Sylvester Stallone 'Ngamuk' Tuntut Hak Royalti Atas Rocky
CNN Indonesia
Selasa, 19 Jul 2022 17:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Emosi Sylvester Stallone terhadap produser waralaba Rocky Balboa, Irwin Winkler, meledak di media sosial. (AFP/Leon Bennett)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor Sylvester Stallone tak sungkan meluapkan emosinya terhadap produser waralaba Rocky Balboa, Irwin Winkler. Sang Rocky menuntut haknya atas waralaba yang ia tulis, perankan, dan beberapa kali ia arahkan tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Instagram yang kini telah dihapus, Stallone mengunggah sebuah ilustrasi yang menggambarkan Winkler berbadan ular dengan berlidah pisau.
"Potret yang SANGAT menyanjung dari The Great Rocky/ Creed Producer, IRWIN WINKLER, dari salah satu artis terhebat di tanah air," tulis Stallone dalam unggahan tersebut, diberitakan ET dan New York Post pada Minggu (17/7) waktu AS.
"JUGA setelah IRWIN mengendalikan ROCKY selama lebih dari 47 tahun, dan sekarang CREED, saya sungguh ingin setidaknya punya sedikit kembali HAK dari APA YANG SAYA TINGGALKAN, sebelum mewariskannya ke SATU-SATUNYA ANAKMU, saya percaya itu akan jadi tindakan ADIL dari pria 93 tahun ini?" lanjutnya.
"Ini jadi sebuah karya yang menyentuh jiwa saya, karena saya ingin mewariskan sesuatu dari Rocky untuk anak-anak saya, tapi selalu menyenangkan mendengarkan sesuatu dari penggemar loyal.. Keep punching," kata Stallone.
Unggahan tersebut telah dihapus dari akun Sylvester Stallone. Namun sejumlah penggemar telah menangkap layar dan membagikannya lagi di media sosial.
Menurut laporan ET, cercaan dari Stallone terhadap produser waralaba Rocky ini bukan kali pertama. Sebelumnya sepanjang akhir pekan, aktor 76 tahun tersebut juga mencela novel David Winkler, anak dari Irwin. Novel itu bertajuk The Arrangement: A Love Story.
"Saya suka membaca dan saya telah membaca ribuan buku tapi saya bisa bilang yang ini, [The Arrangement: A Love Story] sejauh ini adalah yang terburuk! Bila kau kehabisan tisu toilet, TOLONG yang ini tak akan mengecewakan," kata Stallone.
"Buku yang jelek ini ditulis oleh David Winkler yang tak berbakat yang merupakan putra dari produser Rocky dan Creed yang juga tak berbakat dan parasit," lanjutnya.
Sylvester Stallone memerankan dan menulis Rocky Balboa pada 1976 yang membuahkan tiga Piala Oscar, termasuk Best Picture. Stallone sendiri mendapatkan nominasi untuk Best Actor dan Best Screenplay.
Stallone sendiri juga mendapatkan nominasi Best Supporting Actor karena kembali memerankan karakter tersebut pada spin-off Creed yang rilis 2015.
Stallone bukan hanya sebagai pemeran Rocky Balboa. Ia tercatat sebagai penulis seluruh saga Rocky dari 1976-2006. Ia juga mengarahkan film Rocky II (1979), Rocky III (1982), Rocky IV (1985), dan Rocky Balboa (2006).
Pada 2019, Sylvester Stallone mengaku kepada Variety bahwa ia kehilangan saham di waralaba Rocky.
Ia juga mengatakan bahwa, meski telah mendapatkan keuntungan dari film Rocky dan spin-off saga tersebut, ia tak pernah mendapatkan anuitas atau hasil saham tersebut.
