Anti-Magnitsky yang melarang adopsi anak yatim Rusia oleh keluarga di Amerika Serikat.
Pada September 2014, Kabaeva mengundurkan diri dari anggota parlemen dan menjabat sebagai ketua dewan direktur Grup Media Nasional.
Tak hanya itu, Kabaeva juga sempat mencicipi dunia hiburan. Pada 2001, ia muncul dalam film Jepang, Red Shadow, saat melakukan rutinitas senamnya.
Kemudian pada Januari 2011, Kabaeva muncul di sampul Vogue Russia dan terjun ke dunia tarik suara.
Terkait kehidupan asmara, Kabaeva dilaporkan bertunangan polisi bernama David Museliani pada 2004. Mereka dilaporkan memulai hubungan pada 2002 lalu berpisah pada 2005.
Kabaeva juga diberitakan oleh Moskovsky Korrespondent bertunangan dengan presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2008. Namun, laporan itu dibantah dan surat kabar itu ditutup.
Beberapa tahun berikutnya, status hubungan Kabaeva dan Putin muncul kembali. Termasuk tuduhan bahwa mereka memiliki banyak anak bersama. Kabaeva bahkan membantah pada 2013 bahwa dia memiliki anak.
Dua tahun kemudian, ia dilaporkan telah melahirkan seorang putri di rumah sakit VIP Saint Ann di Ticino, Swiss. Pada 2019, ia kembali dilaporkan melahirkan anak kembar di klinik bersalin Kulakov di Moskow.
Hingga baru-baru ini, Kabaeva disebut tinggal di Swiss selama invasi Rusia ke Ukraina atas perintah Vladimir Putin yang ingin menyembunyikan pacar juga anak-anaknya dari bahaya dengan kembali mengirim mereka ke Swiss.