Taylor Swift Resmi Rilis Album Midnights di Layanan Streaming
CNN Indonesia
Jumat, 21 Okt 2022 12:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Taylor Swift resmi merilis album studionya yang ke-sepuluh, Midnights, pada Jumat (21/10). (Getty Images for MTV/Paramount G/Kevin Mazur)
Jakarta, CNN Indonesia --
Taylor Swift resmi merilis album studionya yang ke-sepuluh, Midnights, pada Jumat (21/10). Album ini menandai Swift kembali ke ranah pop setelah pada dua album sebelumnya, folklore dan evermore, ia berkelana di ranah alternative dan folk.
Meski belum secara resmi merilis single pertama yang bertajuk Anti-Hero, album Midnights sudah bisa diakses di layanan streaming Apple Music dan Spotify pada Jumat (21/10) siang waktu Indonesia.
Sementara itu, single Anti-Hero dengan video klipnya akan dirilis pada Jumat (21/10) pukul 19.00 WIB. Hingga berita ini ditulis, sudah ribuan penggemar Swift menunggu perilisan video tersebut di YouTube.
Sebelum resmi merilis album ini secara publik, Swift sudah menampilkan teaser trailer dari serangkaian video klip yang ia buat untuk album ini. Dalam teaser trailer tersebut, tampak berbagai adegan yang membuat album ini menjadi album visual.
Taylor Swift pun menyebut videonya kali ini menggandeng banyak nama, seperti Jack Antonoff, Laith Ashley, Mike Birbiglia, Laura Dern, John Early, Mary Elizabeth Ellis, Alana Haim, Danielle Haim, Este Haim, Pat Mcgrath, dan Dita Von Teese.
Untuk menandai perilisan album Midnights secara streaming, Taylor Swift pun menampilkan sejumlah foto dirinya bersama orang-orang yang terlibat dalam album ini melalui unggahan di Instagram.
"Midnights adalah perjalanan liar dari sebuah album dan saya tidak bisa lebih bahagia karena rekan pilot saya dalam petualangan ini adalah @jackantonoff." kata Taylor Swift dalam keterangan unggahan tersebut.
"Dia temah seumur hidup saya (ini kegeeran tapi saya mengakuinya) dan kami kami telah membuat musik bersama-sama hampir sedekade, namun ini adalah album pertama kami yang kami garap murni sebagai kolaborator utama," lanjutnya.
Menurut Swift, gagasan awal sebelum Midnights sudah mulai muncul sejak lama. Namun berbagai gagasan tersebut sebagai kesatuan Midnights saat mereka berada di Panama bersama dengan sejumlah teman mereka.
Hingga kemudian, Swift dan Antonoff kembali ke New York dan menggarap album tersebut sendirian setiap malam. Mereka juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi, seperti Sam Dew, Sounwave, Keanu Beats, Lana del Rey, William Bowery alias Joe Alwyn, dan aktrsi Zoe Kravits.
"Midnights adalah kolase intensitas, pasang surut dan maju mundur. Hidup bisa menjadi gelap, penuh bintang, mendung, menakutkan, menggetarkan, panas, dingin, romantis atau kesepian," tulis Taylor Swift.
Di media sosial, para penggemar Taylor Swift sudah memenuhi lini masa. Sejumlah frasa pun menjadi trending topic pada Jumat (21/10), seperti "POP TAYLOR", "Joe Alwyn", "VISUAL ALBUM", dan #MidnightsTaylor Swift.
Taylor Swift sebelumnya mengungkapkan salah satu sumber inspirasinya untuk membuat lagu dalam album Midnights. Sosok yang dimaksud adalah kekasihnya, Joe Alwyn, yang menjadi sumber inspirasi lagu Lavender Haze.
Swift mengungkapkan ia menemukan judul lagu Lavender Haze ketika ia menonton serial Mad Men. Ia baru mengetahui bahwa istilah tersebut pernah populer digunakan era 1950-an.
"Ternyata itu frase umum yang digunakan di 50-an di mana ketika mereka mendeskripsikan ketika sedang jatuh cinta," jelas Taylor Swift dalam sebuah unggahan video di Instagram beberapa waktu lalu.
Lavender Haze, lanjut penjelasan Swift, memiliki makna ketika "cinta yang mencakup segalanya bersinar" dan ternyata "sangat indah".
"Secara teori, ketika kamu berada di Lavender Haze, kamu akan melakukan segalanya untuk tetap di sana dan tidak akan membiarkan orang lain mengusirmu dari sana," ujar Swift.
Taylor Swift kemudian menyebut Joe Alwyn secara implisit. Solois 32 tahun itu hanya menyebut kekasihnya sebagai "hubunganku selama enam tahun".
Pasangan kekasih itu selama ini berusaha untuk menghindari rumor aneh, tabloid gosip. Swift dan Alwyn memutuskan untuk mengabaikan itu semua.