"Saya tidak memiliki kepemilikan atas Rocky," kata Stallone. "Setiap kata, setiap suku kata, setiap kesalahan tata bahasa adalah salahku,"
"Mengejutkan bahwa itu tidak pernah terjadi, tetapi saya diberitahu, 'Hei, Anda dibayar, jadi apa yang Anda keluhkan?' Saya sangat marah." lanjutnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Aktor Sylvester Stallone tak sungkan meluapkan emosinya terhadap produser waralaba Rocky Balboa, Irwin Winkler. Sang Rocky menuntut haknya atas waralaba yang ia tulis, perankan, dan beberapa kali ia arahkan tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Instagram yang kini telah dihapus, Stallone mengunggah sebuah ilustrasi yang menggambarkan Winkler berbadan ular dengan berlidah pisau.
"Potret yang SANGAT menyanjung dari The Great Rocky/ Creed Producer, IRWIN WINKLER, dari salah satu artis terhebat di tanah air," tulis Stallone dalam unggahan tersebut, diberitakan ET dan New York Post pada Minggu (17/7) waktu AS.
"JUGA setelah IRWIN mengendalikan ROCKY selama lebih dari 47 tahun, dan sekarang CREED, saya sungguh ingin setidaknya punya sedikit kembali HAK dari APA YANG SAYA TINGGALKAN, sebelum mewariskannya ke SATU-SATUNYA ANAKMU, saya percaya itu akan jadi tindakan ADIL dari pria 93 tahun ini?" lanjutnya.
"Ini jadi sebuah karya yang menyentuh jiwa saya, karena saya ingin mewariskan sesuatu dari Rocky untuk anak-anak saya, tapi selalu menyenangkan mendengarkan sesuatu dari penggemar loyal.. Keep punching," kata Stallone.
Unggahan tersebut telah dihapus dari akun Sylvester Stallone. Namun sejumlah penggemar telah menangkap layar dan membagikannya lagi di media sosial.
Menurut laporan ET, cercaan dari Stallone terhadap produser waralaba Rocky ini bukan kali pertama. Sebelumnya sepanjang akhir pekan, aktor 76 tahun tersebut juga mencela novel David Winkler, anak dari Irwin. Novel itu bertajuk The Arrangement: A Love Story.
Emosi Sylvester Stallone terhadap produser waralaba Rocky Balboa, Irwin Winkler, meledak di media sosial. (AFP/Tommaso Boddi)
"Saya suka membaca dan saya telah membaca ribuan buku tapi saya bisa bilang yang ini, [The Arrangement: A Love Story] sejauh ini adalah yang terburuk! Bila kau kehabisan tisu toilet, TOLONG yang ini tak akan mengecewakan," kata Stallone.
"Buku yang jelek ini ditulis oleh David Winkler yang tak berbakat yang merupakan putra dari produser Rocky dan Creed yang juga tak berbakat dan parasit," lanjutnya.
Sylvester Stallone memerankan dan menulis Rocky Balboa pada 1976 yang membuahkan tiga Piala Oscar, termasuk Best Picture. Stallone sendiri mendapatkan nominasi untuk Best Actor dan Best Screenplay.
Stallone sendiri juga mendapatkan nominasi Best Supporting Actor karena kembali memerankan karakter tersebut pada spin-off Creed yang rilis 2015.
Stallone bukan hanya sebagai pemeran Rocky Balboa. Ia tercatat sebagai penulis seluruh saga Rocky dari 1976-2006. Ia juga mengarahkan film Rocky II (1979), Rocky III (1982), Rocky IV (1985), dan Rocky Balboa (2006).
Pada 2019, Sylvester Stallone mengaku kepada Variety bahwa ia kehilangan saham di waralaba Rocky.
Ia juga mengatakan bahwa, meski telah mendapatkan keuntungan dari film Rocky dan spin-off saga tersebut, ia tak pernah mendapatkan anuitas atau hasil saham tersebut.
"Saya tidak memiliki kepemilikan atas Rocky," kata Stallone. "Setiap kata, setiap suku kata, setiap kesalahan tata bahasa adalah salahku,"
"Mengejutkan bahwa itu tidak pernah terjadi, tetapi saya diberitahu, 'Hei, Anda dibayar, jadi apa yang Anda keluhkan?' Saya sangat marah." lanjutnya.