Cerita Jenaka di Balik Kemenangan Travis Japan di Amerika
CNN Indonesia
Kamis, 14 Apr 2022 14:44 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Di balik kemenangan sejumlah kategori di World of Dance Orange County, ada banyak kisah jenaka yang dialami Travis Japan. (Foto: Johnny & Associates)
Jakarta, CNN Indonesia --
Trofi juara ketiga kompetisi World of Dance Orange County untuk Travis Japan telah tersimpan manis di kediaman mereka di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun di balik kemenangan itu, ada banyak kisah jenaka yang dialamiTravis Japan.
Dalam korespondensi dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Travis Japan mengaku mereka tak mengharapkan memenangkan apapun dalam kompetisi yang digelar di House of Blues Anaheim itu.
Saat sedang menunggu pengumuman, Miyachika Kaito (Chaka), Noel Kawashima, Ryuya Shimekake (Shime), Shizuya Yoshizawa (Shizu), Kaito Nakamura (Umi), Kaito Matsukura (Matsuku), dan Genta Matsuda tak menyangka nama grup mereka disebut meraih Best Costume.
"Jujur saja, sangat sulit untuk mengikutinya karena kami masih belajar bahasa Inggris. Yang mampu kami pahami hanyalah ketika mereka menyebutkan nama 'Travis Japan'," ungkap Travis Japan.
"Kami tidak punya ekspektasi apa-apa, tapi kami sangat senang bahwa kostum kami diapresiasi oleh orang-orang di luar Jepang," lanjut mereka.
Dalam kompetisi itu, Travis Japan membawakan tarian medley. Saat pembukaan, mereka mengenakan kostum dengan sentuhan Jepang di bagian topeng berbentuk kucing dan pakaian menyerupai kimono.
Sentuhan ini menjadi suatu daya tarik untuk menonjolkan identitas mereka sebagai kompetitor dari Negeri Sakura.
Foto: (@travis_japan_official via Instagram) Travis Japan
Mereka sempat gugup saat melihat grup-grup lain tampil di atas panggung. Rasa itu terbawa hingga jelang nama mereka dipanggil ke atas panggung untuk tampil dan berkompetisi.
"Kami mendedikasikan diri sebagai kesempatan besar agar lebih memahami diri kami sendiri dan di mana posisi kami dalam perjalanan ini," kata Travis Japan.
Travis Japan sebenarnya sudah bahagia mendapatkan apresiasi tersebut. Mereka juga ikut senang ketika grup lain memenangkan sebuah kategori.
Dari banyak video yang beredar di media sosial, grup Jepang ini juga tampak memberi selamat kepada grup lain di sela-sela pengumuman pemenang.
Hingga kemudian penghargaan Crowd Favorite akan diumumkan. Satu per satu, seperti Genta, Umi, Matsuku, hingga Shime, mulai kembali duduk di posisi sebelumnya.
Baru saja lutut menempel ke lantai untuk bersimpuh, nama Travis Japan kembali dipanggil. Sontak, mereka langsung bangkit lagi dan beberapa anggota terlihat bingung atas penghargaan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
"Kegembiraan kami sebelumnya belum mereda, tapi [kebahagiaan kami] membumbung tinggi lagi," kata Travis Japan.
Momen ini pun menjadi lebih spesial bagi Travis Japan karena mereka merayakannya bersama para penggemar yang hadir untuk mendukung mereka pada kompetisi tersebut.
"Meskipun kami agak sedikit tersesat [dengan situasinya], kami dikelilingi sorak dan teriakan 'Travis Japan'," ujar mereka mengakui.
"Dan, berada di tengah-tengah semua itu, kami merasa kami mampu berbagi momen itu bersama seluruh penggemar kami dan semua orang di House of Blues," kata grup pelantun Yume no Hollywood itu.
Energi penggemar Travis Japan memang menjadi penentu atmosfer House of Blues Anaheim di malam tersebut. Venue menjadi lebih semarak saat Travis Japan muncul.
Semangat para penggemar itu pun tak disia-siakan oleh Travis Japan. Mereka sebelumnya sempat saling mengingatkan satu sama lain untuk bersenang-senang di atas panggung.
Ketika lagu kedua masuk, mereka melepaskan topeng dan haori alias pakaian serupa kimono yang pendek dan tipis.
Ketujuh anggota itu kemudian mengenakan setelan hitam dengan sentuhan emas. Pakaian itu sempat mereka pakai beberapa kali saat tampil di Jepang.
Aksi Medley Travis Japan dilanjutkan dengan memakai lagu terbaru mereka yang belum rilis, berjudul Party Up Like Crazy. Lagu tersebut dikoreografikan oleh Vinh Nguyen of Kinjaz yang dibantu oleh Eri Chikusa.
Penampilan mereka hari itu saat itu sebenarnya tidaklah sempurna. Ada dua insiden yang menimpa Shizu dan Umi. Namun, insiden tersebut tidak membuat mereka lengah. Keduanya langsung bangkit dan melanjutkan penampilan.
"Meskipun saat kami selesai dan kehabisan napas, ketika mendengar tepuk tangan dan sorak [dari para penonton], energi kami pun kembali," ujar mereka.
Hingga akhirnya nama Travis Japan keluar sebagai pemenang ketiga untuk Team Division. Mereka tidak percaya bahwa mereka dapat melangkah sejauh ini meskipun baru mendaratkan kaki di Amerika.
