Profil NIKI, Salah Satu Musisi Indonesia Pertama di Coachella
CNN Indonesia
Senin, 18 Apr 2022 09:47 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
NIKI trending di dunia maya usai tampil sebagai salah satu musisi Indonesia pertama yang manggung di festival musik terbesar di AS, Coachella. (Getty Images via AFP/FRAZER HARRISON)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama NIKI trending di dunia maya setelah ia tampil sebagai salah satu musisi solo asal Indonesia pertama yang manggung di festival musik terbesar di Amerika Serikat, Coachella, pada akhir pekan kemarin bersama Rich Brian.
Di atas panggung Coachella 2022, ia bukan hanya tampil membawakan lagu bahasa Inggris. Ia menampilkan lagu Sempurna milik Andra and the Backbone yang menjadi lagu berbahasa Indonesia pertama dalam sejarah Coachella.
"Tentu saja ini sangat bersejarah, saya sangat bersyukur dan beruntung bisa berada dalam posisi ini. Sangat luar biasa," tutur NIKI seperti disiarkan Coachella 2022 LIVE Channel 2, Sabtu (16/4) WIB.
"Saya seperti memproses itu dengan lambat. Sampai pekan lalu, saya masih merasa sangat gugup. Tapi ya, saya telah melakukannya dan tadi sangat luar biasa," lanjutnya.
Perjalanan NIKI hingga panggung Coachella 2022 tidak digapai dengan instan. Perempuan bernama asli Nicole Zefanya ini telah mulai berkarier sebagai penyanyi sejak amat belia. Didukung penuh keluarganya, NIKI telah mencoba berbagai genre musik seperti soul, gospel, dan R&B sejak kecil.
Dalam sebuah wawancara dengan VICE pada 2017 lalu, NIKI mengaku tumbuh besar dengan mendengarkan banyak lagu dari Destiny's Child, Boys II Men, Aaliyah, dan musik R&B lainnya karena pengaruh dari sang ibunda.
Ia kemudian meluapkan kecintaannya pada musik dengan mulai menulis lagu dan membawakan ulang alias covering lagu-lagu hit di akun YouTube miliknya sejak usia 13 tahun.
Hingga pada 2014, ia berkesempatan menjadi penampil pembuka saat Taylor Swift mengadakan konser di Jakarta dalam rangkaian The Red Tour.
"Pengalaman itu menjadi katalis yang berharga untuk mendongkrak kanal YouTube-ku," ujarnya kepada NME pada Mei 2018. "Berkat konser tersebut, aku mendapatkan ilmu dan jejak untuk belajar memproduksi sebuah lagu,"
Pada 2017, NIKI kemudian hijrah ke Nashville, Amerika Serikat untuk belajar musik di Lipscomb University.
Lanjut ke sebelah..
Di Negeri Paman Sam itulah, NIKI kemudian bertemu dengan label yang menaunginya saat ini, 88rising.
Tak lama setelah direkrut 88rising, NIKI merilis dua lagu yang ia tulis sendiri, See U Never dan I Like U. Setahun kemudian, ia merilia Vintage pada 2018 sebagai pembuka debut EP Zephyr yang rilis pada 23 Mei 2018.
Meski sudah berkarier di Amerika Serikat, NIKI masih membawa identitasnya sebagai orang Asia juga Indonesia. Hal itu terlihat saat tampil dalam Head in the Clouds Festival pertama pada Agustus 2019 di Los Angeles.
NIKI membuka penampilannya di festival yang tengah naik daun tersebut dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan diiringi alunan Indonesia Raya.
"Saya hanya ingin berkata, sebagai wanita Asia, aku tidak akan menyia-nyiakan hari ini di panggung ini. Harapanku selalu sama, agar kalian dapat didengar, dimengerti, dan utamanya adalah kalian dapat terwakilkan," kata NIKI di atas panggung kala itu.
Kini, NIKI yang menetap di Los Angeles mengaku berusaha bertahan dan konsisten menghasilkan musik dari tangannya sendiri. Ia juga menyebut tak ingin menjadi siapapun meski terinspirasi banyak orang.
"Sebut artis asal Asia yang muncul di benak orang saat ini. Saat ini, artis Asia belumlah menjadi hal yang keren. Dan saya ingin menjadi sosok perempuan yang mengantarkan itu," kata NIKI.
NIKI kemudian merilis debut Moonchild pada 2020. Beberapa bulan berikutnya, ia merilis single bersuasana Natal bertajuk Hallway Weather.
