Penemuan Kapal Perang Bersejarah yang Karam 1682 di Inggris

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jun 2022 10:09 WIB
Kapal perang The Gloucester sebelumnya terkubur di dasar laut sejak karam pada 1682. Ilustrasi Kapal perang The Gloucester yang karam pada 1682 ditemukan di bagian timur Inggris. (Foto: AFP/ANDREAS SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal perang The Gloucester yang karam pada 1682 akhirnya ditemukan di bagian timur Inggris. Ini menjadi penemuan maritim bersejarah sejak penemuan kapal perang Mary Rose pada 1982.

Dilansir dari AFP, Minggu (12/6), kapal perang The Gloucester sebelumnya diketahui terkubur di dasar laut sejak karam pada 1682. Kemudian, dua bersaudara Julian dan Lincoln Barnwell serta teman mereka bernama James Little menemukan kapal tersebut pada 2007 setelah melakukan pencarian selama empat tahun di sepanjang garis pantai Norfolk.

Sebagai informasi, Kapal Perang The Gloucester merupakan salah satu kapal perang milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Kapal itu membawa calon raja Inggris, James Struart, yang saat itu bergelar Duke of York. Kapal itu kemudian karam di gundukan pasir pada 6 Mei 1682.


Kapal itu tenggelam menyusul perselisihan antara James Struart, yang kemudian dikenal sebagai Raja James II, seorang mantan Laksamana Tinggi, dan nahkoda kapal. Mereka memperebutkan kendali kapal saat mereka akan melewati gundukan pasir Norfolk yang berbahaya.

Akibat perselisihan itu, kapal gagal menghindari gundukan pasir dan akhirnya karam. Ratusan awak kapal dan penumpang tewas. Bahkan, James Stuart nyaris tidak selamat, namun ia berhasil selamata setelah meninggalkan kapal di menit terakhir sebelum kapal itu karam.

Pakar sejarah maritim Universitas East Anglia Claire Jowitt mencatat bahwa kecelakan tersebut disebabkan oleh persilihan politik. Hal itu didasarkan pada usia dan prestise kapal, kondisi bangkai kapal, dan benda-benda temuan yang diselamatkan.

"Penemuan ini secara mendasar telah mengubah pemahaman tentang sejarah sosial, maritim dan politik abad ke-17," kata Jowitt.

"Karena keadaan tenggelamnya, ini dapat diklaim sebagai satu-satunya penemuan maritim bersejarah paling signifikan sejak kebangkitan Mary Rose pada tahun 1982," tambah Jowitt.

Mary Rose sendiri merupakan salah satu kapal perang milik Raja Inggris Henry VIII yang tenggelam pada 1545. Bangkai kapal itu akhirnya diselamatkan pada 1982 dan menjadi sebuah penemuan yang paling penting bagi arkeologi maritim guna mempelajari kehidupan di zaman Tudor.

Dari misi tersebut, mereka hanya mampu menyelematkan sepertiga bagian kapal. Sedangkan hampir seluruh badan kapal terkubur di bawah dasar laut. Hasil penemuan yang membutuhkan waktu setidaknya 40 tahun itu juga disiarkan di televisi.

Beberapa di antaranya, kereta meriam kayu, panci masak, pisau bedah, sampul buku dari kulit, jarum suntik, biola, peluit, senjata, perangkat navigasi, dan perabotan lain. Barang-barang dari kapal perang Mary Rose merupakan artefak zaman Tudor asli terbesar yang pernah ada.

Kini, penemuan kapal perang The Gloucester digadang-gadang bisa mengalahkan temuan dari kapal perang Mary Rose. Pasalnya, The Gloucester mewakili momen 'hampir' penting dalam sejarah politik Inggris. Yaitu, kapal kerajaan Inggris yang hampir menewaskan pewaris takhta kerajaan Inggris di tengah ketegangan politik dan agama.

Selanjutnya, kapal perang The Gloucester rencananya akan dipamerkan di Norwich Castle Museum & Art Gallery pada 2023. Pameran ini akan menampilkan benda-benda yang ditemukan di bangkai kapal tersebut, termasuk bel yang menjadi petunjuk ilmuwan mengidentifikasi kapal ini.

(nly/afp/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER