Angin Segar Buat China, Bisa Ngedrakor Lagi Usai 6 Tahun Diblokir
CNN Indonesia
Rabu, 23 Nov 2022 19:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
China semakin membuka lebar pintu terhadap drama dan film Korea hingga layanan streaming usai ditangguhkan enam tahun. Foto: (Finecut Co., Ltd. via KOFIC)
Salah satu film art-house Korea Selatan karya sutradara Hong Sang-soo, Hotel by the River, yang tayang perdana pada 2018 mulai ditayangkan di layanan streaming China, Tencent Video, pada pekan ini.
Korea Selatan mengklaim penayangan film tersebut merupakan salah satu bukti China mulai membuka pintu bagi konten-konten Hallyu setelah menutup rapat semua jalur dalam enam tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Film Korea telah ditayangkan baru-baru ini di layanan streaming China setelah ditangguhkan enam tahun," kata Sekretaris Kepresidenan Korea Selatan Kim Eun-hye, seperti diberitakan Variety, Senin (21/11).
"Kami harap sikap sederhana ini bisa menjadi sesuatu yang besar dan perkembangan yang berarti di masa mendatang dari hubungan bilateral dua negara sejak KTT baru-baru ini."
Penangguhan konten-konten Hallyu di China menjadi dampak dari isu politik yang melibatkan kedua negara tersebut. China dengan tegas menolak pengerahan sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan pada 2018.
Korea Selatan menilai pengerahan THAAD diperlukan untuk melindungi diri dari ancaman rudal dan nuklir Korea Utara yang terus berkembang.
Sementara itu, China menilai sistem radar THAAD bisa memata-matai wilayahnya.
Kondisi tersebut yang kemudian membuat konten-konten Korea Selatan seperti tak mendapat ruang sama sekali di China, baik di layar kaca maupun layar lebar.
Namun, Kementerian Luar Negeri pada November 2016 membantah pemblokiran terhadap serial, drama, dan acara televisi Korea Selatan oleh China.
"Saya tidak pernah mendengar adanya larangan terhadap ROK (Republic of Korea), dan China selalu menyambut baik people-to-people dan pertukaran budaya dengan negara itu," kata juru bicara Kemlu China Geng Shuang kala itu, seperti diberitakan China Daily.
Kenyataannya, banyak konten Hallyu kesulitan untuk tayang di bioskop bahkan layanan streaming China, salah satunya adalah Catman yang merupakan hasil kolaborasi negara itu dengan Korea Selatan pada 2016.
Awalnya, film yang dibintangi Sehun EXO dijadwalkan tayang pada 2017, kemudian ditunda hingga 14 Maret 2021 di bioskop China.
Kendati demikian, rencana tinggal wacana. Jadwal tersebut terus berubah sampai waktu yang tidak ditentukan.
Film Catman akhirnya dirilis di layanan streaming China pada Mei 2021. Hal itu disambut baik penggemar yang telah menantikan film tersebut.
Namun, film itu hanya bertahan dua jam. Film Sehun EXO itu langsung menghilang dari seluruh layanan streaming China. Tak ada alasan jelas yang diberikan pihak layanan streaming terkait hal tersebut.
"Keputusan itu pasti dibuat tiba-tiba karena tanggal perilisan masih tertulis 14 Maret di Sina Weibo dan layanan review," kata sumber seperti diberitakan Global Times pada 13 Mei 2021.
Kondisi tersebut yang kemudian mendorong banyak masyarakat menempuh jalur ilegal, seperti pembajakan untuk menyaksikan beberapa drama hit Korea.
Lanjut ke sebelah...
Namun, situasi mulai berubah sejak akhir 2021 ketika China dan Korea Selatan merayakan 30 tahun hubungan diplomatik mereka. Tak hanya itu, momen tersebut juga terjadi jelang awal masa kepemimpinan Yoon Suk Yeol di Korea Selatan.
Pada Desember 2021, film Korea Oh! My Gran mendapatkan kesempatan tayang di bioskop China dalam lima tahun setelah Assassination jadi film Korea yang terakhir kali tayang di sana pada 2015.
The Global Times, media pemerintah China yang selama ini dikenal sangat nasionalis dan garis keras mengatakan film tersebut menjadi "sinyal nyata komunikasi budaya yang lebih baik" di antara kedua negara.
Hal itu terbukti dengan China yang secara resmi memberikan izin penayangan drama Something in the Rain pada Maret 2022. Mereka juga menayangkan versi China dari drama tersebut di layanan streaming pada Mei 2022.
Seperti diberitakan Korea Times beberapa waktu lalu, Something in the Rain menjadi drama Korea kedua yang tayang secara legal di saluran televisi atau layanan streaming China tahun ini.
Sebelumnya, Saimdang: Memoir of Colors (2017) juga sudah mendapatkan izin siar bahkan sejak November 2016. Namun, drama itu baru benar-benar tayang pada Januari 2022 di Mango TV.
Kini, kondisi berlanjut dengan penayangan film Korea di layanan streaming China.
"Presiden Korea menekankan perlunya interaksi yang berkembang antara generasi muda kedua negara. Presiden Ci setuju dengan pandangan itu," kata juru bicara kepresidenan Korea Selatan.
"China menanggapi baik Korea dengan penayangan film Korea di OTT China."
Salah satu film art-house Korea Selatan karya sutradara Hong Sang-soo, Hotel by the River, yang tayang perdana pada 2018 mulai ditayangkan di layanan streaming China, Tencent Video, pada pekan ini.
Korea Selatan mengklaim penayangan film tersebut merupakan salah satu bukti China mulai membuka pintu bagi konten-konten Hallyu setelah menutup rapat semua jalur dalam enam tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Film Korea telah ditayangkan baru-baru ini di layanan streaming China setelah ditangguhkan enam tahun," kata Sekretaris Kepresidenan Korea Selatan Kim Eun-hye, seperti diberitakan Variety, Senin (21/11).
"Kami harap sikap sederhana ini bisa menjadi sesuatu yang besar dan perkembangan yang berarti di masa mendatang dari hubungan bilateral dua negara sejak KTT baru-baru ini."
Penangguhan konten-konten Hallyu di China menjadi dampak dari isu politik yang melibatkan kedua negara tersebut. China dengan tegas menolak pengerahan sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan pada 2018.
Korea Selatan menilai pengerahan THAAD diperlukan untuk melindungi diri dari ancaman rudal dan nuklir Korea Utara yang terus berkembang.
Sementara itu, China menilai sistem radar THAAD bisa memata-matai wilayahnya.
Kondisi tersebut yang kemudian membuat konten-konten Korea Selatan seperti tak mendapat ruang sama sekali di China, baik di layar kaca maupun layar lebar.
Namun, Kementerian Luar Negeri pada November 2016 membantah pemblokiran terhadap serial, drama, dan acara televisi Korea Selatan oleh China.
"Saya tidak pernah mendengar adanya larangan terhadap ROK (Republic of Korea), dan China selalu menyambut baik people-to-people dan pertukaran budaya dengan negara itu," kata juru bicara Kemlu China Geng Shuang kala itu, seperti diberitakan China Daily.
Kenyataannya, banyak konten Hallyu kesulitan untuk tayang di bioskop bahkan layanan streaming China, salah satunya adalah Catman yang merupakan hasil kolaborasi negara itu dengan Korea Selatan pada 2016.
Awalnya, film yang dibintangi Sehun EXO dijadwalkan tayang pada 2017, kemudian ditunda hingga 14 Maret 2021 di bioskop China.
Kendati demikian, rencana tinggal wacana. Jadwal tersebut terus berubah sampai waktu yang tidak ditentukan.
Film Catman akhirnya dirilis di layanan streaming China pada Mei 2021. Hal itu disambut baik penggemar yang telah menantikan film tersebut.
Namun, film itu hanya bertahan dua jam. Film Sehun EXO itu langsung menghilang dari seluruh layanan streaming China. Tak ada alasan jelas yang diberikan pihak layanan streaming terkait hal tersebut.
"Keputusan itu pasti dibuat tiba-tiba karena tanggal perilisan masih tertulis 14 Maret di Sina Weibo dan layanan review," kata sumber seperti diberitakan Global Times pada 13 Mei 2021.
Kondisi tersebut yang kemudian mendorong banyak masyarakat menempuh jalur ilegal, seperti pembajakan untuk menyaksikan beberapa drama hit Korea.
Lanjut ke sebelah...
Angin Segar Buat China, Bisa Ngedrakor Lagi Usai 6 Tahun Diblokir
China semakin membuka lebar pintu terhadap drama dan film Korea hingga layanan streaming usai ditangguhkan enam tahun. Foto: (jTBC via Hancinema)
Namun, situasi mulai berubah sejak akhir 2021 ketika China dan Korea Selatan merayakan 30 tahun hubungan diplomatik mereka. Tak hanya itu, momen tersebut juga terjadi jelang awal masa kepemimpinan Yoon Suk Yeol di Korea Selatan.
Pada Desember 2021, film Korea Oh! My Gran mendapatkan kesempatan tayang di bioskop China dalam lima tahun setelah Assassination jadi film Korea yang terakhir kali tayang di sana pada 2015.
The Global Times, media pemerintah China yang selama ini dikenal sangat nasionalis dan garis keras mengatakan film tersebut menjadi "sinyal nyata komunikasi budaya yang lebih baik" di antara kedua negara.
Hal itu terbukti dengan China yang secara resmi memberikan izin penayangan drama Something in the Rain pada Maret 2022. Mereka juga menayangkan versi China dari drama tersebut di layanan streaming pada Mei 2022.
Seperti diberitakan Korea Times beberapa waktu lalu, Something in the Rain menjadi drama Korea kedua yang tayang secara legal di saluran televisi atau layanan streaming China tahun ini.
Sebelumnya, Saimdang: Memoir of Colors (2017) juga sudah mendapatkan izin siar bahkan sejak November 2016. Namun, drama itu baru benar-benar tayang pada Januari 2022 di Mango TV.
Kini, kondisi berlanjut dengan penayangan film Korea di layanan streaming China.
"Presiden Korea menekankan perlunya interaksi yang berkembang antara generasi muda kedua negara. Presiden Ci setuju dengan pandangan itu," kata juru bicara kepresidenan Korea Selatan.
"China menanggapi baik Korea dengan penayangan film Korea di OTT China."