Harry Dorong Meghan Markle Temui Ahli Kesehatan Mental
CNN Indonesia
Kamis, 13 Okt 2022 16:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Meghan Markle mengakui Harry adalah sosok yang membantunya untuk terhubung dengan terapis ketika kesehatan mentalnya sedang terganggu. (Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meghan Markle buka-bukan soal keadaan kesehatan mentalnya yang sempat berada di titik terendah. Ia mengungkapkan bahwa suaminya, Pangeran Harry, yang membantunya untuk terhubung dengan seorang terapis.
Duchess of Sussex ini menceritakan kisahnya ketika mengisi podcast miliknya yang bertajuk Archetypes. Ia ditemani oleh beberapa bintang tamu, seperti aktris Constance Wu dan Deepika Padukone.
Dalam salah satu perbincangannya, Meghan menjelaskan bahwa sosok yang membuatnya mencari pertolongan ke ahli kesehatan mental tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri.
"Sepertinya aku sedang berada di titik terendah," kata Meghan Markle, seperti dikutip dari ET pada Selasa (11/10). "Suamiku yang menemukan nomor rujukan untuk aku hubungi."
Kemudian, eks pemeran serial Suits itu mencoba menghubungi terapis tersebut. Ketika Meghan meneleponnya, ia merasa bahwa terapis perempuan itu sepertinya sedang berbelanja.
"Aku bisa mendengar suara bip, bip (suara mesin kasir), dan aku mengatakan, 'hai', dan memperkenalkan diri sendiri," kata Meghan.
"Aku mengatakan aku butuh bantuan. Dan dia bisa mendengar keadaan mengerikan yang sedang aku alami," tambahnya.
Momen itulah yang membuka mata Meghan Markle betapa pentingnya untuk mencari bantuan ahli ketika seseorang membutuhkannya.
"Aku rasa kita semua harus benar-benar jujur tentang apa yang Anda butuhkan dan tidak sungkan untuk berdamai dan meminta hal tersebut," jelasnya.
Selain itu, Constance Wu sempat menangis ketika berbincang-bincang dengan Meghan dalam podcast tersebut. Meghan pun memuji rekan aktrisnya karena mampu mengekspresikan perasaannya.
Lanjut ke sebelah...
Emosi yang dikeluarkan oleh Constance Wu sontak mengingatkan Meghan Markleakan kedua anaknya, Archie dan Lilibet.
"Emosi yang terinternalisasi, baik kesedihan atau kelegaan atau apa pun, sama seperti yang Anda bicarakan dengan putri Anda," kata Meghan.
"Ketika Anda melihat anak-anak kita, hal terindah di dunia, meskipun tidak merasa seperti itu saat itu - adalah jika mereka sedang sedih, mereka hanya berteriak dan mengeluarkan semuanya. Mereka melepaskan semuanya," lanjutnya.
Meghan berharap bisa mengungkapkan perasaannya layaknya kedua anak-anaknya. Namun, ia tidak bisa melakukannya karena dia dibentuk untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lain.
Apalagi, Meghan mengaku sempat disebut "gila" dan "histeris". Tidak hanya dirinya, kata Meghan, tapi juga perempuan kebanyakan sering dianggap hal yang sama.
Meghan pun mengajak para pendengar podcast-nya untuk mengangkat tangan jika pernah merasakan hal tersebut. Ia pun melakukan hal yang sama.
"Aku ingin menangis sebanyak ini (seperti Constance Wu), tapi saya dikondisikan untuk tetap memiliki ketenangan yang berdanya," ujarnya.
Meghan dan Constance Wu pun berkelakar bahwa mereka ingin bisa mengeluarkan perasaan layaknya anak-anak mereka. Bahkan, Meghan bercanda bahwa ia berharap bisa merasakan emosinya seperti lagu-lagu Adele.
"Aku ingin merasakannya dengan mendalam layaknya album Adele," kelakar Meghan. "Ada terlalu banyak emosi yang intens. Kamu hanya perlu mengeluarkan dan membagikannya. Itulah perasaan damai."