Niki Zefanya juga tercatat menyumbangkan lagunya untuk menjadi OST film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021) bersama musisi 88rising lainnya, seperti Rich Brian dan Warren Hue.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama NIKI trending di dunia maya setelah ia tampil sebagai salah satu musisi solo asal Indonesia pertama yang manggung di festival musik terbesar di Amerika Serikat, Coachella, pada akhir pekan kemarin bersama Rich Brian.
Di atas panggung Coachella 2022, ia bukan hanya tampil membawakan lagu bahasa Inggris. Ia menampilkan lagu Sempurna milik Andra and the Backbone yang menjadi lagu berbahasa Indonesia pertama dalam sejarah Coachella.
"Tentu saja ini sangat bersejarah, saya sangat bersyukur dan beruntung bisa berada dalam posisi ini. Sangat luar biasa," tutur NIKI seperti disiarkan Coachella 2022 LIVE Channel 2, Sabtu (16/4) WIB.
"Saya seperti memproses itu dengan lambat. Sampai pekan lalu, saya masih merasa sangat gugup. Tapi ya, saya telah melakukannya dan tadi sangat luar biasa," lanjutnya.
Perjalanan NIKI hingga panggung Coachella 2022 tidak digapai dengan instan. Perempuan bernama asli Nicole Zefanya ini telah mulai berkarier sebagai penyanyi sejak amat belia. Didukung penuh keluarganya, NIKI telah mencoba berbagai genre musik seperti soul, gospel, dan R&B sejak kecil.
Dalam sebuah wawancara dengan VICE pada 2017 lalu, NIKI mengaku tumbuh besar dengan mendengarkan banyak lagu dari Destiny's Child, Boys II Men, Aaliyah, dan musik R&B lainnya karena pengaruh dari sang ibunda.
Ia kemudian meluapkan kecintaannya pada musik dengan mulai menulis lagu dan membawakan ulang alias covering lagu-lagu hit di akun YouTube miliknya sejak usia 13 tahun.
Hingga pada 2014, ia berkesempatan menjadi penampil pembuka saat Taylor Swift mengadakan konser di Jakarta dalam rangkaian The Red Tour.
"Pengalaman itu menjadi katalis yang berharga untuk mendongkrak kanal YouTube-ku," ujarnya kepada NME pada Mei 2018. "Berkat konser tersebut, aku mendapatkan ilmu dan jejak untuk belajar memproduksi sebuah lagu,"
Pada 2017, NIKI kemudian hijrah ke Nashville, Amerika Serikat untuk belajar musik di Lipscomb University.
Lanjut ke sebelah..
NIKI Bawakan Indonesia Raya
Di Negeri Paman Sam, NIKI kemudian bertemu dengan label yang menaunginya saat ini, 88rising. (Getty Images via AFP/FRAZER HARRISON)
Di Negeri Paman Sam itulah, NIKI kemudian bertemu dengan label yang menaunginya saat ini, 88rising.
Tak lama setelah direkrut 88rising, NIKI merilis dua lagu yang ia tulis sendiri, See U Never dan I Like U. Setahun kemudian, ia merilia Vintage pada 2018 sebagai pembuka debut EP Zephyr yang rilis pada 23 Mei 2018.
Meski sudah berkarier di Amerika Serikat, NIKI masih membawa identitasnya sebagai orang Asia juga Indonesia. Hal itu terlihat saat tampil dalam Head in the Clouds Festival pertama pada Agustus 2019 di Los Angeles.
NIKI membuka penampilannya di festival yang tengah naik daun tersebut dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan diiringi alunan Indonesia Raya.
"Saya hanya ingin berkata, sebagai wanita Asia, aku tidak akan menyia-nyiakan hari ini di panggung ini. Harapanku selalu sama, agar kalian dapat didengar, dimengerti, dan utamanya adalah kalian dapat terwakilkan," kata NIKI di atas panggung kala itu.
Kini, NIKI yang menetap di Los Angeles mengaku berusaha bertahan dan konsisten menghasilkan musik dari tangannya sendiri. Ia juga menyebut tak ingin menjadi siapapun meski terinspirasi banyak orang.
"Sebut artis asal Asia yang muncul di benak orang saat ini. Saat ini, artis Asia belumlah menjadi hal yang keren. Dan saya ingin menjadi sosok perempuan yang mengantarkan itu," kata NIKI.
NIKI kemudian merilis debut Moonchild pada 2020. Beberapa bulan berikutnya, ia merilis single bersuasana Natal bertajuk Hallway Weather.
Niki Zefanya juga tercatat menyumbangkan lagunya untuk menjadi OST film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021) bersama musisi 88rising lainnya, seperti Rich Brian dan Warren Hue.