Cerita Franz Ferdinand Rilis Album Greatest Hits Usai 2 Dekade
CNN Indonesia
Jumat, 06 Mei 2022 06:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bagi band Franz Ferdinand, merilis album greatest hits di usia karier lebih dari dua dekade bukan berarti akhir dari perjalanan band rock Skotlandia itu. (dok. David Edwards/Franz Ferdinand)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bagi band Franz Ferdinand, merilis album greatest hits di usia karier mereka yang sudah lebih dari dua dekade bukan berarti akhir dari perjalanan band rock Skotlandia itu.
Dalam perbincangan dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, vokalis band tersebut, Alex Kapranos menilai bahwa ada sejumlah makna ketika band membuat album kompilasi itu.
Franz Ferdinand diketahui merilis album kompilasi lagu-lagu populer mereka alias greatest hits dengan tajuk Hits to the Head pada 11 Maret lalu.
"Menurutku, ada dua hal yang selalu identik dengan perilisan greatest hits dari sebuah karier band," kata Kapranos.
"Yang pertama tentu saja adalah ketika band tersebut ada di akhir karier mereka. Ketika para personel meninggal, atau ketika mereka bubar," katanya.
Sementara untuk hal kedua, bagi Kapranos yang merujuk pada David Bowie dan Queen, mereka merilis album kompilasi itu saat "merasa di penghujung karier".
"Momen itulah yang biasanya menempatkan band untuk memetakan lagi karier mereka sehingga bisa melangkah ke level berikutnya," kata Kapranos. "Momen itu yang membawa Queen pada single seperti Radio Gaga atau I Want To Break Free,"
"Bagi kami sebagai band, perilisan ini adalah momen bagi Franz Ferdinand untuk menuju album greatest hits volume ke-2!," kata Kapranos.
Franz Ferdinand telah eksis sejak 2001. Band yang mengusung indie rock hingga dance-punk ini telah mengumpulkan lima album studio, satu album remix, dan satu album kompilasi pada 2014 lalu.
Diskografi itu belum termasuk dengan extended plays, single, serta album live. Lagu-lagu mereka pun masyhur, terutama di Skotlandia dan Eropa.
Terkait pemilihan lagu-lagu untuk album greatest hits ini, Kapranos mengaku ia dan anggota Franz Ferdinand tidak mau ambil pusing.
Meski begitu, ia tetap berpegang bahwa lagu tersebut mesti "lagu yang universal".
"Lagu-lagu ini adalah lagu yang selalu wajib masuk dalam daftar lagu di festival, dan lagu-lagu tersebut adalah lagu yang secara instan akan diketahui banyak orang ketika pertama mendengarkannya." kata Kapranos.
"Itu adalah kriteria yang dibutuhkan ketika membuat lagu baru untuk dilibatkan dalam greatest hits (Hits to The Head) tersebut. Lagu yang mudah melekat di kepala, saat kita bisa mendengarkannya terus menerus tanpa merasa bosan," lanjutnya.
Alex Kapranos juga mengisahkan sedikit cerita di balik album greatest hits bertajuk Hits to The Head itu. Menurutnya, mereka sempat berbincang dengan lable yang menaungi band itu, Domino, soal rilisan yang mereka sebut "terakhir".
Dalam perbincangan tersebut, muncul ide untuk merilis sebuah "double-album" yang berisi lebih dari 20 lagu di dalamnya. Namun disebutkan bahwa ide itu bisa jadi memengaruhi kualitas audio.
"Sehingga kami harus merelakan beberapa lagu yang seharusnya masuk di dalamnya. Kami harus bisa berhenti," kata Kapranos.
"Karena jika tidak, lagunya akan terlalu banyak dan kami tidak ingin menjadi triple-album nantinya," lanjutnya.
Sehingga, album Hits to The Head ini berisi 18 lagu ikonis dan dua lagu baru yang disusun supaya pendengar bisa mengikuti perjalanan karier Franz Ferdinand selama 20 tahun terakhir.
Kini mereka sedang melangsungkan tur Eropa dan Amerika Utara yang akan berakhir pada akhir tahun nanti.
Terkait lagu baru, Kapranos menyebutkan bahwa ia terus menulis beberapa lagu baru meski band tersebut sudah masuk fase "greatest hits". Bahkan akan ada lagu baru yang dirilis usai album ini.