Meghan Markle buka-bukan soal keadaan kesehatan mentalnya yang sempat berada di titik terendah. Ia mengungkapkan bahwa suaminya, Pangeran Harry, yang membantunya untuk terhubung dengan seorang terapis.
Duchess of Sussex ini menceritakan kisahnya ketika mengisi podcast miliknya yang bertajuk Archetypes. Ia ditemani oleh beberapa bintang tamu, seperti aktris Constance Wu dan Deepika Padukone.
Dalam salah satu perbincangannya, Meghan menjelaskan bahwa sosok yang membuatnya mencari pertolongan ke ahli kesehatan mental tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri.
"Sepertinya aku sedang berada di titik terendah," kata Meghan Markle, seperti dikutip dari ET pada Selasa (11/10). "Suamiku yang menemukan nomor rujukan untuk aku hubungi."
Kemudian, eks pemeran serial Suits itu mencoba menghubungi terapis tersebut. Ketika Meghan meneleponnya, ia merasa bahwa terapis perempuan itu sepertinya sedang berbelanja.
"Aku bisa mendengar suara bip, bip (suara mesin kasir), dan aku mengatakan, 'hai', dan memperkenalkan diri sendiri," kata Meghan.
"Aku mengatakan aku butuh bantuan. Dan dia bisa mendengar keadaan mengerikan yang sedang aku alami," tambahnya.
Momen itulah yang membuka mata Meghan Markle betapa pentingnya untuk mencari bantuan ahli ketika seseorang membutuhkannya.
"Aku rasa kita semua harus benar-benar jujur tentang apa yang Anda butuhkan dan tidak sungkan untuk berdamai dan meminta hal tersebut," jelasnya.
Selain itu, Constance Wu sempat menangis ketika berbincang-bincang dengan Meghan dalam podcast tersebut. Meghan pun memuji rekan aktrisnya karena mampu mengekspresikan perasaannya.
Lanjut ke sebelah...
Meghan Iri dengan Kedua Anaknya
Meghan Markle mengakui Harry adalah sosok yang membantunya untuk terhubung dengan terapis ketika kesehatan mentalnya sedang terganggu. (Foto: AP/Martin Meissner)
Emosi yang dikeluarkan oleh Constance Wu sontak mengingatkan Meghan Markleakan kedua anaknya, Archie dan Lilibet.
"Emosi yang terinternalisasi, baik kesedihan atau kelegaan atau apa pun, sama seperti yang Anda bicarakan dengan putri Anda," kata Meghan.
"Ketika Anda melihat anak-anak kita, hal terindah di dunia, meskipun tidak merasa seperti itu saat itu - adalah jika mereka sedang sedih, mereka hanya berteriak dan mengeluarkan semuanya. Mereka melepaskan semuanya," lanjutnya.
Meghan berharap bisa mengungkapkan perasaannya layaknya kedua anak-anaknya. Namun, ia tidak bisa melakukannya karena dia dibentuk untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lain.
Apalagi, Meghan mengaku sempat disebut "gila" dan "histeris". Tidak hanya dirinya, kata Meghan, tapi juga perempuan kebanyakan sering dianggap hal yang sama.
Meghan pun mengajak para pendengar podcast-nya untuk mengangkat tangan jika pernah merasakan hal tersebut. Ia pun melakukan hal yang sama.
"Aku ingin menangis sebanyak ini (seperti Constance Wu), tapi saya dikondisikan untuk tetap memiliki ketenangan yang berdanya," ujarnya.
Meghan dan Constance Wu pun berkelakar bahwa mereka ingin bisa mengeluarkan perasaan layaknya anak-anak mereka. Bahkan, Meghan bercanda bahwa ia berharap bisa merasakan emosinya seperti lagu-lagu Adele.
"Aku ingin merasakannya dengan mendalam layaknya album Adele," kelakar Meghan. "Ada terlalu banyak emosi yang intens. Kamu hanya perlu mengeluarkan dan membagikannya. Itulah perasaan damai."