"Sehingga, lagu ini (Lavender Haze) semacam aksi untuk mengabaikan hal-hal tersebut demi melindungi hal-hal yang nyata," kata Swift.
Berikut daftar 13 lagu dalam album ke-10 Taylor Swift, Midnights.
1. Lavender Haze 2. Maroon 3. Anti-Hero 4. Snow On The Beach feat. Lana Del Rey 5. You're On Your Own, Kid 6. Midnight Rain 7. Question...? 8. Vigilante Shit 9. Bejeweled 10. Labyrinth 11. Karma 12. Sweet Nothing 13. Mastermind
Jakarta, CNN Indonesia --
Taylor Swift resmi merilis album studionya yang ke-sepuluh, Midnights, pada Jumat (21/10). Album ini menandai Swift kembali ke ranah pop setelah pada dua album sebelumnya, folklore dan evermore, ia berkelana di ranah alternative dan folk.
Meski belum secara resmi merilis single pertama yang bertajuk Anti-Hero, album Midnights sudah bisa diakses di layanan streaming Apple Music dan Spotify pada Jumat (21/10) siang waktu Indonesia.
Sementara itu, single Anti-Hero dengan video klipnya akan dirilis pada Jumat (21/10) pukul 19.00 WIB. Hingga berita ini ditulis, sudah ribuan penggemar Swift menunggu perilisan video tersebut di YouTube.
Sebelum resmi merilis album ini secara publik, Swift sudah menampilkan teaser trailer dari serangkaian video klip yang ia buat untuk album ini. Dalam teaser trailer tersebut, tampak berbagai adegan yang membuat album ini menjadi album visual.
Taylor Swift pun menyebut videonya kali ini menggandeng banyak nama, seperti Jack Antonoff, Laith Ashley, Mike Birbiglia, Laura Dern, John Early, Mary Elizabeth Ellis, Alana Haim, Danielle Haim, Este Haim, Pat Mcgrath, dan Dita Von Teese.
Untuk menandai perilisan album Midnights secara streaming, Taylor Swift pun menampilkan sejumlah foto dirinya bersama orang-orang yang terlibat dalam album ini melalui unggahan di Instagram.
"Midnights adalah perjalanan liar dari sebuah album dan saya tidak bisa lebih bahagia karena rekan pilot saya dalam petualangan ini adalah @jackantonoff." kata Taylor Swift dalam keterangan unggahan tersebut.
"Dia temah seumur hidup saya (ini kegeeran tapi saya mengakuinya) dan kami kami telah membuat musik bersama-sama hampir sedekade, namun ini adalah album pertama kami yang kami garap murni sebagai kolaborator utama," lanjutnya.
Menurut Swift, gagasan awal sebelum Midnights sudah mulai muncul sejak lama. Namun berbagai gagasan tersebut sebagai kesatuan Midnights saat mereka berada di Panama bersama dengan sejumlah teman mereka.
Hingga kemudian, Swift dan Antonoff kembali ke New York dan menggarap album tersebut sendirian setiap malam. Mereka juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi, seperti Sam Dew, Sounwave, Keanu Beats, Lana del Rey, William Bowery alias Joe Alwyn, dan aktrsi Zoe Kravits.
"Midnights adalah kolase intensitas, pasang surut dan maju mundur. Hidup bisa menjadi gelap, penuh bintang, mendung, menakutkan, menggetarkan, panas, dingin, romantis atau kesepian," tulis Taylor Swift.
Di media sosial, para penggemar Taylor Swift sudah memenuhi lini masa. Sejumlah frasa pun menjadi trending topic pada Jumat (21/10), seperti "POP TAYLOR", "Joe Alwyn", "VISUAL ALBUM", dan #MidnightsTaylor Swift.
Taylor Swift resmi merilis album studionya yang ke-sepuluh, Midnights, pada Jumat (21/10). (Jackson Lee/GC Images)
Taylor Swift sebelumnya mengungkapkan salah satu sumber inspirasinya untuk membuat lagu dalam album Midnights. Sosok yang dimaksud adalah kekasihnya, Joe Alwyn, yang menjadi sumber inspirasi lagu Lavender Haze.
Swift mengungkapkan ia menemukan judul lagu Lavender Haze ketika ia menonton serial Mad Men. Ia baru mengetahui bahwa istilah tersebut pernah populer digunakan era 1950-an.
"Ternyata itu frase umum yang digunakan di 50-an di mana ketika mereka mendeskripsikan ketika sedang jatuh cinta," jelas Taylor Swift dalam sebuah unggahan video di Instagram beberapa waktu lalu.
Lavender Haze, lanjut penjelasan Swift, memiliki makna ketika "cinta yang mencakup segalanya bersinar" dan ternyata "sangat indah".
"Secara teori, ketika kamu berada di Lavender Haze, kamu akan melakukan segalanya untuk tetap di sana dan tidak akan membiarkan orang lain mengusirmu dari sana," ujar Swift.