Sejumlah film menampilkan pemberdayaan perempuan yang bisa disaksikan untuk meramaikan Hari Kartini tahun ini. Salah satu terbaru adalah Yuni yang sempat diajukan Indonesia untuk Piala Oscar.
Tak hanya dari dalam negeri, semangat emansipasi perempuan juga hadir dalam beberapa film Hollywood, seperti Little Women (2019) yang mendobrak citra perempuan harus menikah lewat sosok Jo March (Saoirse Ronan).
Berikut rekomendasi film bertema pemberdayaan perempuan untuk merayakan Hari Kartini.
1. Kartini (2017)
Film ini mengangkat kisah nyata perjuangan Kartini di Indonesia pada awal 1900. Kala itu, wanita tidak diizinkan mendapatkan pendidikan tinggi, bahkan untuk para ningrat, termasuk Raden Ayu Kartini (Dian Sastrowardoyo).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang perjalanan hidupnya, Kartini berjuang menyetarakan hak bagi semua orang, terutama dalam aspek pendidikan. Perjuangan itu dia lakukan bersama dua saudarinya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita).
Kartini berjuang mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi semua masyarakat Jepara.
Kartini bisa ditonton di Vidio.com.
2. Yuni (2021)
Yuni (Arawinda Kirana) adalah siswa SMA yang dikenal cerdas di sekolahnya dan ingin berkuliah. Namun, ia diminta untuk segera menikah setelah lulus sekolah.
Ia pun dilamar dua pria. Namun, dua lamaran itu ia tolak. Rupanya, penolakan itu memicu gosip tentang mitos bahwa seorang perempuan yang menolak tiga lamaran tidak akan pernah menikah.
Hal yang tak diinginkan pun terjadi. Yuni semakin tertekan ketika muncul pria ketiga yang datang melamarnya. Yuni pun harus memilih antara mempercayai mitos atau mengejar impiannya.
Yuni bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
Lanjut ke sebelah...
7 Rekomendasi Film Bertema Pemberdayaan Perempuan, Little Women
7 rekomendasi film bertema pemberdayaan perempuan baik dari Indonesia, Hollywood, serta Korea. Foto: (Columbia Pictures)
3. Sokola Rimba (2013)
Setelah hampir tiga tahun bekerja di lembaga konservasi, Butet Manurung (Prisia Nasution) bertekad mengajarkan baca tulis dan menghitung kepada anak-anak masyarakat suku anak dalam, atau Orang Rimba.
Suatu hari Butet terserang demam malaria di tengah hutan. Ia ditolong seorang anak bernama Nyungsang Bungo (Nyungsang Bungo) yang berasal dari Hilir sungai Makekal, berjarak 7 jam dari tempat Butet mengajar.
Diam-diam Bungo telah lama memperhatikan Butet mengajar dan membaca. Ia membawa segulung kertas perjanjian yang telah di cap jempol' oleh kepala adatnya, sebuah surat persetujuan yang memperbolehkan orang desa mengeksploitasi tanah adat mereka.
Bungo ingin belajar membaca dengan Butet agar dapat membaca surat perjanjian itu. Pertemuan dengan Bungo menyadarkan Butet untuk memperluas wilayah kerjanya.
Namun, keinginan itu tidak mendapatkan restu baik dari tempatnya bekerja, maupun dari kelompok rombong Bungo yang masih percaya bahwa belajar baca tulis bias membawa malapetaka bagi mereka.
Sokola Rimba bisa disaksikan di Mola TV.
4. Little Women (2019)
Kisah Little Women mengikuti kehidupan empat saudara perempuan Keluarga March, yaitu Meg (Emma Watson), Jo (Saoirse Ronan), Beth (Louisa May Alcott), dan Amy (Florence Pugh). Mereka tumbuh dalam keluarga yang sederhana.
Seiring berjalannya waktu, kakak beradik March bertekad untuk menjalani hidup menurut pilihan masing-masing. Jo March adalah perempuan penuh ambisi dan ingin meraih kesuksesan dengan karier menulisnya.
Ia tidak setuju dengan pilihan hidup saudara-saudaranya yang hanya mengejar pria untuk dinikahi. Ia menentang pernikahan. Baginya, menikah akan menghancurkan mimpi-mimpi yang telah ia susun.
Hal itu juga membuat hubungan Jo dan ketiga saudaranya menjadi renggang. Namun seiring waktu, mereka akhirnya saling menghargai pilihan masing-masing.
Little Women bisa disaksikan di HBO Go.
Lihat Juga : |
Lanjut ke sebelah...