"Saya tidak dapat menjanjikan kapan, tapi akan ada hal baru yang siap dirilis." katanya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Bagi band Franz Ferdinand, merilis album greatest hits di usia karier mereka yang sudah lebih dari dua dekade bukan berarti akhir dari perjalanan band rock Skotlandia itu.
Dalam perbincangan dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, vokalis band tersebut, Alex Kapranos menilai bahwa ada sejumlah makna ketika band membuat album kompilasi itu.
Franz Ferdinand diketahui merilis album kompilasi lagu-lagu populer mereka alias greatest hits dengan tajuk Hits to the Head pada 11 Maret lalu.
"Menurutku, ada dua hal yang selalu identik dengan perilisan greatest hits dari sebuah karier band," kata Kapranos.
"Yang pertama tentu saja adalah ketika band tersebut ada di akhir karier mereka. Ketika para personel meninggal, atau ketika mereka bubar," katanya.
Sementara untuk hal kedua, bagi Kapranos yang merujuk pada David Bowie dan Queen, mereka merilis album kompilasi itu saat "merasa di penghujung karier".
"Momen itulah yang biasanya menempatkan band untuk memetakan lagi karier mereka sehingga bisa melangkah ke level berikutnya," kata Kapranos. "Momen itu yang membawa Queen pada single seperti Radio Gaga atau I Want To Break Free,"
"Bagi kami sebagai band, perilisan ini adalah momen bagi Franz Ferdinand untuk menuju album greatest hits volume ke-2!," kata Kapranos.
Franz Ferdinand telah eksis sejak 2001. Band yang mengusung indie rock hingga dance-punk ini telah mengumpulkan lima album studio, satu album remix, dan satu album kompilasi pada 2014 lalu.
Diskografi itu belum termasuk dengan extended plays, single, serta album live. Lagu-lagu mereka pun masyhur, terutama di Skotlandia dan Eropa.
Terkait pemilihan lagu-lagu untuk album greatest hits ini, Kapranos mengaku ia dan anggota Franz Ferdinand tidak mau ambil pusing.
Bagi band Franz Ferdinand, merilis album greatest hits di usia karier lebih dari dua dekade bukan berarti akhir dari perjalanan band rock Skotlandia itu. (dok. David Edwards/Franz Ferdinand)
Meski begitu, ia tetap berpegang bahwa lagu tersebut mesti "lagu yang universal".
"Lagu-lagu ini adalah lagu yang selalu wajib masuk dalam daftar lagu di festival, dan lagu-lagu tersebut adalah lagu yang secara instan akan diketahui banyak orang ketika pertama mendengarkannya." kata Kapranos.
"Itu adalah kriteria yang dibutuhkan ketika membuat lagu baru untuk dilibatkan dalam greatest hits (Hits to The Head) tersebut. Lagu yang mudah melekat di kepala, saat kita bisa mendengarkannya terus menerus tanpa merasa bosan," lanjutnya.
Alex Kapranos juga mengisahkan sedikit cerita di balik album greatest hits bertajuk Hits to The Head itu. Menurutnya, mereka sempat berbincang dengan lable yang menaungi band itu, Domino, soal rilisan yang mereka sebut "terakhir".
Dalam perbincangan tersebut, muncul ide untuk merilis sebuah "double-album" yang berisi lebih dari 20 lagu di dalamnya. Namun disebutkan bahwa ide itu bisa jadi memengaruhi kualitas audio.
"Sehingga kami harus merelakan beberapa lagu yang seharusnya masuk di dalamnya. Kami harus bisa berhenti," kata Kapranos.
"Karena jika tidak, lagunya akan terlalu banyak dan kami tidak ingin menjadi triple-album nantinya," lanjutnya.
Sehingga, album Hits to The Head ini berisi 18 lagu ikonis dan dua lagu baru yang disusun supaya pendengar bisa mengikuti perjalanan karier Franz Ferdinand selama 20 tahun terakhir.
Kini mereka sedang melangsungkan tur Eropa dan Amerika Utara yang akan berakhir pada akhir tahun nanti.
Terkait lagu baru, Kapranos menyebutkan bahwa ia terus menulis beberapa lagu baru meski band tersebut sudah masuk fase "greatest hits". Bahkan akan ada lagu baru yang dirilis usai album ini.
"Saya tidak dapat menjanjikan kapan, tapi akan ada hal baru yang siap dirilis." katanya.