"Itu hanya langkah pertama. Tetapi, ini adalah awal yang baik untuk hari-hari kami di Amerika Serikat!" tegas Travis Japan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Trofi juara ketiga kompetisi World of Dance Orange County untuk Travis Japan telah tersimpan manis di kediaman mereka di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun di balik kemenangan itu, ada banyak kisah jenaka yang dialamiTravis Japan.
Dalam korespondensi dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, Travis Japan mengaku mereka tak mengharapkan memenangkan apapun dalam kompetisi yang digelar di House of Blues Anaheim itu.
Saat sedang menunggu pengumuman, Miyachika Kaito (Chaka), Noel Kawashima, Ryuya Shimekake (Shime), Shizuya Yoshizawa (Shizu), Kaito Nakamura (Umi), Kaito Matsukura (Matsuku), dan Genta Matsuda tak menyangka nama grup mereka disebut meraih Best Costume.
"Jujur saja, sangat sulit untuk mengikutinya karena kami masih belajar bahasa Inggris. Yang mampu kami pahami hanyalah ketika mereka menyebutkan nama 'Travis Japan'," ungkap Travis Japan.
"Kami tidak punya ekspektasi apa-apa, tapi kami sangat senang bahwa kostum kami diapresiasi oleh orang-orang di luar Jepang," lanjut mereka.
Dalam kompetisi itu, Travis Japan membawakan tarian medley. Saat pembukaan, mereka mengenakan kostum dengan sentuhan Jepang di bagian topeng berbentuk kucing dan pakaian menyerupai kimono.
Sentuhan ini menjadi suatu daya tarik untuk menonjolkan identitas mereka sebagai kompetitor dari Negeri Sakura.
Foto: (@travis_japan_official via Instagram) Travis Japan
Mereka sempat gugup saat melihat grup-grup lain tampil di atas panggung. Rasa itu terbawa hingga jelang nama mereka dipanggil ke atas panggung untuk tampil dan berkompetisi.
"Kami mendedikasikan diri sebagai kesempatan besar agar lebih memahami diri kami sendiri dan di mana posisi kami dalam perjalanan ini," kata Travis Japan.
Travis Japan sebenarnya sudah bahagia mendapatkan apresiasi tersebut. Mereka juga ikut senang ketika grup lain memenangkan sebuah kategori.
Dari banyak video yang beredar di media sosial, grup Jepang ini juga tampak memberi selamat kepada grup lain di sela-sela pengumuman pemenang.
Hingga kemudian penghargaan Crowd Favorite akan diumumkan. Satu per satu, seperti Genta, Umi, Matsuku, hingga Shime, mulai kembali duduk di posisi sebelumnya.
Baru saja lutut menempel ke lantai untuk bersimpuh, nama Travis Japan kembali dipanggil. Sontak, mereka langsung bangkit lagi dan beberapa anggota terlihat bingung atas penghargaan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Travis Japan: Ini Langkah Pertama
Di balik kemenangan sejumlah kategori di World of Dance Orange County, ada banyak kisah jenaka yang dialami Travis Japan. (Foto: Johnny & Associates)
"Kegembiraan kami sebelumnya belum mereda, tapi [kebahagiaan kami] membumbung tinggi lagi," kata Travis Japan.
Momen ini pun menjadi lebih spesial bagi Travis Japan karena mereka merayakannya bersama para penggemar yang hadir untuk mendukung mereka pada kompetisi tersebut.
"Meskipun kami agak sedikit tersesat [dengan situasinya], kami dikelilingi sorak dan teriakan 'Travis Japan'," ujar mereka mengakui.
"Dan, berada di tengah-tengah semua itu, kami merasa kami mampu berbagi momen itu bersama seluruh penggemar kami dan semua orang di House of Blues," kata grup pelantun Yume no Hollywood itu.
Energi penggemar Travis Japan memang menjadi penentu atmosfer House of Blues Anaheim di malam tersebut. Venue menjadi lebih semarak saat Travis Japan muncul.
Semangat para penggemar itu pun tak disia-siakan oleh Travis Japan. Mereka sebelumnya sempat saling mengingatkan satu sama lain untuk bersenang-senang di atas panggung.
Ketika lagu kedua masuk, mereka melepaskan topeng dan haori alias pakaian serupa kimono yang pendek dan tipis.
Ketujuh anggota itu kemudian mengenakan setelan hitam dengan sentuhan emas. Pakaian itu sempat mereka pakai beberapa kali saat tampil di Jepang.
Aksi Medley Travis Japan dilanjutkan dengan memakai lagu terbaru mereka yang belum rilis, berjudul Party Up Like Crazy. Lagu tersebut dikoreografikan oleh Vinh Nguyen of Kinjaz yang dibantu oleh Eri Chikusa.
Penampilan mereka hari itu saat itu sebenarnya tidaklah sempurna. Ada dua insiden yang menimpa Shizu dan Umi. Namun, insiden tersebut tidak membuat mereka lengah. Keduanya langsung bangkit dan melanjutkan penampilan.
"Meskipun saat kami selesai dan kehabisan napas, ketika mendengar tepuk tangan dan sorak [dari para penonton], energi kami pun kembali," ujar mereka.
Hingga akhirnya nama Travis Japan keluar sebagai pemenang ketiga untuk Team Division. Mereka tidak percaya bahwa mereka dapat melangkah sejauh ini meskipun baru mendaratkan kaki di Amerika.
"Itu hanya langkah pertama. Tetapi, ini adalah awal yang baik untuk hari-hari kami di Amerika Serikat!" tegas Travis Japan.